Resume Quran Talk | Quran & Me — M. Fikri Ibrahim (@qacjakarta)


Alhamdulillah, pada hari Rabu, 13 Mei 2020, 13.00–14.30 WIB, Bayyinah Indonesia bersama Komunitas NAK-ID dan QAC mengadakan Quran Talk #2: Quran & Me. Kali ini kami akan mengajak teman-teman untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Dan menggali betapa luar biasanya Al-Qur’an, serta kenapa dijadikan sebagai petunjuk manusia.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia … (QS Al-Baqarah, 2: 185)

Ide “Quran & Me” lahir dari ayat ini karena Al-Qur’an adalah petunjuk bagi setiap manusia.

Bukan hanya untuk dibaca tapi juga untuk menjadi petunjuk.

Semua manusia berhak untuk mendapat petunjuk, muslim dan non-muslim.


Kenapa Allah سبحانه وتعالى begitu menekankan pentingnya belajar Al-Qur’an?

1. QS Al-‘Alaq, 96:1–5

Wahyu yang pertama kali turun QS Al-‘Alaq: 1–5

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ — ١

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,”

Dari awal Allah memberikan wahyu dengan kata iqra = bacalah.

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ — ٢

“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”

Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk membaca, tapi Allah mengingatkan bahwa diri kita diciptakan dari sesuatu yang menempel (sesuatu yang tak ada artinya dan belum bisa apa-apa).

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ — ٣

“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,”

Jadi meskipun nantinya kita akan sekolah S1-S2-S3 menggunakan otak kita untuk berpikir dan memahami banyak hal, itu semua bermula dari setetes air lalu menjadi segumpal darah hingga bertumbuh membentuk fisik seperti tubuh kita ini. Masya Allah. Allah lah yang mengubah dan memuliakan kita, Dia paling tahu sesungguhnya kita ini siapa.

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ — ٤

“Yang mengajar (manusia) dengan pena.”

Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk membaca tapi Allah sendiri yang akan mengajarkan kita. Allah adalah guru bagi kita.

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ — ٥

“Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Allah lah yang mengajarkan apa pun yang dulunya kita tidak tahu. Jalurnya macam-macam: ada yang melalui orangtua, guru di sekolah dan perguruan tinggi, teman, komunitas, atau siapapun.


2. QS. Ar-Rahman, 55:1–3

Allah juga menggunakan kata ‘allamal dan kholaqo di QS. Ar-Rahman.

Allah sebagai guru mengajarkan kita dengan cara-Nya yang sangat unik.

Surat ini unik karena satu-satunya surat di antara 114 surat yang dimulai dengan Asmaul Husna dalam satu ayat.

Artinya surat ini penting.

Keunikan #1. Ar-Rahman akar katanya sama dengan Rahim.

Rahim merupakan organ khusus pada wanita yang memproses perubahan dari setetes air menjadi bentuk yang sempurna seperti yang kita rasakan ini. Masya Allah.

Ar-Rahman artinya Allah yang Sang Maha Penyayang. Allah sangaaat sayang pada kita.

Keunikan #2. Cara Allah memotong dan mengurutkan 3 ayat pertama

Ayat pertama اَلرَّحْمٰنُۙ — ١ lalu

ayat kedua عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ — ٢ dan

ayat ketiga خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ — ٣

Sebenarnya 3 ayat tadi bisa menjadi 1 kalimat kan ya, tetapi kenapa Allah pisah menjadi 3 potongan ayat?

Karena Allah ingin setiap kita baca lalu berhenti sejenak untuk mentadabburinya.

Lalu coba cek urutannya, Allah sebutkan “mengajarkan Al-Qur’an” dulu baru “menciptakan manusia,”.

Hmm, biasanya yang lebih dulu tahap yang mana? Belajar Al-Qur’an baru lahir atau lahir dulu baru belajar a-ba-ta-tsa?

Kita semua setuju bahwa diciptakan dulu baru belajar Al-Qur’an.

