[LBP2020] Pasangan Al-Baqarah & Ali Imran


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Lessons from Bayyinah’s Production (LBP) Hari ke-3

Topik: Pearls from Ali Imran

Rabu, 24 Juni 2020

Materi LBP Hari ke-3 Pagi | Pasangan Al Baqarah & Ali Imran

Kita mulai dari surat Ali Imran yang berpasangan dengan surat Al-Baqarah. Mereka punya banyak kesamaan yang paralel, yang seiring dengan pembahasan kita, akan semakin jelas.

Salah satu yang luar biasa, pelajaran penting di surat Al-Baqarah adalah اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ (ayat Kursi, 2:255) yang ada di awal surat Ali Imran (3:2). Al-Baqarah dimulai dengan alif laam miim, dan Ali Imran dimulai dengan huruf muqatta’at yang sama yaitu alif lam mim. 

Kedua surat adalah surat Madaniyyah. Kedua surat juga bisa dibagi menjadi dua, setengah yang pertama di surat Al-Baqarah punya 3 sub bagian yang dijelaskan ketika kita ada di surat Al-Baqarah. Ketika kita mempelajari surat sesudahnya (yaitu Ali Imran), kita juga akan dapatkan bahwa setengah surat yang pertama juga terdiri dari 3 bagian.

Setengah bagian yang pertama di surat Al-Baqarah, bagian yang menonjol adalah bahasan tentang Bani Israil, Yahudi. Sedangkan setengah pertama di surat Ali Imran, bagian yang menonjol adalah bahasan tentang Kristen, yang termasuk bagian Ahli Kitab yang lain. Di bagian ini, Ustadz Nouman akan mengingatkan tentang malam saat hijrah, karena banyak bagian di sini yang turun saat malam hijrah.

Ada kisah ketika mereka (sekelompok orang Kristen) datang dari pinggiran kota Hijaz, dekat dengan Yaman, yaitu kota Najran. Sekelompok pendeta Kristen datang kepada Nabi Muhammad ﷺ karena mereka sebelumnya mendengar beberapa klaim yang disampaikan oleh beliau ﷺ. Mereka tinggal di masjid Nabawi selama beberapa waktu dan selama waktu tersebut, beberapa ayat turun untuk membantu menjelaskan diskusi yang terjadi antara kaum muslimin dan sekelompok Kristen ini. 

Hal yang  menarik yaitu mereka berhenti di masjid, tinggal di masjid Nabawi beberapa lama. Jadi, bisa kita bayangkan sikap yang harus muslim berikan kepada mereka selama beberapa waktu. Orang-orang  Kristen itu menantang, “Ayo, siapa yang mau berdiskusi agama bersama kami?”

Padahal mereka bukan muslim dan bahkan mereka berkata bahwa mereka tidak ada niat untuk menjadi muslim. Mereka hanya datang dan ingin berdebat. Bayangkan betapa sopan dan sabarnya Nabi Muhammad ﷺ menghadapi mereka, padahal mereka tinggal dan tetap tinggal di masjid Nabawi.

Selain itu, bagian yang lain yang paralel di kedua surat ini juga keren. Kita lihat bahasan sebelum perang di surat Al-Baqarah, yaitu sebelum perang Badar. Kita temukan bahasan sesudah perang Uhud di surat Ali Imran. Jadi ada bahasan sebelum perang dan sesudah perang. 

Hal yang menarik, di surat Al-Anfal, nanti di dalam Al-Quran, kita akan temukan juga bahasan selama perang, atau bahasan tepat saat perang di surat Al Anfal. Bagaimanapun juga, perang Uhud itu masalah kedisiplinan di dalam tentara muslim dan juga pelajaran bagi seluruh umat Islam tentang kedisiplinan, tanpa ada ragu.

Benar-benar menarik deh kedua surat yang paralel ini. Ketika Allah menurunkan ayat yang satu (di surat Al-Baqarah) dan kita temukan ayat yang mirip lainnya di surat sebelumnya (Ali Imran).

Contoh lainnya adalah ketika Allah ﷻ berkata di surat Al-Baqarah akhir tentang ulil albab, dan kita temukan bahasan tentang ulil albab dan karakternya di permulaan surat sebelumnya (surat Ali Imran). Misalnya Ali Imran ayat 7, وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ  (tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali ulil albab). Bahkan di akhir surat Ali Imran ada pembahasan lengkap tentang ulil albab.

Di kedua surat ini, di surat sebelumnya (Al-Baqarah) ada doa yang indah banget. Di QS 2:286,  رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا. Doa ini tentang keimanan, yang merupakan hasil dari keimanan yang dibahas di ayat 285, اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ. Kita juga akan temukan doa yang indah dan juga powerful di akhir surat Ali Imran sampai selesai.

Di akhir doa ini, ada فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ, karena di surat Al-Baqarah ini ada juga bahasan tentang bagaimana sikap muslim seharusnya ketika menghadapi kaum kafir. Kedua surat ini berakhir dengan pesan yang mirip dan juga kuat, yaitu orang mu’min meminta pertolongan Allah (di 2:286) namun di sisi lainnya, yaitu di surat Ali Imran, Allah ﷻ berfirman bahwa, beginilah cara menolong dirimu sendiri (di 3:200), yaitu dengan  اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ (bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.)

