Dokumentasi Pekan Kedua Matrikulasi NAK-ID Batch 3


Kisi-kisi Video Pekan Kedua

Memahami Al-Qur’an adalah proses satu arah. Yaitu, dari Allah ke kita. Allah berbicara secara langsung kepada kita, melalui Al-Qur’an, dan kita mempelajari Al-Qur’an untuk mencoba memahami dan menangkap pesan-pesan-Nya itu.

Di titik ini, belum terjadi sebuah “percakapan” karena proses percakapan adalah two-way communication. Satu arah sudah ada, dari Allah ke kita. Arah yang satunya lagi belum ada: dari kita ke Allah.

Pekan kedua matrikulasi dirancang untuk membuat proses percakapan itu menjadi lengkap. Satu arah komunikasi yang masih kosong, kini terisi di pekan kedua, melalui doa. Pekan kedua dan pekan ke satu menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan: membuat percakapan atau komunikasi dua arah, terjadi.

Ada dua video tentang doa yang akan kita pelajari dan bahas di pekan kedua. Video pertama membahas beberapa aspek penting tentang doa. Video kedua berisi contoh doa yang Allah kabulkan, yang insya Allah menjadi pengalaman belajar yang menarik di pekan kedua ini.

Video pertama berisi begitu banyak hal yang indah tentang doa. Allah sudah mengantisipasi hamba-Nya untuk berdoa, terbukti dengan penggunaan kata idzaa atau when, bukan if. Allah subhanahu wa ta’ala. sendiri ingin dekat dengan hamba-Nya, tercermin dari kata ‘annii atau Me, bukan ‘annaa. Yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ. tentang doa, tidak perlu menunggu Rasulullah ﷺ. menjawabnya, karena Allah subhanahu wa ta’ala. sendiri yang akan meresponnya, terlihat dari frasa fa innii qariib.

Keindahan berikutnya adalah: doa tidak mengenal kriteria dan kualifikasi, siapapun boleh berdoa, tercermin dari frasa ujiibu da’wataddaa’i. Frasa ini juga membuat Ustaz Nouman takjub karena menyimpan makna: siapapun yang berdoa adalah orang yang spesial yang benar-benar Allah kenali, bukan seseorang “entah siapa” yang tak dikenal.

Yang ingin berdoa, tidak perlu menunggu “waktu luang” Allah. Berdoa bisa dilakukan kapan saja, idzaa da’aan. Whenever he/she calls.

Bagian ayat yang disukai Ustaz Nouman adalah falyastajiibuulii. Allah meminta yang berdoa supaya juga “mencoba” merespon permintaan Allah. Walyu’minuu bii menjadi penting karena Allah tahu persis apa yang sesungguhnya kita butuhkan. La’allahum yarsyuduun adalah klimaksnya: yang menguasai ilmu doa, insya Allah hidup mereka senantiasa lurus dalam bimbingan-Nya.

Video kedua berisi true story yang sangat menginspirasi. Tentang doa seorang laki-laki dari Mesir yang Allah kabulkan. Kisah ini terlalu indah untuk dibuat kisi-kisinya.


Referensi Video Pekan Kedua

  1. Doa – (12 menit)

2. Allah mengabulkan doa – (11 menit)


QnA Diskusi Pekan Kedua

ADAB DAN CARA BERDOA

Q1. Bagaimana cara berdoa yang baik dan benar sesuai tuntunan Rasulullah? Apakah menengadahkan tangan termasuk adab berdoa?

Answer:

  • Menghadap kiblat dan mengangkat tangan.

Dari Jabir radhiyallahu anhu, bahwa Nabi ﷺ ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam” (HR. Muslim).

Cara mengangkat tangan ‘Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma menceritakan bahwa Nabi ﷺ ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya” (HR. Thabrani). 

  • Memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi ﷺ.
  • Berdoalah dengan suara lirih. Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan “Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (QS Al Isra:110). 
  • Berdoa dengan khusyuk, merendahkan hati, dan penuh harap.
  • Memantapkan hati dan berkeyakinan Allah akan mengabulkan. Nabi ﷺ bersabda “Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan akan dikabulkan” (HR.Tirmidzi). Dan dishahihkan oleh Al Albani. 
  • Pahami makna doa yang kita baca agar kita sadar dengan apa yang kita minta. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi ﷺ bersabda “Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah (dari doanya).” (HR Tirmidzi). 
  • Mengulang-ulang doa dan merengek-rengek dalam berdoa misalnya orang yang berdoa “Ya Allah, ampunilah hamba-Mu, ampunilah hamba-Mu, ampunilah hamba-Mu yang penuh dosa ini. Ampunilah ya Allah, mengulang-ulang permohonan menunjukkan kesungguhan dalam berdoa, Ibnu Mas’ud mengatakan “Apabila Rasulullah ﷺ berdoa, beliau mengulangi 3 kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali.” (HR Ahmad, Muslim dan yang lainnya). 
  • Tidak tergesa-gesa agar segera dikabulkan, hindari perasaan bahwa kenapa doaku tidak dikabulkan atau kelihatannya Allah tidak akan mengabulkan doa aku. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan terburu buru dalam berdoa?” Beliau bersabda, “Orang yang berdoa ini berkata, “Saya telah berdoa, saya telah berdoa, dan belum pernah dikabulkan. Akhirnya dia putus asa dan meninggalkan doa.” (HR. Muslim dan Abu Daud). 
  • Berdoa di waktu-waktu dan tempat yang mustajab. 
  • Mengamalkan doa-doa yang ada di dalam Al-Qur’an, sebab doa tersebut adalah amalan yang dilakukan oleh para Nabi & Rasul sebelum kita, dan apabila kita perhatikan, kebanyakan doa yang ada dalam Qur’an selain bentuk doanya adalah untuk diri sendiri, namun juga dilengkapi dengan doa untuk orang lain, misal ibu, bapak, dan kaum mu’min.

Q2. Apakah boleh misalnya kita berdoa sambil nyambi? Misalnya sambil nyetir, ketika bosan menunggu, kita isi dengan doa. Doa apa saja, termasuk berdzikir. Bagaimana kalau berdoa di tempat yang kurang suci? Kadang-kadang kita baru terpikirkan ingin doa apa di waktu yang tidak tepat.

Answer:

QS. Ar Rahman:29, “Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya, setiap waktu Dia dalam kesibukan.”

  • Boleh, dan nabi pernah melakukan, ketika nabi sedang melakukan perjalanan dengan mengendarai unta. 
  • Boleh, asal bukan tempat seperti kamar mandi yang menyebut nama Allah saja tak boleh. Namun alangkah baiknya jika kita langsung segera memantaskan diri, kalau mau berdoa. Berdoa idealnya seperti kita sedang berhadapan dengan Allah, jadi pantesin dulu yang cakep. Pakaian bersih, suci (wudhu), pakai wewangian, seperti akan bertemu seseorang yang dinanti-nanti. 
  • Boleh sekali kita berdoa sambil menyetir karena ada doa khusus saat melakukan perjalanan, berdzikir merupakan usaha untuk mengingat Allah, tentunya sesuatu yang harus terus diamalkan. Diutamakan kita dalam keadaan suci karena menjaga wudhu juga termasuk adab dalam berdoa dan menjaganya ada keutamaannya sendiri. Jadi untuk kasus kita, meski ada keterangan boleh berdoa dimana saja dan kapan saja, alangkah baiknya kita berusaha mengikuti apa yang disyariatkan dalam berdoa karena mengejar keutamaannya, berbeda hal jika dalam keadaan darurat atau genting misal saja wanita haid atau saat sedang sakit  (kesulitan menggerakan badan untuk bersuci). 
  • Dzikir dengan hati itu disyari’atkan setiap saat dan di setiap tempat termasuk di kamar mandi dan tempat lainnya. Yang dimakruhkan di kamar mandi dan tempat kotor semisalnya adalah berdzikir dengan lisan. Hal ini dilarang dalam rangka mengagungkan Allah Ta’ala. Yang dikecualikan ketika di kamar mandi adalah membaca basmalah saat wudhu. Membaca basmalah di tempat tersebut dibolehkan ketika sulit berwudhu di luar kamar mandi. Membaca basmalah ketika wudhu itu wajib menurut sebagian ulama, namun dianggap sunnah muakkad oleh jumhur (mayoritas ulama). [Majmu’ Fatawa wa Maqolat Ibnu Baz, 5: 381].