Tapi ternyata di surat Ar-Rahman, Allah bilang Allah mengajarkan kita Al-Qur’an dulu baru menciptakan.

Ini menunjukkan Al-Qur’an sebagai prioritas.

Keunikan #3. Pilihan kata di ayat pertama

Lalu hal menarik lainnya yaitu bahasa Arab guru adalah mu’allim. Tapi kenapa ayat pertama bukan Al-Mu’allim? Kenapa Allah gunakan kata Ar-Rahman?

Karena Al-Qur’an sangat spesial dan sangking sayangnya Allah ke kita, Allah gunakan salah satu nama-Nya untuk menunjukkan hal tersebut. Al-Qur’an adalah hadiah terbaik dari Allah untuk kita.

Ini berlaku juga bagi sesama manusia, hadiah terbaik dari orangtua untuk anak-anaknya adalah pendidikan yang berkualitas. Ini fitrah yang Allah turunkan pada kita. Alhamdulillah.


Tujuan Al-Qur’an

كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ — ٢٩

Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran. (QS Sad, 38: 29)

Di ayat ini Allah mengingatkan kita bahwa Al-Qur’an itu tujuannya untuk ditadabburi agar mendapat pelajaran.


Motivasi untuk Belajar Al-Qur’an

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا — ٢٤

Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci? (QS Muhammad, 47: 24)

Kalau kita gak tadabbur Al-Qur’an maka hati kita mati.

Apakah maksud hati yang mati?

Bukannya Allah gak memberikan hidayah kepada kita.

Hidayah itu banyak dan bertebaran, dari adzan, info kajian, ajakan sholat ke masjid, tapi kalau kita gak datang sendiri ya itu semua bakal lewat aja.

Itu artinya kita mengunci diri sendiri. Astaghfirullah.


Janji Allah untuk yang Belajar Al-Qur’an

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ — ١٧

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (QS Al-Qamar, 54:17)

Kemudahan ini sudah sangat dipastikan sama Allah.

Kata yang digunakan Allah di وَلَقَدْ يَسَّرْنَا menunjukkan bahwa ini sudah sangat dijamin oleh Allah.

Meskipun banyak yang bilang susah, harus banyak belajar ini itu, dsb.

Tapi kita harus yakin bahwa ini mudah.

Syaratnya adalah untuk mengingat Allah dan mengulang-ulang hidayah dari Al-Qur’an.

Semoga Allah kuatkan hati kita dan luruskan niat kita.


Janji Kemudahan Bukan Saja dalam Mempelajari Al-Qur’an.

Tapi di segala aspek, setiap perintah yang Allah berikan pada kita, semuanya itu baik bagi kita, untuk kebaikan kita sendiri.

Contohnya sejak pandemi Coronavirus baru digencarkan gerakan cuci tangan oleh WHO dan Kemenkes.

Dalam Islam?

Cuci tangan ini sudah menjadi bagian dari wudhu yang kita lakukan sehari-hari, dan ini perintah yang Allah turunkan pada kita 1400 tahun yang lalu.

Masya Allah betapa sayang dan pedulinya Allah kepada kita.

Lalu bertepatan dengan Ramadan, perintah puasa.

Ada berapa banyak penyakit yang Allah jauhkan dari kita karena kita berpuasa.

Jadi bukan hanya untuk menunjukkan kepatuhan kepada Allah, tapi ada begitu banyak manfaat di balik puasa sebagai bentuk rasa cinta Allah kepada kita.


Bagaimana Cara Memahami Al-Qur’an Padahal Kita Kan Bukan Orang Arab?

Al-Qur’an itu bukan tentang Arab dan non-Arab.

Poinnya bukan di sana.

Tujuan utama kita belajar bahasa Arab bukan untuk fasih bicara bahasa Arab tapi untuk memahami Al-Qur’an.

Jika kita sedang belajar bahasa Arab, kita akan menyadari betapa bahasa Arab itu presisi banget dengan maksud Allah.

