[MFA2020] Kalimat Pertama – Ari Nagari


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang” (QS Al Fatihah [1] ayat 1)

Seringkali saya terbawa dan tergelincir dalam kehidupan dunia. Kadar iman yang naik turun, ditambah keseharian yang terisi kebiasaan buruk dan ego, memanipulasi saya untuk terperosok lebih dalam. Ketika hal itu terjadi, hati dan pikiran menjadi tidak tenang. Khawatir, apakah kali ini kesalahan saya masih dapat dimaafkan? Membuat asumsi sendiri, bahwa kali ini sudah terlalu jauh untuk kembali, kemudian berputus asa. Dalam keadaan akumulatif ini, saya cenderung menarik diri dari teman-teman. Sayangnya, justru dari teman-teman yang baik dan dekat dengan Islam.

IMG-20200511-WA0001

Berada pada kegamangan tanpa pegangan, semakin diperparah dengan pemahaman yang salah. Menganggap bahwa Allah adalah bos besar, dimana sebaiknya tidak merepotkan Beliau dengan urusan remeh temeh duniawi. Atau malah merasa malu untuk eskalasi masalah yang seharusnya saya pikir dapat diselesaikan sendiri.

Setiap kali itu juga, selama ini saya merasa masih terselamatkan. Membuat sebuah keputusan besar dengan memberanikan diri membuka buku yang berdebu di pojok lemari. Kalimat pertama pada buku ini menyambut dengan hangat dan penuh rasa sayang. Seketika saya merasa dirangkul erat dan dikuatkan bahwa semua bisa menjadi baik-baik saja. Buku itu, Kitab Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini. Kalimat tersebut adalah Bismillaahiirahmaanirrahiim, Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Saya sering lupa mengapa Bismillaahirrahmaanirrahiim selalu menjadi awal segala aktivitas. Saya melupakan esensi besar bahwa saya adalah ciptaan Allah. Allah yang Mengasihi dan Menyayangi setiap makhluk ciptaanNya.

Pernahkah kita menyayangi seseorang sehingga ingin selalu terlibat dalam segala sesuatu tentang dia?

Pernahkah kita mengasihi seseorang sampai ingin memberikan semua daya upaya yang kita punya untuk meringankan atau bahkan meniadakan bebannya?

Bayangkan sifat ini dalam skala yang paling besar dan dimiliki oleh Penguasa dan Pencipta Alam Semesta. Kita pun tak mampu membayangkan betapa tentram, aman dan damainya hidup ini dalam dekapan kasih sayang sebesar itu. Kita pun tidak sadar apa yang dapat diraih dengan dukungan kasih sayang sebesar ini.

Saya merasa teranugerahi dengan Bismillaahirrahmaanirrahiim, seperti pernah disampaikan oleh Ustaz Nouman bahwa Bismillah adalah hadiah dari Allah. 

IMG-20200511-WA0000

Saat kita mengucapkan “bismillaah“, atau hanya “bismillaah“. Kita sudah memanggil semua nama Allah; termasuk nama Allah yang sudah Anda pelajari dan yang takkan pernah Anda pelajari. Semuanya sudah terkandung di dalamnya. SubhanAllah. Dan itu adalah hadiah dari Allah (azza wa jall), saat kita menyebut “Bismillaahir-rohmaanir-rohiim“. – Ustaz Nouman Ali Khan

Penjelasan selengkapnya dari Ustadz Nouman Ali Khan dapat disimak melalui link berikut https://youtu.be/vE6hvupjFgw

___

Video referensi: https://youtu.be/vE6hvupjFgw

Ditulis Oleh: Ari Nagari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s