Wallahu a’lam bish showwab

Ditulis oleh: Heru Wibowo


Diskusi dan Tanggapan LBP Hari ke-3 Pagi | Pasangan Al-Baqarah & Ali Imran

Heru:

Ada yang menurut saya juga menarik dari “pasangan” Al-Baqarah dan Ali Imran ini. Ada kemiripan dengan saat kita mempelajari “pasangan” Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. 

Di Al-Kafirun, tidak disebut sama sekali nama “Allah”. Hanya disebut maa a’bud. Alias what I worship. Alias “apa yang aku sembah”  tapi tidak keluar satu nama pun. Al-Kafirun jadi semacam intro tentang apa yang disembah. Baru lah di Al-Ikhlas nama itu keluar. Allah, Ahad. 

Al-Baqarah dan Ali ‘Imran sama-sama menyebutkan tentang keimanan terhadap kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya (2:4 dan 3:3). Bedanya, di Al-Baqarah, tidak dijelaskan kitab-kitab sebelumnya itu apa. وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ (QS Al-Baqarah, 2:4) Tidak keluar nama-nama. Jadi baru semacam intro. Di Ali ‘Imran, dibuka, disebutkan, dibacakan, bahwa kitab-kitab itu adalah Taurat dan Injil. وَاَنْزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۙ (Ali ‘Imran, 3:3). Wallaahu ta’aalaa a’lam.

Salah satu yang bisa kita pelajari dari Al-Kafirun – Al-Ikhlas serta Al-Baqarah – Ali ‘Imran adalah pola “introduction first“. The detail comes later. Di dunia ini kita menyebut-nyebut Allah dan Rasul-Nya. Dzikir dan baca shalawat. Maka pasangan dunia-akhirat akan mengikuti pola yang sama. Intronya di dunia kita menyebut kebesaran nama-Nya dan nama Rasullullah SAW yang Allah tinggikan (wa rafa’naa laka dzikraka). 

Seperti apa nama-nama yang mulia itu, ada fotonya ga? We need to wait. Masih di “introduction stage” kita, di dunia.

Barulah di akhirat nanti kita semuanya Insyaa Allaah bisa melihat wajah yang mulia itu. Wujuuhun yawma-idzin naadhirah. Ilaa rabbihaa naazhirah. Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri, memandang Tuhannya. (QS Al-Qiyamah, 75:22-23).

Beliau SAW tidak melupakan kita di hadapan-Nya. Ini mengingatkan saya pada momen Story Night Whisper yang lalu. Dimana Ustadz Nouman bisa deliver dua sesi SN di Balai Kartini. Yang berminat mengikuti, begitu luar biasa. Tiket sold out dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Yang gak kebagian tiket sampai marah-marah karena “tidak bisa bertemu dengan Nouman Ali Khan”. 

Padahal itu “baru” Ustadz Nouman. Maaf, tanpa mengurangi respek saya karena beliau adalah guru saya juga. Padahal sudah pernah mendengar rekamannya atau melihat YouTube-nya. Bagaimana dengan Rasulullah SAW yang mulia, yang kita tidak punya rekaman suara beliau SAW, tidak punya foto wajah beliau SAW, hanya mengenal nama beliau SAW dan segala kisah keteladanan beliau SAW termasuk yang di-share barusan oleh Tante. Saat ini harus ikhlas masih di “introduction stage” belum bisa ketemu beliau SAW. Semoga kita finally bisa bertemu beliau dengan membawa amal-amal baik yang beliau SAW contohkan. 

Medayu:

Iya masya Allah. Ini juga yang saya rasakan waktu pertama kali ketemu beliau di Dream kemarin juga. Waktu hari pertama mulai acaranya di waktu sholat maghrib, beliau lewat di depan saya. Saya ‘baper’ karena senang sekali bisa bertemu guru yang selama ini dilihat di Youtube dan akhirnya bertemu langsung.

Seketika pula saya baper membayangkan Rasulullah. Sosok yang belum pernah kita temui tapi berharap sekali untuk bisa ditemui nanti di surgaNya, Aamiin.

Faiza:

Ada keinget Ust. Yasir Qadhi pernah bahas juga sekilas tentang Ali Imran pas Ramadhan.

Ada 2 tema besar yang dibahas dalam surat Ali Imran:

1. Theological discussion. Antara Islam dan Kristen secara spesifik, lalu selanjutnya bahasan secara luas tentang ahli kitab (faith tradition) seperti Judaism. Ada banyak diskusi tentang tauhid, validitas Al-Qur’an, validitas Rasulullah. Detail surat tentang keluarga Imran.

2. Dorongan kepada umat muslim, tentang perang Uhud. Tentang level optimisme dan coping dari Uhud.

Penasaran banget dengan bahasan-bahasan per ayatnya.

Barakallah fiik teman-teman volunteer. Ditunggu kelanjutan sharing-nya

Anggar Bagus:

Assalamualaikum, saya Anggar dari Bandar Lampung

Interest in Tech and Code.  

Sekalian tanya, apakah yang Al-Baqarah series masih ada link videonya selain di bayyinah.tv?

Kharisma  Putri:

Kalau yang ada di Quran Weekly, series Get to Know – Al-Baqarah.

Kalau di Spotify setahu saya ada seri Al-Baqarah juga.

Anggar Bagus:

Tahun 2016 Ramadhan Series ada mbak? 

Terakhir ada di podcast.bayyinah.com tapi gak lengkap.

Kharisma  Putri:

Di Spotify masih ada. Ini bukan yang dimaksud? Ramadhan series di podcast itu masih lengkap


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Lessons from Bayyinah’s Production

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s