Q3. Bagaimana pendapat teman-teman apabila kita menggunakan jurnal atau buku doa sebagai tools (dibaca atau menulis doa) dalam berdoa?

Answer:

  • Tidak masalah karena sangat bermanfaat. Alangkah baiknya menggunakan doa-doa yang sudah dicontohkan Nabi, dan salah satu caranya mungkin melalui buku doa tadi, sedikit demi sedikit dihafalkan dan dipelajari.
  • Tidak masalah, terlebih jika banyak doa yang bisa kita pelajari melalui buku doa tersebut. Jika sudah terbiasa membaca, insya Allah akan lebih familiar dan memudahkan untuk dihafal.

Q4. Apakah doa tidak perlu diucapkan secara spesifik karena Allah Maha Mengetahui? Atau disampaikan dengan detail? 

  • Doa yang terbaik adalah doa yang jawami’ul kalim. Singkat dan padat namun penuh akan makna yang mendalam.
  • Berdoa dengan spesifik bisa untuk ketika kita yakin betul akan kebaikan dari yang kita minta. Sementara jika tidak sepenuhnya yakin, berdoa tanpa detail sepertinya akan membuat kita merasa semakin meyakini ketetapan Allah, apapun itu adalah yang terbaik. Seperti kisah doa Nabi Ayub, Nabi Ibrahim, dan Nabi Sulaiman.
  • Penting meminta kebaikan untuk akhirat dulu, seperti ampunan, dan keberkahan, untuk semua hal duniawi yang kita minta. Karena kalau diberi hal duniawinya saja, tanpa keberkahan, tidak ada nilainya untuk akhirat kelak.
  • Prinsipnya adalah kita ‘mengemis’ kepada Allah. Jadi hadirkanlah mental seorang “pengemis” ketika sedang minta kepada Allah, merasa sangat butuh kepada Allah dan mengharap diberi oleh-Nya. Karena Allah lebih senang kepada hamba-Nya yang banyak meminta dibanding yang sedikit/yang tidak meminta sama sekali.

Q5. Salah satu hadits Rasul menceritakan tentang seorang musafir yang berdoa tapi di sisi lain makanannya haram, pakaiannya pun haram, maka Rasul berkata “Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?” Jika kita tanpa sengaja pernah mengkonsumsi yang haram, apa yang seharusnya kita lakukan agar zat haram tersebut tidak menghalangi kita dari dikabulkannya doa yang kita panjatkan?

Answer:

  • Segera bertaubat meminta ampunan dengan bersungguh-sungguh.
  • Beristighfar sebanyak-banyaknya karena kita ini manusia bodoh dan dzolimnya luar biasa.
  • Tinggalkan menjaga kedepannya agar tidak makan makanan haram lagi.
  • Kalau makanannya belum ditelan, bisa segera dikeluarkan. 
  • Banyak melakukan amal shalih setelahnya, membersihkan dan mensucikan diri dengan mengeluarkan sedekah, zakat maupun infaq. 
  • Jangan putus asa karena dosa, karena salah satu sifat Allah Maha pengampun.

AL-BAQARAH : 186

Q6. Di ayat 186 QS Al-Baqarah, NAK menyebutkan bahwa tidak ada syarat tertentu untuk menjadi seorang pendoa. Bagaimana kaitannya dengan adab-adab doa dan hal-hal yang tidak diperbolehkan terkait doa?

Answer:

Semua orang bisa menjadi pendoa. Siapa saja boleh berdoa. Meminta pada Yang Maha Memberi. Pun semua pendoa ingin doanya dikabulkan. Mungkin ini hikmah adanya adab berdoa. Ibarat kalau pendoa lain doanya itu lewat jalan reguler, sedangkan pendoa yang memperhatikan adab berdoa itu doanya lewat jalan tol. 

Dan mungkin dari kaca mata manusia, ini terlihat sebagai pengabulan doa yang lebih cepat. 

Tapi kembali lagi, hak Allah untuk mengabulkan doa, termasuk kapan dan bagaimananya. Bukan tugas kita untuk menakar-nakarnya. Selain itu, memperhatikan adab berdoa membuat pendoa lebih sadar hakikatnya sebagai hamba yang memohon. Dan itu bisa melembutkan hati sehingga pada akhirnya dirasakan oleh pendoa itu sendiri.

Adab seseorang berdoa pada Allah diantaranya seperti:

  • Setiap orang yang ingin berdoa hendaknya menghindari sebab-sebab tidak dikabulkannya doa
  • Berdoa disertai dengan menjalankan ketaatan, karena ini juga berpengaruh terhadap diridhoinya seseorang yang berdoa oleh Allah. Seperti yang terdapat pada Al-Baqarah ayat 186.
  • Berdoa dengan keyakinan akan dikabulkan, tidak jenuh berdoa, ikhlas dan tidak terburu-buru dalam berdoa. 
  • Salah satu hadist rasulullah menyebutkan bahwa, “Doa seseorang dari kalian akan selalu dikabulkan selama ia tidak minta segera dikabulkan dengan mengatakan ‘Aku sudah berdoa namun tak kunjung dikabulkan.” (HR. Bukhari)
  • Tidak meminta perkara yang diharamkan dan hal-hal yang tidak baik.

Hal yang tidak boleh yaitu doa yang jelek, atau melaknat/ bencana dan sejenisnya. Baik untuk diri sendiri, keluarga dll. Termasuk tidak boleh melaknat orang kafir. Doa yang di dalamnya tidak mengandung unsur dosa, kezaliman dan tidak ada unsur memutus tali silaturahmi. Artinya doanya yang baik-baik.

Q7. Bagaimana asbabun nuzul ayat 186 dari surat Al-Baqarah itu sendiri, hingga terkontekstualisasi dengan bulan Ramadan?

Answer:

  • Ayat ini turun berkenaan dengan datangnya seorang Arab Badui kepada Rasulullah ﷺ. yang bertanya: “Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat/memohon kepada-Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya?” Rasulullah ﷺ terdiam hingga turunlah ayat ini (QS 2:186). 
  • Menurut riwayat lain, ayat ini turun berkenaan dengan sabda Rasulullah ﷺ: “Janganlah kalian berkecil hati dalam berdoa, karena Allah telah berfirman Ud’uunii astajib lakum (QS. 40:60).”
  • Berkatalah salah seorang di antara mereka “Wahai Rasulullah, apakah Tuhan mendengar doa kita atau bagaimana?”. Sebagai jawabannya turunlah ayat ini (QS 2:186) 
  • Menurut riwayat lain setelah turun ayat Waqala rabbukum ud’uni astajib lakum (QS 40:60), para sahabat tidak mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk berdoa. Maka turunlah ayat ini (QS 2:186)

Q8. Apakah yang terkandung dalam QS. Al-Baqarah: 186 hanya berlaku untuk orang yang pernah berbuat salah/berdosa makanya Allah subhanahu wa ta’ala menahan doa itu? Karena seperti hamba Allah subhanahu wa ta’ala salah satunya adalah Uwais al-Qarni merupakan hamba yang sangat diijabah oleh Allah doanya.

Answer:

  • Ini berlaku untuk seluruh manusia. Selain Uwais al Qarni, ada juga Sa’d bin Abi Waqqash yang didoakan Rasul agar doanya diijabah Allah. Masya Allah, kalau dilihat dari ayatnya, seakan-akan menunjukkan bahwa Uwais juga Sa’d telah memenuhi perintah Allah, beriman pada Allah, dan berada dalam kebenaran.
  • Tidak hanya untuk orang yang berbuat salah/dosa saja. Allah berfirman: “Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa, apabila dia berdoa kepada-Ku.” Jadi Allah tidak mengatakan bahwa hanya akan mengabulkan permohonan orang ulama, alim dst.
  • QS. Al-Baqarah ayat 186 bersifat umum tidak hanya orang yang taat ataupun yang berdosa. Allah tidak menahan doa, tapi Allah punya waktu dan cara terbaik untuk mengabulkan doa seseorang. Jika doa belum dikabulkan, maka berpikiran positiflah terhadap Allah karena bisa jadi Allah ingin melihat ikhtiar kita terlebih dahulu. Allah mengabulkan doa bisa dengan cara memberi sesuai yang kita inginkan dan langsung dikabulkan, menangguhkan sampai waktu terbaik yang ditentukan dan memberikan lebih baik dari yang diekspektasikan, ataupun mengabulkan cara berbeda/mengganti dengan yang lebih baik menurut-Nya.
  • Salah satu kisah inspiratif mengenai berdoa seperti kisahnya Nabi Zakaria dan Nabi Ayub. Para nabi doanya bisa diijabah lama oleh Allah, karena Allah ingin menguji ketaatan kekasih-Nya dan memberi balasan terbaik diakhir. Uwais al Qarni sendiri meskipun dia hanya seorang manusia biasa namun Allah menyayanginya karena ketaatannya.

