Untuk Apa Tikus Diciptakan?


Tadabbur Al-Baqarah 29

*****

Entah sudah berapa kali saya merasa berhutang kepada Ustadz Nouman. Karena telah membantu menemukan jawaban atas pertanyaan dan kegelisahan saya. Melalui lectures beliau.

Kali ini pertanyaannya berasal dari istri saya.

Berawal dari rasa sayang istri saya terhadap Abu Lahap. Kucing kesayangannya. Warnanya abu-abu, makannya lahap. Lucu. Menggemaskan. Loveable. Membuat kami bersyukur atas anugerah Allah yang indah ini. Sekaligus membuat istri saya pagi itu berpikir, selain ciptaan Allah yang indah, ada juga ciptaan-Nya yang menjijikkan. Maka keluarlah pertanyaan itu, “Untuk apa tikus diciptakan?”

Pertanyaannya ditujukan ke saya. Yang tiba-tiba melintas di pikiran saya saat itu adalah Ben. Lagu tentang tikus. Michael Jackson menyanyikan saat dia masih 14 tahun.

Tapi engga lah. Tidak mungkin Allah menciptakan tikus supaya tercipta sebuah lagu.

Lalu saya berpikir, mungkin Allah ingin kasih hiburan buat kucing. Supaya bisa main kejar-kejaran sama tikus.

Tapi saya juga engga yakin.

Maka saya mencoba connect dengan ayat-Nya.

Satu-satunya ayat yang langsung melintas di pikiran pagi itu adalah robbanaa maa kholaqta haadzaa baathilan. Tidak ada satupun yang Allah ciptakan, sia-sia. (QS 3:191)

Baiklah. Tidak sia-sia Allah menciptakan tikus. Tapi untuk apa?

Jawabannya belum memuaskan.

Tapi saya sudah melupakan pertanyaan itu. Tenggelam dalam arus kesibukan dunia.

Sampai akhirnya, saya mendengarkan Bayyinah TV. Di bagian A Deeper Look. Jawabannya ada di situ.

Huwalladzii kholaqo lakum maa fil ardhi jamii’an.

Dialah Allah yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu (QS 2:29).

Everywhere on this earth, there is something that you can benefit from.

That is for you.

This is a profound statement.

Ustaz Nouman bilang itu adalah ayat yang makjleb.

Really?

Segala sesuatu yang ada di dunia ini, diciptakan untuk manusia?

How is a mosquito created for me?

How are cockroaches created for me?

Nyamuk, kecoa, beneran tuh, diciptakan untuk manusia?

Explain that one to me.

Menurut Ustaz Nouman, pertanyaan serupa itu adalah pertanyaan favorit dari mereka yang ateis.

If everything is for me, then, no thanks, I don’t like bacteria.

🙂🙂

Or, I don’t want virus.

Bagaimana merespon pertanyaan seperti ini?

Tarik nafas panjang dulu.

Mundur satu langkah dulu.

Pelajari situasinya baik-baik.

The response to that is actually you have to take a step back and take a deeper look at what Allah ‘azza wa jalla is saying.

The idea of benefit for a materialist can only be material.

Mereka yang materalistis, hanya berpikir materi.

There’s no other benefit in their view because they become entirely materialistic.

Dzaalika mablaahuhum minal ‘ilm.

Itu lah kadar ilmu mereka (QS 53:30).

Mereka tidak lain hanyalah orang-orang yang menginginkan dunia.

Maka ilmunya jadi sebatas itu saja.

Jadi mereka bisanya cuma berpikir, bagaimana sesuatu itu secara fisik bermanfaat buat mereka.

In consumption, in my wealth, in my status, in my security, how is this material good for me?

That’s the only way they can think of benefit.

And that’s the tragedy of a human being who forgets that he’s not just made of a body, but he’s also made of a ruuh.

Kembali ke diri kita lagi. Apakah unsur tanah yang mendominasi, atau ruuh yang ada di driver’s seat.

There’s a benefit to the body, and there’s also a benefit to the ruuh, what Allah created on this earth.