Jadi alasan Allah memilih bahasa Arab di antara sekian banyak bahasa di dunia, agar meskipun kita non-Arab tapi kita bisa merasakan apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat rasakan.

Anggap saja perjuangan kita untuk memahami Al-Qur’an yang berbahasa Arab adalah jihad.

Semoga menjadi pahala kebaikan bagi kita.

Ada hadist yang menarik berhubungan dengan hal tersebut:

عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ »

“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

Apa yang kita dapat dari ayat ini?

Jangan pernah iri dan jangan pernah sombong dalam hal Al-Qur’an.

Karena mungkin saja Allah “suka” melihat kesulitan kita dan mau ngasih 2x pahala.

Jangan pernah merendahkan orang yang belum bisa, bisa jadi dia telah bersusah payah dan Allah berikan padanya 2x pahala. 

Sedangkan kita? Bisa jadi kita cuma 1x pahala.

Jadi kalau kita selama ini merasa kesulitan, jangan pernah bilang mungkin diri ini kurang beriman, atau Allah gak mau diri ini bisa memahami Al-Qur’an. No! Ingatlah Allah sangat sayaaang dan super baik sama kita, dan bisa jadi Dia telah menyiapkan 2x pahala untuk kita.

Semoga Allah meridhoi setiap usaha kita untuk lebih terhubung pada Al-Qur’an.

Sekarang sudah masuk 10 hari terakhir Ramadan.

Maka segeralah bertindak!

Waktunya Laylatul Qadr, lebih baik dari 1000 bulan.

Ikuti komunitas, kajian online tahsin atau tahfidz, iqra sampai tafsir.

Kejar! Jangan kasih kendor. Bismillah…


Kembali ke ayat di awal, QS Al-Baqarah, 2:185

Hidayah untuk semua manusia

Tidak ada batasan Al-Qur’an untuk kaum tertentu, misal hanya untuk ulama dan syeikh.

Al-Qur’an itu untuk semua manusia, muslim dan non-muslim, bahkan orang yang tidak tahu Islam sekalipun juga berhak.

Ingat syaratnya: niatkan untuk zikr.

Lalu lanjutan ayat tadi, Allah ingin memberikan kita kemudahan.

Dan kemudahan di sini dalam bentuk present tense (saat ini).

Salah satu kemudahan yang Allah kasih adalah ada Laylatul Qadr = pahala dan bonus yang banyak sekali.

Di akhir ayat, Allah menekankan bahwa tujuannya adalah agar kita bersyukur.

Jadi yakinlah teman-teman pasti ada hikmah di balik pandemi COVID-19 yang hadir di tengah Ramadan ini. Hikmah yang sangat banyak, kemudahan yang tak disangka-sangka dari Allah.

Tugas kita adalah selalu berhusnudzon pada-Nya dan tetap bersyukur.

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ — ٧

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS Ibrahim, 14:7)

Semangat ya teman-teman mengejar Laylatul Qadr, harus lebih kenceng usahanya dari ketika lihat sale 99%! Karena pahala kebaikan saat ini di-sale 1000 bulan.


Sesi Tanya-Jawab Quran Talk: Quran & Me

#Tanya1: Manakah yang lebih baik didahulukan, menghafal seluruh Al-Qur’an atau menghafal beberapa ayat dulu lalu memahami, mengamalkannya, dan mentadaburinya?

#Jawab:

Tiap orang berbeda-beda. Bisa mulai dari yang kita sukai atau yang sudah hafal dulu.

Ini bukan fatwa, tapi berdasarkan pengalaman.

Pelajari dari yang mudah dan niatkan untuk mengingat Allah dan mendapat petunjuk.

#Tanya2: Bagaimana tips untuk membagi waktu antara belajar Al-Qur’an termasuk tadabur Al-Qur’an, dengan belajar bahasa Arab atau ada tahapannya, misalnya lebih baik belajar bahasa Arab dulu atau belajar Al-Qur’an dulu?