Q9. Di akhir kalimat dari ayat 186 surah Al-Baqarah disebutkan “agar mereka memperoleh kebenaran” Apakah kebenaran ini berkaitan dengan hikmah doa yang tidak langsung dikabulkan Allah?

Answer:

  • Jalur yang benar di sini berarti tetap menjaga komunikasi dua arah dengan Allah, dengan tetap menjaga ketaatan kepada Allah seperti tetap berdoa dan melakukan amal shaleh yang lainnya.
  • Karena kebenaran ini jadi kebutuhan dan tujuan utama kita selain atau mungkin dibandingkan dengan doa yang kita panjatkan.
  • Kebenaran yang dimaksud sepertinya adalah agar kita tetap berada di jalan yang lurus. Allah meminta kita untuk beriman, tetap percaya kepada Allah, baik doa kita dikabulkan atau dikonversi menjadi hal lain. Jadi istilahnya, Allah minta kita tetap beriman dan percaya agar kita tetap berada di jalan yang lurus bagaimanapun kondisinya.
  • Jika seorang muslim caranya berdoa penuh optimis, ikhlas tulus, penuh percaya Allah akan mengabulkan doanya, atau bahkan diberikan yang lebih baik, atau tidak dikabulkannya adalah yang terbaik, selalu husnuzon kepada Allah. Insya Allah hidupnya senantiasa penuh kebenaran. Karena sebelum itu ada kalimat “hendaknya mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku.”

DOA BELUM DIKABULKAN

Q10. Bagaimana caranya agar bisa tetap ikhlas dan ridho saat doa kita belum juga dikabulkan dan meyakini bahwa doa yang belum terkabul adalah jawaban terbaik? Hal apa saja yang membuat doa tak kunjung dikabulkan? 

Answer:

Ada 3 cara Allah mengabulkan doa kita yaitu: 

  • Allah berikan apa yang kita inginkan
  • Allah tidak berikan tapi Allah ganti di akhirat, Allah simpan untuk akhirat kita karena akhirat itu lebih baik bagi kita. 
  • Allah tidak berikan tapi Allah palingkan kita dari musibah yang senilai dari apa yang kita minta. 

Begitu sahabat mendengar penjelasan Nabi ﷺ, mereka langsung bergairah “Kalau begitu kami akan perbanyak doa ya Rasulullah.” apa kata Nabi kita ﷺ “Allah akan lebih banyak lagi mengabulkan doa-doa kalian.” 

Dari pemaparan di atas bisa diambil kesimpulan bahwa bukan doa kita belum dikabulkan oleh Allah tapi bisa saja Allah sudah mengabulkan doa kita dalam bentuk lain dari yang kita minta, seperti Allah menyiapkan untuk akhirat kita kelak atau Allah sudah palingkan kita dari musibah yang senilai dari apa yang kita minta. Jadi tetap berhusnudzon kepada Allah.

Doa adalah senjatanya orang mukmin, apapun yang terjadi itu sudah jalannya, tetap bersyukur

Hal apa saja yang membuat doa tak kunjung dikabulkan? 

  • Mengkonsumsi makanan dan harta yang haram. Allah berfirman “Wahai para rasul, makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal Saleh.”
  • Tergesa-gesa dalam berdoa. Nabi ﷺ bersabda “Akan dikabulkan doa kalian selama tidak tergesa-gesa”. 
  • Adanya hijab yang menutupi doa-doa kita yaitu dosa-dosa kita.
  • Allah memberi kesempatan untuk memperbaiki amalan yang masih banyak nodanya dan meluruskan niat untuk taat.
  • Tidak ikhlas lillahi ta’ala. Makna ikhlas di sini sangat luas, karena jika kita menilik Hadis Arbain dan Ensiklopedia Akhlak Salaf, hal pertama yang dibahas adalah niat dan keikhlasan.
  • Tidak yakin bahwa hanya Allah-lah satu-satunya yang mampu menolong dan mengabulkan doa. Di sini berarti termasuk menghindari syirik.

Q11. Bagaimana agar bisa ikhlas menerima takdir dan memiliki keyakinan yang kuat bahwa doa-doa kita akan terjawab? Bagaimana kita bisa tetap menikmati proses berdoa sementara urusan terasa makin sulit? Bagaimana cara meningkatkan keimanan saat doa belum dijawab?

Answer:

  • Allah berfirman “Berdoalah kepadaku, niscaya aku ijabahi doa kalian, sesungguhnya orang-orang yang bersikap sombong terhadap masalah ibadah (dengan enggan berdoa) kepadaku, mereka akan masuk ke neraka jahanam dalam kondisi hina.” (QS. Ghafir ayat 60). 
  • Ketika Allah memberikan janjinya melalui firman-Nya yang terdapat dalam surat Ghafir ayat 60 maka pasti Allah akan memberikan janji tersebut pada saat dan waktu yang terbaik menurutNya. Dengan janji Allah ini kita bisa ikhlas menerima takdir-Nya dan yakin doa kita akan diijabah oleh Allah. 
  • Cara ikhlas berdoa diawali dengan pengetahuan dan kesadaran kita tentang kehendak Allah. Kita tahu bahwa Allah tidak pernah mendzalimi hamba-Nya dan setiap ketetapan-Nya adalah yang terbaik. Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui, baik manfaat ataupun mudharat dari apa yang kita inginkan. Dari kesadaran inilah kita tanamkan keyakinan bahwa Allah mendengar dan mengabulkan doa dengan cara yang bisa dipahami manusia dan juga sebaliknya. 

Q11.1. Bagaimana kita bisa tetap menikmati proses berdoa sementara urusan terasa makin sulit? 

Answer: 

Menikmati proses berdoa itu dengan merasakan kita sedang berkomunikasi dua arah dengan Allah. Urusan semakin sulit adalah bentuk ujian kesabaran dan kepercayaan pada Allah, bisa jadi disinilah poin utama ujian tersebut.

Q11.2. Bagaimana cara meningkatkan keimanan saat doa belum dijawab?

Answer: 

Dengan tetap mempelajari dan mentadabburi Al-Qur’an, membaca kisah-kisah inspiratif para nabi dalam menyikapi masalah dan bagaimana cara mereka berdoa. Dengan begini bisa membantu diri supaya tidak futur.

Q12. Adakah amalan yang bisa mempercepat terkabulnya doa? Apa kriteria doa yang diterima?

Answer:

  • Semua amal soleh sebenarnya bisa jadi wasilah doa kita agar dikabulkan tetapi mungkin bisa dicoba shalawat setiap harinya atau dengan merutinkan membaca surah Al-Mulk.
  • Membaca shalawat setiap harinya dan rutin membaca surah Al-Mulk.
  • Puasa Daud.
  • Kriteria doa yang diterima: doa yang tidak mengandung unsur dosa, kedzaliman, dan memutus tali silaturahmi.

DOA DAN KONEKSI

Q13. Ketika jelas Allah berfirman bahwa Allah dekat, kenapa kita sebagai manusia masih sering merasa futur? Kira-kira hal apa yang menjadi penyebab futur meskipun sudah banyak berdoa dan bagaimana mengendalikannya? 

