Resume Story Night Whisper Jakarta 3A


Jika kita ditanya, serangan bisikan iblis ke Adam itu tujuannya apa, mungkin kita menjawab: supaya Adam juga terusir keluar dari surga.


Jawaban yang masuk akal.
Tapi Al-Qur’an tidak pernah bilang begitu. 


Ini dia kata Al-Qur’an. _Liyubdiya lahumaa maa wuuriya ‘anhumaa min saw-aatihimaa_ (QS 7:20). Bukan ‘supaya Adam dan Hawa terusir keluar dari surga.’ Bukan itu. Tapi supaya ‘apa yang menutupi tubuh mereka, terbuka.’ 
Supaya aurat mereka tersingkap. Supaya tampak kejelekan _(ugliness)_ dari diri mereka. Supaya pakaian mereka terlepas.
_What in the world does that mean?_
Apa makna dari terbukanya aurat itu?
Kita lihat lagi ayatnya lebih utuh. _Fa waswasa lahumasysyaithaanu liyubdiya lahumaa maa wuuriya ‘anhumaa min saw-aatihimaa._ Iblis berbisik ke mereka supaya aurat mereka terbuka.
Apa poinnya?
Di ayat sebelumnya kita sudah belajar bahwa iblis itu _humiliated_. Diturunkan pangkatnya, diusir, dalam keadaan terhina. 
Salah satu aplikasi Al-Qur’an mengartikan _mad-huuroo_ sebagai _expelled_. Terusir atau terbuang. 
Ini mengingatkan penulis akan mantra _’Expelliarmus!’_ dalam serial Harry Potter. _Expellere_ dalam bahasa Latin berarti ‘dipaksa keluar’. 
Allah menciptakan manusia dalam keadaan _basyar_. Kulit manusia terlihat. Tidak seperti beruang atau gorila. Tubuh kita tidak tertutup bulu. Tubuh manusia tidak tertutup rambut semua. Dengan desain Allah seperti ini, manusia harus menutupi kulitnya sendiri. Itu sifat alami kita. _We feel honored when we are clothed._ Kita merasa terhormat ketika pakaian melekat di badan. 
Iblis terusir dan terhina. Dan dia tahu, manusia akan kehilangan kehormatannya saat pakaiannya tersingkap. Iblis juga tahu bahwa kalau manusia tidak taat sama Allah, manusia juga akan bernasib sama dengan iblis. 
Iblis ingin manusia ikut merasakan apa yang dirasakan iblis. 
Iblis sudah dibikin _humiliated_. Manusia juga harus dibuat _humiliated_. Dan wujud _humiliation_ manusia adalah: terbuka pakaiannya.
Ayahanda kita semua, Adam ‘alayhis salam, punya tubuh yang paling indah. Ini tidak bisa dipungkiri. Karena semua manusia yang pernah lahir di dunia adalah produk genetika dari Adam dan Hawa. Tapi kata yang digunakan Allah di sini adalah _saw-aat_. Artinya: _ugliness_. Kejelekan atau keburukan rupa. 
Kenapa begitu?
Karena tubuh manusia yang indah itu, saat terbuka dengan cara yang tidak diridhai Allah, itu sungguh-sungguh buruk. _It’s physically beautiful but spiritually ugly._ Secara fisik mungkin indah, tapi secara spiritual sungguh-sungguh buruk. 
Tersingkapnya aurat menghancurkan jiwa seseorang. Meskipun orang itu mungkin tampak indah dalam gambar, mata kita mungkin melihat keindahan, tapi jiwa kita hancur berkeping-keping. 
Pekerjaan iblis adalah: mengekspos _human’s animalness._ Sifat kebinatangan manusia. Ini persis, klop, dengan apa yang pernah dibahas sebelumnya. Iblis memandang kita _nothing more than an animal_. Iblis berhalusinasi bahwa manusia itu tidak lebih dari binatang. Iblis hanya mengakui unsur _mud_ kita saja. Iblis menafikan unsur _balance_ dan _ruuh_. 
Iblis ingin kita melihat diri kita dengan kacamata dia. Iblis ingin kita juga yakin bahwa kita hanyalah tanah. Bahwa kita ga punya _balance._ Bahwa kita ga punya _ruuh._
_Maa nahaakumaa robbukumaa ‘an haadzihisysyajaroh.__Illaa an takuunaa malakayni awtakuunaa minalkhoolidiin._(QS 7:20)
Iblis mulai melancarkan provokasi. Iblis bilang pohon terlarang itu adalah tiket supaya Adam dan Hawa jadi _permanent residents_ di surga. Atau supaya berubah jadi malaikat. Makanya Tuhan melarang Adam mendekati pohon itu. 
Itu kata Iblis.
Kipas iblis menari-nari. Tiupan anginnya terhembus ke Adam, “Kan Allah bilang, elo berdua tinggal sementara di surga. Tinggal sementara ya, tinggal se-men-ta-ra. Bukan selamanya. Makanya elo dilarang mendekati pohon itu. Karena kalo elo mendekati pohon itu, hmmm, tau ga elo, pohon itu bisa bikin elo tinggal di surga selamanya. Se-la-ma-nya!”
