[MFA2020] Perjumpaan Cahaya di Atas Cahaya di Bulan yang Penuh Cahaya – Felysia Nurul


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

 

IMG-20200528-WA0001

 

 اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

 

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Mahamengetahui segala sesuatu. (Surah Annur QS. 24:35)

Sudah begitu lama saya familiar dengan ayat ini, ketika Ustazah selama jaman saya mondok dahulu selalu membacakan ayat ini ketika mengimami setiap shalat Subuh kami. Tetapi sudah begitu lama juga saya belum memahami maksud dan pengertian dari ayat tersebut. Sehingga datanglah moment “cahaya” tersebut, ketika saya mendapatkan rejeki untuk datang ke session Story Night: Whisper oleh Ustaz Nouman Ali Khan di akhir tahun lalu.

Ketika Ustaz Nouman bercerita tentang asal muasal penciptaan manusia oleh Allah Swt. dari sudut pandang Iblis. Beliaupun bercerita tentang fase-fase penciptaan manusia yang diawali dengan diciptakannya manusia dari tanah. Lalu diberikannya keseimbangan dalam setiap diri manusia untuk bisa membedakan mana yang haq dan yang bathil. Kemudian Allah Swt. menjadikan project penciptaan manusia sebagai nilai seni yang tinggi, dan menjadikan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Swt. yang paling indah. Lalu Allah Swt. pun meniupkan ruh-Nya kepada setiap insan manusia sebagai cahaya-Nya, untuk selalu membawa manusia kembali kepada fitrahnya, yaitu menuju kembali kepada Allah Swt. 

Cahaya di atas cahaya. Begitu kuatnya sinar yang dihasilkan ketika cahaya tersebut bertemu dengan cahaya lainnya. Sehingga memancarkan sinar cahaya yang selalu terang benderang, menyinari dari bumi bagian Timur menuju Barat, dan tidak pernah akan padam ditelan waktu. Ayat tersebut (An-Nuur QS. 24 : 35) menjelaskan bagaimana Allah Sang Pemberi Cahaya melalui Al-Quran yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw., sebagai bukti ucapan-Nya yang berfungsi memberikan cahaya atau petunjuk untuk setiap umat manusia. Lalu ketika cahaya tersebut berjumpa dengan cahaya lainnya, yaitu berupa ruh yang telah ditiupkan oleh Allah Swt. kepada setiap manusia, yang akan selalu membawa kembali menuju fitrahnya. 

 

IMG-20200528-WA0004

 

Lalu ada apa dengan perjumpaan cahaya diatas cahaya selama bulan yang penuh cahaya, Ramadhan? Seperti yang kita ketahui, bulan Ramadhan merupakan bulan dimana Allah menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai cahaya atau petunjuk untuk semua umat manusia. Maka moment Ramadhan kali ini merupakan “it moment” untuk kita jadikan perjumpaan cahaya diatas cahaya. Moment yang sangat tepat untuk kita jadikan titik kembali oleh diri kita untuk kembali kepada Al-Quran. Sehingga pada akhirnya perjumpaan cahaya diatas cahaya tersebut akan membawa kita kepada ke-fitrah-an manusia, moment dimana kita selalu kembali kepada Allah Swt. 

 

IMG-20200528-WA0002

 

Bukankah suatu kebetulan melainkan “hint” dari Allah Swt. telah mewahyukan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW di Jabal Noor, atau Gunung Cahaya? Karena turunnya cahaya tersebut di tempat yang penuh cahaya, ketika bulan penuh cahaya, dan diperuntukan kepada setiap insan manusia yang telah Allah hembuskan cahaya-Nya di dalam ruh-Nya.

 

IMG-20200528-WA0003

 

Semoga Ramadhan kali ini, menjadikan titik balik kita untuk kembali kepada Al-Quran. Karena pada akhirnya setiap bacaan Al-Quran akan menjadi sinar cahaya untuk kita ketika di alam Barzah nantinya. Aamiin yaa Rabbal Alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s