Answer:

Sebab-sebab munculnya penyakit futur: 

  • Hilangnya keikhlasan.
  • Lemahnya ilmu Syar’i.
  • Kecintaan hati yang besar kepada dunia dan banyak melupakan akhirat.
  • Fitnah (cobaan) berupa istri dan anak.
  • Hidup di tengah masyarakat yang rusak.
  • Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dalam meraih kebaikan.
  • Melakukan dosa serta memakan makanan yang haram.
  • Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).
  • Lemahnya iman.
  • Menyendiri, dan tidak mau bergabung dengan saudara seiman yang lainnya, saling tolong menolong dalam kebaikan.
  • Lemahnya pendidikan (tarbiyyah) imaniyyah.

Kiat mengobati penyakit futur: 

  • Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah ‘Azza Wa Jalla dalam menuntut ilmu.
  • Selalu bersama dengan teman-teman yang semangat dalam menuntut ilmu.
  • Bersabar ketika jiwa mengajak untuk berpaling dari ilmu.

Q14. Bagaimana memaknai dan terus menerus berdoa jika seolah semua kebutuhan sudah terpenuhi? Apa yang harus dilakukan jika kita tidak tau ingin berdoa apa kepada Allah? Apakah itu artinya kita tidak “connect” ke Allah?

Answer:

  • Baiknya diisi dengan istighfar, karena istighfar bisa melengkapi ibadah-ibadah kita yang kurang. Bahkan jika kita tidak punya banyak waktu untuk berdoa cukup diganti istighfar, itu sudah mewakili.
  • Dari kebiasaannya nabi dan para sahabat mereka banyak mengingat Allah, berzikir memuji-Nya, meminta ampunan terhadap dosa sadar ataupun secara tak sadar yang pernah dilakukan. Kalau dari konteksnya sebenarnya banyak yang bisa kita doakan, tapi mungkin saja hati kita terbiasa lalai dan hanya sadar ketika dalam ujian berupa masalah saja. 
  • Menanamkan “trust” kepada Allah. ketika sudah trust, mau dalam kondisi apa aja entah itu lagi senang ataupun sedih selalu mengadu ke Allah dulu karena kita yang butuh Allah.
  • Bersyukur pun termasuk bentuk dari doa, berterima kasih kepada Allah atas nikmat yang telah diberi dan kesulitan yang sudah terlewati. Berdoa supaya Allah ridha dan memberkahi kehidupan saat ini dan esok hari.

Q15. Bagaimana memaknai lebih dalam surah Al-Quraisy ini sehingga ketika Robert membacanya membuat semua yang mendengarkan menangis?

Answer:

Surat Al-Quraisy berisikan perintah agar kaum kafir Quraisy menyembah Allah atas nikmat makanan dan rasa aman yang mereka dapatkan dari Allah, sehingga bisa melakukan perjalanan. 

Kenapa sampai menangis ketika Robert Davilla membacanya? 

Karena perjalanan hidayah Robert Davilla yang tak terduga. Dia berada di tengah-tengah pemukiman Kristen yang jauh di Amerika, namun qodarullah mimpinya bertemu Rasulullah membawanya pada Islam. 

Seketika langsung semangat belajar sampai bisa membaca Al-Qur’an, meskipun punya keterbatasan fisik. Semula ia layaknya orang kafir Quraisy yang tak menyembah Allah, dalam waktu singkat ia menjadi pengingat semua kata dengan membacakan surat Al-Quraisy yang mengajak untuk menyembah Allah. Robert Davilla menunjukkan bahwa hidayah itu ada sekalipun nalar kita kadang tak bisa menjangkaunya.

MEMAHAMI PETUNJUK ALLAH

Q16. Ketika meminta petunjuk dalam memilih melalui doa, bagaimana kita yakin pilihan yang merupakan jawabannya? Bagaimana cara memahami petunjuk yang Allah berikan?

Answer:

  • Melaksanakan shalat istikharah disertai dengan berdoa. Nabi mencontohkan doa yang dikenal oleh banyak orang. Doa istikharah. Doa yang perlu sangat dimaknai ketika membacanya, karena doa tersebut berisi tentang puncak ketawakkalan seorang hamba.
  • Jawaban Allah bisa dari hati kita yang sebelumnya bingung untuk memilih jadi condong/yakin pada satu pilihan.
  • Allah akan memudahkan kita dalam menempuh pilihan yang dipilih baik jalannya ataupun informasi.
  • Menerima setiap pilihan yang Allah berikan sebagai jawaban terbaik dengan segala konsekuensinya. 

Q16.1. Bagaimana cara memahami petunjuk yang Allah berikan?

Answer: 

  • Isinya kemantapan akan jawaban tersebut dan kemudahan dalam menetapi pilihan tersebut.
  • Jawaban Allah bisa dari hati kita yang sebelumnya bingung untuk memilih jadi condong/yakin pada satu pilihan atau bisa juga lewat mimpi atau lewat kejadian-kejadian yang membuat kita semakin yakin pada satu pilihan.

Q17. Disebutkan oleh Ustadz Nouman Ali Khan, bahwa cara Allah berkomunikasi dengan kita adalah melalui Al-Qur’an. Bagaimana cara kita mendapatkan petunjuk dari Al-Qur’an?

Answer:

  • Mencari petunjuk melalui tadabbur ayat-ayat Al-Qur’an, lewat video Ustadz Nouman Ali Khan dan buku-buku.
  • Mencari petunjuk menggunakan analisis dan nalar.
  • Berdoa kepada Allah agar diberi petunjuk dan dimudahkan untuk memahami Al-Qur’an dan membaca buku tafsir.

Q18. Bagaimana caranya kita tahu bahwa kita berada di jalan yang benar? Ketika banyak khilaf diantara ulama bagaimana cara kita menanggapinya?

Answer:

Cara kita tahu berada di jalan yang benar dan bagaimana bersikap adalah dengan memiliki banyak referensi tentang syariat. Referensi bersikap paling utama adalah Al-Qur’an, kemudian didukung dengan berbagai tafsir dan dalil hadits. 

Para ulama ketika membuat suatu kesimpulan ataupun fatwa tentu dengan proses analisis dan pengkajian yang lebih detail. Jika ikhtiar ini masih terdapat khilaf, setidaknya kita sudah berusaha mendekati kebenarannya. Itulah yang dilakukan tidak hanya oleh para ulama tapi juga para sahabat sepeninggal nabi dulu. Mereka berdiskusi dan bermusyawarah kemudian dikembalikan pada kebenaran Al-Qur’an, supaya apa-apa yang disimpulkan dan diputuskan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an itu sendiri.

Selain itu ketika ingin memilih referensi atau rujukan dalil seperti hadis misalnya, kita berusaha teliti mencari hadist-hadist shahih dan minimal berderajat Hasan. Hindari hadist lemah bahkan palsu dengan lebih cermat. Kita ambil jalan yang banyak dipilih oleh ulama (jumhur ulama), InsyaAllah hal tersebut lebih mendekati kebenaran daripada jalan selainnya. 

Selain itu dengan banyak belajar dari guru-guru. Banyak perbedaan pendapat dari para ulama? Selama tidak bertentangan dengan Aqidah, perbedaan itu tidak menjadi masalah. 

Dan pendapat siapa yang kita ikuti? Pendapat ulama yang ahli di bidangnya. Sambil kita juga berdoa kepada Allaah agar dipertemukan dengan guru yang haniif. 

Pendapat lainnya, perlu kita pahami dulu bahwa ada doa yang paling sering kita minta, lebih dari 17 kali dalam sehari. Doa itu adalah “ihdinash shiratal mustaqim, shiratal ladzina an’amta ‘alaihim”.

Doa terpenting itu adalah doa agar Allah tetapkan pada jalan yang benar. Jalan al Mustaqim. Jalan yang definisinya adalah penuh dengan kenikmatan.

Apa jalan kenikmatan itu?

QS An-Nisa’ 4:69

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَۚ وَحَسُنَ أُو۟لَٰٓئِكَ رَفِيقًا 

Dan barang siapa mentaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

Jadi, cara kita mengetahui apakah ada di jalan kebenaran adalah tanyakan pada diri sendiri: sudahkah kita berada di jalannya para nabi?