Bukan iblis namanya kalo berhenti berbisik.
“Mikir dong. Mikiiir! Siapa sih yang mau, sudah enak-enak tinggal di surga, eeeh trus disuruh ninggalin?”
“Elo berdua pingin tinggal di surga selamanya kan?”
Bisikan-bisikan Iblis masuk ke kepala Adam. Sehingga akhirnya Adam berbisik pada dirinya sendiri, “Aku ingin tetap tinggal di sini. Aku ingin tinggal di sini selamanya.”
Iblis mendatangi kita begitu halusnya. Seakan-akan bisikannya adalah buah pikiran kita sendiri.
“Kenapa Allah sampai melarangku mendekati pohon itu?”
“Apa rahasia di balik pohon itu? Keabadian di surga?”
Pikiran-pikiran seperti itu sebenarnya bisa dihentikan. Jika Adam mengingat dan melakukan _muroja’ah_ terhadap kata-kata Allah: _laa taqrobaa haadzihisysyajarota fatakuunaa minazhzhoolimiin._
“Jangan kalian berdua mendekati pohon ini karena akan termasuk orang yang zhalim.”
Adam ‘alayhis salam mungkin lupa mengulang-ulang ayat itu.
Adam justru punya pertanyaan dan pikiran yang negatif.
Dan menyimpan pikiran-pikiran itu untuk dirinya sendiri.
_He kept the thoughts for himself._
Padahal Adam kan bisa tanya sama Allah.
“Ya Allah, jika aku mendekati pohon itu, apakah aku akan menjadi _permanent resident_ di surga?”
Allah pasti juga akan menjawab pertanyaan itu, kan?
Tapi pertanyaan itu tidak diajukan. 
Persis seperti sebuah nasihat yang pernah diterima penulis:
“Tidak ada pertanyaan yang buruk. Pertanyaan yang buruk adalah pertanyaan yang tidak jadi ditanyakan.”
Adam menyimpan pertanyaan-pertanyaan itu untuk dirinya.
Padahal ‘aksi simpan’ di kepala itu bahaya.
Karena akan memunculkan ‘realitas semu’.
Sebuah ‘realitas’ yang hanya ada dalam alam pikiran kita sendiri. 
Adam benar-benar mendekati pohon terlarang itu. Meski tersedia milyaran pohon lain yang semuanya halal. 
Terima kasih ayahanda kami, Adam.Terima kasih Allah.Kami bisa memetik pelajaran yang berharga.
Jika kita punya _evil thoughts_ (pikiran-pikiran jahat). _Please_ jangan disimpan. Bicarakan. Ungkapkan. Sampaikan ke Allah. Mintalah petunjuk Allah. Biarkan Allah menuntun kita. Karena apapun yang kita pikirkan, selalu ada jawaban dari-Nya.
Apapun pikiran kita, pikiran yang salah apalagi, Allah selalu siap untuk menuntun kita. Menyingkirkan pikiran-pikiran yang negatif itu. 
Apapun. Pikiran apapun. Semua jawabannya sudah ada di Qur’an. Pedoman yang paripurna.
Terima kasih ayahanda kami, Adam.Terima kasih Allah.Masih ada pelajaran penting lainnya. 
Pohon yang terlarang, cuma satu. Yang halal, tak terbatas _(infinite)_. Jannah disebut ‘jannah’ karena tertutup kebun. Semuanya tertutup pepohonan. Dan semua pohon di jannah itu halal. Yang ga boleh didekati cuma satu saja.
Iblis berhasil meyakinkan Adam. Pelan tapi pasti. Membuat semua pohon di surga tidak menarik buat Adam. Yang menarik cuma satu: pohon terlarang.
Padahal Adam as sudah mendapatkan segala-galanya. Surga yang penuh kenikmatan.
Tapi bisikan iblis berhasil mempengaruhi Adam.
Sehingga semua pohon yang lain terasa membosankan.
Bisikan iblis berhasil mempengaruhi Adam.
Sehingga satu-satunya hal yang terlarang berubah menjadi satu-satunya hal yang bikin Adam senang.
Bisikan iblis berhasil mempengaruhi Adam.
Sehingga semua pohon yang dihalalkan, tidak bisa bikin Adam senang.
Masih ingat iblis bilang ke Allah, “Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur?” 
Waktu itu, baru sesumbar.
Tapi saat Adam ‘kena’, iblis mulai membuktikan sesumbarnya.
Bisikan iblis berhasil mempengaruhi Adam.
Sehingga miliaran pohon itu tidak cukup untuk Adam. Adam butuh pohon yang lain. Adam butuh pohon yang beda.
_Fadallaahumaa bighuruur_. (QS 7:22)
Iblis membujuk Adam dan Hawa dengan tipu daya _(deception)._ 
“Yang ga boleh itu kan dekat-dekat ke pohon, ya kan? Ga boleh mendekati pohon itu kan mungkin maksudnya ga boleh nyentuh kan ya? Aku cuma berdiri di sini saja kok. Cuma bayanganku aja yang nyentuh pohon. Akunya sendiri ga nyentuh pohon kok.” 