#Jawab:

Tajwid mendukung semuanya.

Tahfidz juga mendukung semuanya, fungsinya untuk menempekan kosa kata.

Dengan belajar bahasa Arab, kita makin yakin tajwid dan tahfidz itu semakin penting.

Tidak ada yang mana dulu, berbarengan semuanya, paralel.

#Tanya3: Tolong bedah kata “لعلكم تشكرون” dari segi bahasa Arabnya lebih detail kak. Agar lebih ngena juga untuk kita, terima kasih.

#Jawab:

La’ala = semoga = supaya, berupa harapan tapi tidak ada kepastian.

Ramadan harus membuat diri kita merasa bersyukur.

#Tanya4: Mas, strong will orang-orang mau berjuang mempelajari Al-Qur’an itu biasanya apa saja? Barangkali bisa sharing, karena terkadang kita sering lupa dan semangat naik turun. Terima kasih.

#Jawab:

Buat survive kembali ke surga dengan selamat.

Anggap Al-Qur’an itu seperti oksigen.

Tidak ada pilihan tools lain untuk bisa bertahan di dunia selain dengan Al-Qur’an.

#Tanya5: Bagaimana agar belajar bahasa Arab terasa mudah dan istiqomah?

#Jawab: Niatkan belajar bahasa Arab untuk Al-Qur’an dan lillahi ta’ala.

#Tanya6: Untuk 10 hari terakhir ini kan tidak bisa itikaf, bagaimana cara membagi waktu yang efektif untuk belajar Al-Qur’an di rumah? Bolehkah diberi contoh materi-materi untuk memulai pembelajaran Al-Qur’an yang baik untuk pemula? Terima kasih.

#Jawab:

Alokasikan waktu: setelah Shubuh atau sebelum taraweh.

Mulailah dari hal yang sudah bisa, misal bisa dimulai dari Al-Fatihah.

Cari kajian yang sesuai dengan kebutuhan kita.

#Tanya7: Jika kita ingin belajar bahasa Arab, sebaiknya dimulai dari mana? Kalau tujuannya adalah untuk mempelajari Al-Qur’an.

#Jawab:

1. Luruskan niat

2. Ambil metode di sekitar kita yang paling kita percaya

3. Selesaikan yang sudah kita mulai. Komitmen!

#Tanya8: QAC ada buka kelas online untuk masyarakat Indonesia yang di luar negeri gak ya?

#Jawab:

Coba cek IG @qacjakarta dan komunikasikan dengan admin ya.

#Tanya9: Kalau baca tafsir paling sederhana namun tetap mengena di hati rekomendasinya apa ya mas Fikri?

#Jawab:

Kalau rekomendasi, seluruh dunia sudah tahu, yaitu Tafsir Ibnu Katsir.

Untuk yang kontemporer, coba cek: Tafsir Buya Hamka, meskipun jauh tahun 1960an tapi itu tidak sejauh Ibnu Katsir, jadi carilah yang sesuai konteks dan cukup dekat jarak tahunnya dengan kita.

Ada juga buku rangkuman 114 surat, yaitu Journey through the Qur’an karya Syarif Hasan al-Banna, rangkumannya disajikan dalam bentuk mind-map. Terjemahan dari bahasa Inggris.

Selain itu ada buku Tadabbur Al-Qur’an, karya Syaikh Adil Muhammad Khalil, penerbit Al-Kautsar. Best seller Timur Tengah.

Semakin dekat jarak tahun antara penulisan tafsir dengan kita insya Allah lebih terasa hubungan dengan kita.

#Tanya10: Adakah cara yang efektif bagi pemula, khususnya non-muslim untuk belajar Al-Qur’an? Terima kasih sebelumnya 🙏.

#Jawab:

Untuk non-muslim coba carilah lembaga Mualaf Center insya Allah ada program seperti itu.

Bisa cek web Mualaf Center Indonesia: http://www.mualafcenter.com/tujuan/


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Jazakumullahu khairan katsiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s