Q19. Adakah doa yang salah dan dikabulkan? Jika ada, mengapa Allah kabulkan? Mengapa kita harus memohon (berdoa) jika tanpa diminta pun Allah pasti akan berikan yang terbaik untuk kita? Saya takut apa yang saya minta adalah bukan yang terbaik untuk saya.

Answer:

Bukankah Allah yang meminta kita untuk berdoa. Maka berdoa adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Berdoa itu bukan hanya tentang terkabulnya tapi di sana ada pahala, karena menjalankan perintah Allah. Asalkan kita berdoa mengenai hal-hal yang baik.

Kalau soal takut, bukan alasan untuk tidak berdoa, bukannya yang terbaik adalah apa yang Allah takdirkan, sehingga membiarkan doa tadi tidak terkabulkan dan Allah berikan ganti dengan yang terbaik.

Kalau yang dimaksud adalah doa mengenai perkara tak baik, maka ini jelas tidak dibenarkan. Hindari dan jangan sampai melakukan hal ini dalam apapun kondisinya, karena jelas Allah tak ridha dengan apa yang kita doakan. Memang Ada, karena Allah memiliki maksud dengan mengizinkan doa itu terkabul. Tapi apakah ini baik bagi si pendoa? Tentu saja tidak.

Doa adalah bentuk ikhtiar dan salah satu bentuk amalan/ibadah yang membuat kita bisa tetap terhubung dengan Allah dalam kondisi apapun. Sehabis meminta doa yang diinginkan, jangan lupa untuk meminta jawaban yang terbaik menurut-Nya. 

Ada, Allah kabulkan sebagai bentuk istidraj. (Istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.)

Terkabul/tidaknya doa merupakan ujian keimanan bagi kita. Apakah kita akan bersyukur ketika doa terkabul, dan apakah kita akan bersabar ketika Allah tidak memberikan apa yang kita minta. 

Berdoa terus. Karena kita tidak pernah tahu di doa keberapa Allah akan kabulkan doa kita.

AKU, DIA, MEREKA

Q20. Kisah Robert Davilla membawa inspirasi khususnya bagi umat muslim. Tapi bagaimana dengan agama lain yang menyembah patung dan penganutnya juga ada yang diberi ‘mukjizat’ di antara mereka sementara ia mengakui bahwa itu berkat Tuhan yang dia sembah? Namun dia tetap menjadi kafir? Apakah doa orang non muslim diijabah juga oleh Allah? 

Answer:

Bukan mukjizat, tapi tipu muslihat dengan setan. yang mana terkadang mereka melakukan perjanjian dengan setan. dan banyak orang yang menganggap itu adalah sebuah mukjizat, padahal bukan. Hanya salah satu cara setan untuk memperbanyak manusia yang sesat. 

Mukjizat itu hanya milik para nabi dan rasul, manusia biasa tak punya ini. Sesuatu yang mereka bilang mukjizat bisa jadi hanyalah tipu daya syaitan saja untuk menyesatkan manusia, karena bangsa jin memang memiliki kemampuan tertentu seperti sihir. 

Q21. Apakah doanya orang non-muslim kepada muslim tidak akan diijabah oleh Allah?

Answer:

Doa non-muslim diijabah Allah sebagaimana sifat Ar-Rahman Nya, bentuk keadilan Allah terhadap makhluk-Nya. Dan Allah cukupi kebutuhan mereka. Sedangkan doa yang diijabah dengan sifat Ar Rahim Allah hanyalah untuk mereka yang beriman dan taat.

Sulaiman bin Manshur al Jamal yaitu salah seorang ulama Syafi’iyah dalam hasyiyahnya mengatakan, kami menyanggah apa yang diutarakan, bahwa terkadang doa mereka diijabahi sebagai bentuk istidraj, sebagaimana permintaan iblis dikabulkan. (Futuhat Al Wahhab, 2/119).

Q22. Bagaimana cara menumbuhkan kebiasaan untuk mendoakan orang lain sebelum berdoa bagi diri sendiri? Mana yang lebih baik, berdoa untuk kepentingan diri sendiri atau kepentingan orang lain atau banyak orang?

Answer:

Menumbuhkan kebiasaan mendoakan orang lain bisa dengan memahami hadist berikut,

“Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama,” (HR. Muslim no. 4912).

Ketika berdoa dan berharap kebaikan untuk orang lain, manfaat dari kebaikan juga akan berbalik pada si pendoa. Mendoakan sesama salah satu bentuk keimanan dan kebersihan jiwa seorang muslim.

Keduanya baik karena itu semua anjuran nabi kita. Berdoa untuk diri sendiri, adalah wujud sabar dan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sementara mendoakan orang lain, kita juga bisa mendapatkan berbagai keutamaan dan kebaikan dari tiap doa untuk masing-masing orang yang kita doakan.

Q23. Bagaimana meyakinkan seseorang tentang begitu dekatnya Allah dengan kita?

Answer:

  • Memperkenalkannya dengan 99 nama Allah – Asmaul Husna
  • Meyakinkan seseorang dengan memberikan sharing berupa video-video kajian

LAIN-LAIN

Q24. Bagaimana dengan cara pandang orang yang percaya diri yang ketika menginginkan sesuatu dan berkata “Pasti aku bisa dapatkan itu”, lalu benar dia mendapatkannya. Dia melakukan dengan lisan. Apakah itu termasuk dengan doa?

Answer:

Belum tentu. Bisa jadi itu adalah istidraj.

(Istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.)

Ketika akan melakukan sesuatu atau menginginkan sesuatu, Al-Qur’an memberikan panduan dengan mengatakan kalimat insya Allah

QS Al-Kahfi 18:23

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَا۟ىْءٍ إِنِّى فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا 

“Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan itu besok pagi,”

QS Al-Kahfi 18:24

إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ وَٱذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰٓ أَن يَهْدِيَنِ رَبِّى لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا 

kecuali (dengan mengatakan), “Insya Allah.” Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.”

Yang lebih berbahaya adalah ketika mengatakan semua pencapaian itu adalah karena kemampuanku.

Ini adalah kalimat Qarun:

QS Al-Qasas 28:78

قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلْمٍ عِندِىٓۚ أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِۦ مِنَ ٱلْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًاۚ وَلَا يُسْـَٔلُ عَن ذُنُوبِهِمُ ٱلْمُجْرِمُونَ 

Dia (Karun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.

Q25. Pernah ada momen, saya memohon sesuatu kepada Allah, saya berdoa dan berdoa dan ketika saya naikkan usaha saya dengan bersedekah, sholat taubat, mengaji, kemudian baru berdoa kembali, itu seperti magic. Langsung dikabulkan doa saya beberapa menit setelahnya. Pertanyaan saya, dari pengalaman itu saya jadi berpikir, dikabulkannya doa juga ada faktor usaha untuk melakukan pendekatan kepada Allah, harus tulus dan sungguh-sungguh. Apakah betul seperti itu?

Answer:

Betul, ada kalanya doa langsung seketika diijabah, ada juga yang sekalipun usaha dan ibadah sudah maksimal ternyata kehendak Allah lain. Tetep nggak terkabul, itu berarti sudah masuk ke masalah takdir. Kalau sudah takdir harus tetap kita imani karena wajib buat kita percaya qadha dan qadar Allah.

Q26. Bagaimana dengan kita yang menginginkan sesuatu, dan hal tersebut selalu kita shalawati agar segera terkabul? Bukankah kita bershalawat untuk mendapatkan syafa’at Rasulullaah? Malah menghukuminya juga untuk mendapatkan sesuatu (di dunia)?

Answer:

Berdoa itu perlu dimulai dari mindset yang benar. Mindset yang benar adalah jika kita ingin dunia sebagai wasilah akhirat. 

Shalawat dalam doa dianjurkan sebagai bentuk cinta kita kepada Rasulullah dan mengingat keutamaan shalawat yaitu salah satunya lebih cepat mengabulkan doa

Dalam berdoa bahkan tidak hanya bershalawat tapi juga dianjurkan untuk memuji Allah dan bersyukur dulu sebelum kita memanjatkan doa yang diinginkan. Ini salah satu etika dalam berdoa yang di mana terdapat tauhid dan juga shalawat sebagai bentuk kecintaan pada Rasulullah. Niat bershalawat sebaiknya bukan untuk dikabulkan doa, tapi ikhlas karena kesadaran akan cinta Rasulullah.