Ciptaan Allah di muka bumi, ada yang bermanfaat untuk tubuh, ada pula yang bermanfaat untuk ruuh.

So much of it is a benefit to our body, so much of it is a benefit to our ruuh.

Bagaimana dengan hal-hal yang menjijikkan, yang mengerikan, yang juga ada di muka bumi?

There are things on this earth that terrifies.

There are alligators that terrifies.

Snakes, cobra are terrifies.

Buaya itu mengerikan.

Ular kobra, yang sempat viral belakangan ini, juga mengerikan.

Saat taringnya keluar, itu sungguh mengerikan.

They’ll petrify you. Membuatmu kaku dan membatu.

These things are a reminder to believers.

If Allah can create this kind of fear on the earth.

If I disobey Him, what kind of fear can He create in the akhirah?

What kind of punishment can He make in the akhirah?

Di dunia aja mengerikan.

Bagaimana dengan kengerian yang akan kita jumpai di akhirat (semoga tidak, ya Allah), jika kita tidak menaati-Nya?

When there is something you find disgusting in this world.

You find snail is disgusting.

Ya. Siput itu menjijikkan.

Cockroach is disgusting.

Kecoa juga menjijikkan.

If you think this ugliness or this insect, this creature that is surrounded by filth and you hate it, you can’t stand it, you’re, and the smell of it, you look at this ugly things, you’re reminded, in this world, that Allah ‘azza wa jalla, just like in this world He gives you a snapshot, a little picture of jannah, He’ll also give you a little picture of jahannam.

Yang menjijikkan, yang dikelilingi oleh kotoran, sampah, dan najis, adalah sebuah preview dari Jahannam. Sebagaimana Allah juga menghadirkan keindahan dan kelezatan di dunia ini, sebagai preview dari Jannah.

He’ll tie physical reality to spiritual reality.

He’ll do that for you over and over again.

Harusnya kita berpikir bahwa ada kaitan antara realitas fisik dan realitas spiritual. Allah mengaitkan kedua hal itu, dan mengulang-ulangnya di Al-Qur’an.

So even things that don’t physically benefit you, they are still a good reminder for you.

Mungkin ciptaan Allah itu tidak bermanfaat secara fisik, tapi sungguh bermanfaat secara spiritual, sebagai pengingat.

Inna fii dzaalika latadzkirotan.

The world, everything in it, is actually a matter of benefit.

Segala sesuatu di dunia, ada manfaatnya.

Whether it’s directly of benefit, like the animal, the skin of the animal, and the flesh of the animal, milk of the animal, the ride of the animal, there is so much of the animal that has benefit.

Ada manfaat yang bersifat fisik seperti kulit binatang, dagingnya, susu. Bisa juga dijadikan tunggangan seperti kuda dan onta.

Ada juga binatang yang we can’t eat or consume karena mereka itu beracun atau berbahaya.

Jika tidak bermanfaat secara fisik maka manfaatnya bersifat spiritual.

And since the human being is both of these things, physical and spiritual, so Allah ‘azza wa jall created this earth to benefit both parts of our existence.

The physical part of our existence.

And the spiritual part of our existence.

Manusia terdiri dari komponen fisik dan spiritual.

Semua ciptaan Allah di bumi bermanfaat untuk kedua komponen itu.

Shubuh tadi, Ustaz Nurul yang menjadi imam di salah satu masjid di komplek kami, membaca paket satu halaman Al-Qur’an. Surah Al-Baqarah 25-26 di raka’at pertama, lalu ayat 27-29 di raka’at kedua.

Ini adalah utang saya yang lain ke Ustaz Nouman. Membuat salat saya beda rasa.

Semoga Allah mudahkan untuk terus mempelajari ayat-ayat-Nya. Supaya lebih connect saat berdiri di hadapan-Nya.

 

Source:

Bayyinah BTV, Al-Baqarah 29-30 A Deeper Look

 

oleh : Heru Wibowo, NAK INDONESIA

One thought on “Untuk Apa Tikus Diciptakan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s