Q27. Apa rahasia di balik doanya para nabi dulu sehingga langsung diijabah oleh Allah? 

Answer:

  • Berbicara tentang rahasia doanya para nabi yang langsung diijabah berarti kita harus mengikuti kebiasaan nabi. Seperti dengan menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh pastikan dari sumber yang halalan toyyiban. mencintai anak yatim, bersedekah gak tanggung tanggung jumlahnya, berdakwah dengan ikhlas lillah, sholat rutin sepertiga malam. Tidur setelah isya, menangis dan takut bila melakukan dosa dan segera memohon ampunan, bersegera melaksanakan ibadah dan amal shalih, dll.
  • Menjaga adab hati, dengan suara yang lembut, pengakuan bahwa beliau tidak pernah kecewa dalam berdoa hal ini menunjukkan keikhlasan dan ketundukan nabi atas kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala.
  • Belajar agar tidak berputus asa dan berani berdoa dengan menentang batas-batas logika.
  • Kunci doa seperti yang dijelaskan di banyak ayat Al-Qur’an dan hadist adalah ketaatan pada Allah. Karena kalau Allah ridha doa akan mudah dikabulkan. Para nabi dulu, doa mereka tidak selalu langsung terkabul karena Allah punya maksud lain dalam penundaannya. Yang kita perlu fokus adalah ikhtiar berdoa sedangkan urusan pengabulan itu adalah hak Allah.

Q28. Apakah ada yang punya pengalaman mimpi bertemu Rasulullah shalallahu’alaihiwassalam?

Answer:

Belum pernah.

Q29. Bagaimana dengan permohonan yang mana kita diminta daripadanya? Di surah Hud ayat 47, doa dalam ayat tersebut adalah memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari permohonan yang tidak kita kita ketahui hakikatnya.  

Answer:

Untuk QS Hud ayat 47, itu merupakan doa nabi Nuh ‘alayhissalam setelah sebelumnya beliau ditegur oleh Allah karena berdoa untuk anaknya yang tidak beriman. 

Dan dari sini kita belajar bahwa apa yang kita mohonkan, belum tentu ada dalam ridhonya Allah. Sehingga kita harus berlindung dari permohonan yang kita tidak tahu baik/buruknya itu. 


Quotes Diskusi Pekan Kedua

Hidup itu seperti domino, one act will lead to another. Ketika satu doa tertangguhkan, pasti ada nikmat yang menyusul dibaliknya. Kita sering mengacuhkan nikmat ini. Padahal kalau dihitung, mungkin nikmat yang Allah berikan jauh lebih besar daripada yang kita doakan. 

@⁨Aissa Mutiara Putri⁩

Doa terbaik adalah doa yang disebutkan dalam Quran. Karena itu adalah kalamullah. Allah sedang mencontohkan pada kita berbagai macam jenis doa. Lihatlah bagaimana orang-orang terbaik yang Allah potret dalam Quran berdoa, dan apa yang mereka minta.

@Abu Sa’id

Ketika jangka waktu shalat nya lebih pendek, biasa berdoa dengan yang diajarkan Rasulullaah, atau dari doa-doa pilihan di dalam Al-Quran. Ketika waktu shalat nya lebih panjang, semisal ketika tahajjud, biasanya saya menambahkan doa-doa lebih detail dengan bahasa saya sendiri. Ngalir aja seperti sedang curhat. 

@Liana Maharani

Ramadhan adalah saat yang paling tepat bagi kita untuk meminta solusi atas semua masalah dalam kehidupan kita. Dan cara kita berkomunikasi dengan Allah adalah lewat doa. Sedangkan cara Allah berkomunikasi dengan kita adalah melalui Quran. Jadi, setelah kita berdoa. Mulailah kita membuka lembaran Quran. Karena disanalah Allah sudah hadirkan semua solusi atas permasalahan dalam kehidupan kita. 

@Abu Sa’id

Allah tidak menahan doa, tapi Allah punya waktu dan cara terbaik untuk mengabulkan doa seseorang. Jika doa belum dikabulkan, maka berpikiran positiflah terhadap Allah karena bisa jadi Allah ingin melihat ikhtiar kita dulu. Allah mengabulkan doa bisa dengan cara memberi sesuai yang kita inginkan dan langsung dikabulkan, menangguhkan sampai waktu terbaik yang ditentukan dan memberikan lebih baik dari yang diekspektasikan, ataupun mengabulkan cara berbeda/mengganti dengan yang lebih baik menurut-Nya. 

@Rifka Afwani

Rasulullah ﷺ itu kekasih Allah subhanahu wa ta’ala. Allah begitu mencintai Rasulullah ﷺ sampe kedudukannya paling tinggi dibanding yang lainnya. Rasulullah ﷺ pun begitu mencintai kita sebagai umatnya bahkan sebelum kita ada beliau memohon ampun buat umatnya. Karena kecintaan beliau terhadap kita. Jadi sholawat dalam doa itu dianjurkan terlebih sebagai bukti cinta kita dan semoga dengan sholawat tersebut Rasulullah ﷺ pun turut ikut serta dalam doa kita untuk membujuk/merayu Allah. In syaa Allah. 

@Dina Hayati

Dia berada di tengah-tengah pemukiman Kristen yang jauh di Amerika, namun qodarullah mimpinya bertemu Rasulullah membawanya pada Islam. Seketika langsung semangat belajar sampai bisa membaca Al-Qur’an, meskipun punya keterbatasan fisik. Semula ia layaknya orang kafir Quraisy yang tak menyembah Allah, dalam waktu singkat ia menjadi pengingat kta semua dengan membacakan surat Al-Quraisy yang mengajak untuk menyembah Allah. Robert Davilla menunjukkan bahwa hidayah itu ada sekalipun nalar kita kadang tak bisa menjangkaunya.

@Neni

Jadi penting sepertinya meminta kebaikan untuk akhirat dulu, seperti ampunan, dan keberkahan, untuk semua hal duniawi yang kita minta. Karena kalau diberi hal duniawinya saja, tanpa keberkahan, tidak ada nilainya nanti untuk akhirat kita.

@⁨Ashri⁩

Umar bin Khatab juga pernah mengatakan ” Aku tak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan di kabulkan, sebab tiap kali Allah mengilhamkan hamba-Nya untuk berdoa maka Dia sedang berkehendak untuk memberi karunia, yang aku khawatirkan adalah Jika aku tidak berDoa.” Aku nangkepnya doa itu juga bentuk cinta Allah kekita. Ya Allah melting banget. Bagaimana Allah sedemikian detailnya sama kita.

@⁨Indah Wati Dewi Yusman⁩

Resume Diskusi Pekan Kedua

Berdoa adalah cara berkomunikasi dari seorang hamba untuk memohon secara langsung kepada Allah. Dalam berdoa, adab dan perilaku harus diperhatikan untuk memenuhi syarat dan kondisi terkabulkannya doa yang diucapkan.

Dalam sebuah hadis, dari Jabir radhiyallahu anhu, bahwa Nabi ﷺ ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam (HR. Muslim). Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma menceritakan bahwa Nabi ﷺ ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (HR. Thabrani). Hadis ini memberi tuntunan kepada kita bahwa adab yang baik ketika berdoa adalah dengan menengadahkan tangan.

Sebelum menyampaikan keinginan, kita bisa memulai doa dengan memuji Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang baik. Kemudian karena kecintaan kita pada Nabi ﷺ, kita bersholawat kepada Beliau. Memulai doa dengan memohon ampunan bisa kita lakukan karena dosa-dosa yang kita punya dapat menghalangi terkabulkannya doa. Sebelum berdoa kita merendahkan hati, menerima kekurangan yang pasti ada dalam diri seorang hamba, fokus dan khusyuk sehingga kita menunjukkan bahwa diri kita memiliki harapan yang penuh. Hati kita memang harus merasa mantap dan yakin bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa kita, sebagaimana Nabi ﷺ bersabda, “Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan akan dikabulkan” (HR.Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al Albani). 

Untuk meningkatkan kekhusyukan dan menambah keyakinan, kita harus menyadari apa yang kita minta. Kita bisa memahami makna doa dengan membaca terjemahannya, jika itu dibacakan dalam bahasa Arab. Memahami doa yang kita baca juga akan membuat doa kita terkabul karena kesadaran hati. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi ﷺ bersabda “Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah (dari doanya).” (HR Tirmidzi)

Selama menyampaikan permohonan, kita atur suara kita agar tidak terlalu keras atau pelan dalam berucap. Kita berdoa dengan suara yang lirih sesuai dengan kondisi dan situasi ketika berdoa. Kemudian, kita menyampaikan permohonan secara berulang-ulang dan tidak tergesa-gesa.

Ada banyak doa yang dapat kita panjatkan yang bersumber dari Al-Qur’an. Doa-doa indah itu adalah amalan para Nabi dan Rasul. Dengan membaca doa itu, kita telah mengikuti apa yang telah mereka lakukan. Nabi dan Rasul juga berdoa dalam waktu-waktu yang mustajabah untuk mempercepat pengabulan doa.

Dalam prakteknya, ketika berdoa, ada beberapa kondisi yang mungkin terjadi. Doa bisa dilakukan setiap saat. Hal ini karena doa adalah salah satu cara mengingat Allah. Sehingga kita berdoa kapan saja. Misalnya, ketika kita sedang berkendara. Namun juga kita perlu memperhatikan kondisi dimana doa yang diucapkan dengan lisan tidak sepatutnya dilakukan di saat-saat yang kurang baik, misalnya saat kita berada di kamar mandi.

Ada kalanya doa kita bersumber dari perkataan orang-orang terdahulu, namun kita belum hafal kata-kata itu. Maka kita bisa berdoa sambil membaca dari teks yang sudah disiapkan. Kita juga bisa menuliskan doa yang ingin dipanjatkan dalam jurnal atau buku doa, kemudian kita bacakan setiap kita berdoa. Jika sudah terbiasa membaca, Allah akan memberi kita kemampuan untuk menghafal dengan izin-Nya.

Bagaimana dengan isi doa itu sendiri? Doa terbaik adalah doa yang bersifat jawami’ul kalim, artinya doa tersebut singkat dan padat namun penuh akan makna yang mendalam. Berdoa secara spesifik juga bisa dilakukan untuk kebaikan yang kita yakini. Sementara jika tidak sepenuhnya yakin, berdoa tanpa merinci isi doa sepertinya akan membuat kita merasa semakin meyakini ketetapan Allah. Apapun ketetapan Allah, itu adalah yang terbaik, seperti kisah doa Nabi Ayub, Nabi Ibrahim, dan Nabi Sulaiman alaihumussalam.

Mengulang-ulang doa juga menjadi penting. Prinsipnya adalah kita “mengemis” kepada Allah. Kita menghadirkan mental seorang “pengemis” ketika berdoa kepada Allah, merasa sangat butuh kepada Allah dan mengharap pemberian-Nya. Allah lebih senang kepada hamba-Nya yang banyak meminta dibanding yang sedikit meminta atau yang tidak meminta sama sekali. Sikap mengemis ini juga berarti, kita tidak pernah berputus asa dalam berdoa kepada-Nya.


Semua orang bisa menjadi seorang pendoa. Dalam surat Al-Baqarah ayat 186, Ustadz Nouman Ali Khan menyebutkan bahwa tidak ada syarat tertentu untuk menjadi pendoa. Maka terkait dengan adab-adab dalam berdoa, setiap pendoa sebaiknya memenuhi adab-adab tersebut agar Allah kabulkan doa yang diucapkan.

Ayat ini turun ketika datang seorang Arab Badui kepada Rasulullah ﷺ dan bertanya, “Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat/memohon kepada-Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya?” Rasulullah ﷺ terdiam hingga turunlah ayat ini. Menurut riwayat lain ayat ini turun berkenaan dengan sabda Rasulullah ﷺ, “Janganlah kalian berkecil hati dalam berdoa, karena Allah telah berfirman Ud’uunii astajib lakum (Berdoalah kepadaku maka aku kabulkan untuk kalian)”.

Berdoa dilakukan oleh siapapun tanpa melihat perbuatan buruk yang telah dilakukan. Surat Al-Baqarah ayat 186 bersifat umum. Tidak berlaku hanya untuk orang yang taat ataupun yang berdosa. Allah tidak menahan doa, tapi Allah punya waktu dan cara terbaik untuk mengabulkan doa seseorang. Jika doa belum dikabulkan, maka kita berpikir positif terhadap Allah karena bisa jadi Allah ingin melihat ikhtiar kita terlebih dahulu. Allah mengabulkan doa bisa dengan cara memberi sesuai yang kita inginkan dan langsung dikabulkan, menangguhkan sampai waktu terbaik yang ditentukan dan memberikan lebih baik dari yang diharapkan, ataupun mengabulkan dengan cara yang berbeda atau menggantinya dengan yang lebih baik menurut-Nya.

Di akhir kalimat dari ayat 186 surah Al-Baqarah, Allah menyebutkan “agar mereka memperoleh kebenaran”. Kebenaran yang dimaksud, yang Allah lebih mengetahuinya, adalah agar kita tetap berada di jalan yang lurus. Allah meminta kita untuk beriman, tetap percaya kepada Allah, baik doa kita dikabulkan atau diberikan dalam bentuk lain. Allah ingin kita tetap beriman dan percaya agar kita tetap berada di jalan yang lurus bagaimanapun kondisinya. Hal ini karena sebelumnya, di ayat yang sama, Allah ingin kita memenuhi perintah-Nya dan beriman kepada-Nya.


Salah satu attitude yang harus kita miliki dalam berdoa adalah berprasangka baik (husnudzon) kapada Allah ketika doa kita belum dikabulkan. Termasuk dalah prasangka baik adalah menyadari bahwa tidak ada doa yang diabaikan oleh Allah. Allah menjawab setiap doa dengan tiga kemungkinan: Allah berikan apa yang kita inginkan, Allah tidak berikan tapi gantikan di akhirat; Allah simpan untuk akhirat kita karena akhirat itu lebih baik bagi kita, atau Allah tidak berikan tapi Allah palingkan kita dari musibah yang senilai dari apa yang kita minta. 

Ketika doa belum dikabulkan, ada beberapa kasus penyebab yang mungkin terjadi. Kita mengonsumsi makanan dan harta yang haram. Allah berfirman, “Wahai para rasul, makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal Saleh”. Kita tergesa-gesa dalam berdoa. Nabi ﷺ bersabda, “Akan dikabulkan doa kalian selama tidak tergesa-gesa”. Kita masih terhalangi dengan hijab yang menutupi yaitu dosa-dosa kita. Kita tidak ikhlas lillahi ta’ala. Kita tidak yakin bahwa hanya Allah-lah satu-satunya yang mampu menolong dan mengabulkan doa. Bisa terjadi pula, Allah ingin memberi kita kesempatan untuk memperbaiki amalan yang masih banyak kesalahannya dan meluruskan niat untuk taat.

Ikhlas dalam berdoa diawali dengan pengetahuan dan kesadaran kita tentang kehendak Allah. Kita tahu bahwa Allah tidak pernah mendzalimi hamba-Nya dan setiap ketetapan-Nya adalah yang terbaik. Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui, baik manfaat ataupun mudharat dari apa yang kita inginkan. Dari kesadaran inilah kita tanamkan keyakinan bahwa Allah mendengar dan mengabulkan doa dengan cara yang bisa dipahami manusia dan juga sebaliknya. Selain itu, kita bisa selalu mempelajari dan mentadabburi Al-Qur’an, membaca kisah-kisah inspiratif para Nabi dalam menyikapi masalah dan bagaimana cara mereka berdoa.


Ketika kita berdoa, kita sedang melakukan komunikasi secara langsung kepada Allah. Komunikasi ini membentuk koneksi tanpa perantara, hubungan langsung dua arah antara kita dan Allah. Hal ini bisa terjadi karena Allah sangat dekat dengan kita dan mencintai kita. Tetapi ada kalanya kita merasa futur, atau merasa malas atau keadaan yang membuat kondisi manusia menjadi kendor keimanannya.

Ada beberapa sebab kasus munculnya kondisi futur, diantaranya hilangnya keikhlasan, lemahnya ilmu syar’i dan pendidikan keimanan (tarbiyyah imaniyyah), kecintaan hati yang besar kepada dunia dan banyak melupakan akhirat, fitnah (cobaan) berupa istri dan anak, hidup di tengah masyarakat yang rusak, melakukan dosa serta memakan makanan yang haram, tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah), menyendiri dan tidak mau bergabung dengan saudara seiman yang lainnya untuk saling tolong menolong dalam kebaikan atau berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dalam meraih kebaikan.

Kita harus berusaha untuk menghilangkan rasa futur. Kita bisa mulai dengan meluruskan niat hanya untuk Allah dalam menuntut ilmu. Lalu kita bisa selalu bersama dengan orang-orang yang semangat dalam menuntut ilmu dan mendapatkan kebaikan. Pada akhirnya, kesabaran juga diperlukan ketika jiwa mengajak untuk berpaling dari ilmu.

Kondisi ideal kita dalam berdoa adalah tanpa rasa futur. Ini dilakukan agar apa yang kita minta akan selalu didengar dan kemudian dikabulkan Allah. Jika semua yang kita minta telah Allah kabulkan, kondisi hati yang merasa cepat puas bisa memperlemah hubungan atau koneksi kita dengan Allah. Ketika semua yang diinginkan telah terpenuhi, tidak berarti telah terputus hubungan kita dengan-Nya.

Kita harus selalu berdoa agar hubungan kita dengan-Nya selalu terjaga. Caranya bisa dengan selalu berdzikir, memohon ampunan dengan istighfar kepada Allah. Dari kebiasaan Nabi dan para sahabat, kita belajar untuk banyak mengingat Allah, berzikir memuji-Nya, meminta ampunan terhadap dosa yang pernah dilakukan secara sadar ataupun tidak. Termasuk kebaikan dalam berdoa adalah ketika kita selalu merasa senang meminta kepada Allah. Kesenangan ini menciptakan rasa syukur yang juga pada dasarnya termasuk sebuah bentuk dari doa. Kita berterima kasih kepada Allah atas nikmat yang telah Allah berikan dan atas kesulitan yang telah Allah mudahkan untuk kita lewati. 

Dan ketika koneksi kita kuat dengan Allah, hati kita akan mudah sekali menangis karena-Nya. Kisah Robert Davila yang menginspirasi bisa kita jadikan contoh. Robert menangis ketika membaca surat Al-Quraisy. Beliau teringat perjalanan hidayah yang tak terduga yang ia terima. Robert berada di tengah-tengah pemukiman Kristen yang jauh dari sentuhan Islam di Amerika, namun Allah izinkan ia bertemu Rasulullah dalam mimpi untuk membawanya kepada Islam. 

Beliau kemudian memiliki semangat mendalami ilmu Islam. Beliau belajar membaca Al-Qur’an. Beliau tidak menghiraukan keterbatasan fisiknya. Semula ia layaknya orang kafir Quraisy yang tak menyembah Allah, tapi dalam waktu singkat ia menjadi pengingat kta semua dengan membacakan surat Al-Quraisy yang mengajak siapapun pendengarnya untuk menyembah Allah. Robert Davila menunjukkan kepada kita bahwa hidayah itu ada sekalipun nalar kita kadang tak bisa menjangkaunya.


Kita berdoa setiap saat. Kita merasa Allah sudah memberi jawaban dari apa yang kita mintakan. Kemudian, muncul keraguan tentang jawaban tersebut, apakah itu yang terbaik untuk kita, apa hikmah di balik setiap jawaban dari doa-doa kita, dan berbagai keraguan lainnya. Maka respon terbaik dari setiap jawaban yang kita yakini datang dari Allah adalah dengan kembali berdoa. Karena pada dasarnya ketika kita ragu, Allah ingin agar kita kembali “bertanya” kepada-Nya untuk mendapat kemantapan hati.

Jika dihadapkan dengan pilihan, kita melakukan sholat istikharah agar Allah menuntun kita untuk memilih dan condong/yakin pada satu pilihan. Allah akan memudahkan kita dalam menempuh pilihan yang dipilih baik jalannya ataupun informasi. Kemudian kita menerima setiap pilihan yang Allah berikan sebagai jawaban terbaik dengan segala konsekuensinya. Dengan kata lain, kita ber-tawakkal kepada Allah.

Mempelajari Al-Qur’an juga bisa menjadi cara untuk memantapkan hati. Cara kita tahu berada di jalan yang benar dan bagaimana bersikap adalah dengan memiliki banyak referensi tentang syariat. Referensi bersikap paling utama adalah Al-Qur’an, kemudian didukung dengan berbagai tafsir dan dalil hadits. Beberapa ayat menjawab dan memberi solusi yang, setelah menganalisanya, kita mendapatkan pandangan terhadap masalah atau petunjuk Allah yang telah datang untuk permasalahan tersebut. Untuk memahami Al-Qur’an, kita mungkin membutuhkan bantuan dari orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih tentangnya dan kita bisa menanyakan kepada mereka. 


Berdoa adalah tidak hanya tentang diri kita sendiri, tetapi juga tentang orang lain. Kita berdoa untuk kebaikan diri, tetapi juga kita merasa ada kebaikan yang kita dapat dengan mendoakan orang lain.

Nabi ﷺ bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik). Di hadis yang lain, Nabi ﷺ juga pernah menyampaikan, “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama,” (HR. Muslim no. 4912). Memahami hadis-hadis tersebut menumbuhkan kebiasaan kita untuk mendoakan orang lain, yang dengannya kita juga akan mendapatkan balasan dari doa yang kita ucapkan.

Ketika berdoa dan berharap kebaikan untuk orang lain, manfaat dari kebaikan juga akan berbalik pada si pendoa. Mendoakan sesama salah satu bentuk keimanan dan kebersihan jiwa seorang muslim. Keduanya baik karena itu semua anjuran Nabi kita ﷺ. Berdoa untuk diri sendiri, adalah wujud sabar dan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sementara mendoakan orang lain, kita juga bisa mendapatkan berbagai keutamaan dan kebaikan dari tiap doa untuk masing-masing orang yang kita doakan.


Orang yang paling ijabah dalam doanya adalah para Nabi ﷺ. Mereka adalah orang-orang terdekat Allah sehingga apa yang mereka mintakan, Allah kabulkan. Tentu dengan adab dan attitude para Nabi ﷺ yang uswatun hasanah (teladan yang baik). Sebagai umat Nabi ﷺ, tentu kita ingin meniru kebaikan dan keteladanan beliau. Atas tujuan ini lah kita mengikuti sunnahnya. Pola pikir ini menjadi dasar dalam kita beradab berdoa.

Berbicara tentang rahasia doanya Nabi ﷺ yang langsung diijabah berarti kita harus mengikuti kebiasaan Nabi ﷺ. Seperti dengan menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh pastikan dari sumber yang halalan toyyiban (halal dan baik). mencintai anak yatim, bersedekah tanpa menghitung, berdakwah dengan ikhlas karena Allah, sholat rutin di sepertiga malam. Tidur setelah isya, menangis dan takut bila melakukan dosa dan segera memohon ampunan, bersegera melaksanakan ibadah dan amal shalih, dan lain sebagainya.

Nabi ﷺ menjaga adab hati, dengan suara yang lembut, mengakui bahwa Beliau tidak pernah kecewa dalam berdoa. hal ini menunjukkan keikhlasan dan ketundukan Nabi ﷺ atas kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala. Dari hal ini kita belajar agar tidak berputus asa dan berani berdoa dengan menentang batas-batas logika.

Kunci doa seperti yang dijelaskan di banyak ayat Al-Qur’an dan hadist adalah ketaatan pada Allah. Ketika Allah ridha, doa akan mudah dikabulkan. Para Nabi duhulu, doa mereka tidak selalu langsung terkabul karena Allah punya maksud lain dalam penundaannya. Hikmahnya, kita hanya perlu fokus dalam berikhtiar dan berdoa sedangkan urusan pengabulan itu adalah hak Allah.


Wallahu a’lam bish-shawabi 

-Tim Panitia Matrikulasi NAK-ID Batch 3-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s