😃
😃

“Oke, oke. Pohonnya kesentuh. Ga sengaja. Tapi aku ga makan kok.” 

😃
😃

“Oke, oke. Aku cuma jadi _tester_. Lagian kan buahnya jatuh sendiri. Buah itu kan terlepas dari pohonnya ya. Berarti kan ga dihitung pohon kan ya? Udah jatuh terlepas berarti _technically_ udah bukan bagian dari pohon itu lagi kan ya?” 

😃
😃

Kita ngomong ama diri kita sendiri bahwa kesalahan kita tidak salah-salah amat.
Ini menarik loh. Allah tidak bilang, “Jangan makan dari pohonnya.”
Allah bilang, “Jangan dekati pohon itu.”
Ini penting karena Allah ingin supaya kita benar-benar serius mencegah sesuatu yang buruk sebelum keburukan itu benar-benar terjadi.
Seperti halnya Allah bilang, “Jangan dekati zina.” (QS 17:32)
Mendekati pohon itu membuat pakaian mereka terlepas.
Mereka jadi _humiliated._
Mendekati zina juga membuat pakaian kita terlepas.
Kita jadi _humiliated._
Ada kesamaan diantara keduanya.
Apa poinnya? 
Buat manusia, satu langkah mendekatinya, tidak terasa sebagai sebuah kesalahan. Kita berpikir, hanya satu langkah. Meski kita tahu langkah itu mendekat ke yang haram. Tapi kita tetap berpikir begitu: cuma satu langkah. Pikiran yang ditiupkan iblis. 
Ada yang ngirim teks via WhatsApp, sesuatu yang kurang pantas untuk dikirim.
Atau melakukan _posting_ di instagram, sesuatu yang lebih dekat ke yang haram.
Lalu berpikir, “Apakah ngetik pake dua jari lalu pencet _’send’_ atau tekan _’Enter’_ itu haram?”
“Apakah menggerak-gerakkan jari di atas hape itu haram?”
“Salah saya apa?”
“Mungkin aku salah, tapi itu kesalahan kecil, kan?”
Begitulah, dan memang begitu. Kita bisa belajar membaca polanya. Bagaimana iblis melancarkan tipudayanya.
Sehingga kita bergerak satu langkah lagi.
Lalu setelah itu bergerak satu langkah lagi.
Lanjut terus,  satu langkah lagi.
Makin dekat ke yang haram.
_Fadallaahumaa bighuruur. He got them by deceiving them._ Adam dan Hawa ‘kena’. Iblis berhasil menipu mereka berdua. Tipuan yang halus. Mengarahkan keduanya sedikit demi sedikit. Menganggap kesalahan bukan sebagai masalah yang besar _(not a big deal)_. 
Bentar ya, ada yang menarik nih.
Merhatiin ga, Ustadz _jumping_ ke ayat 22, setelah ayat ke-20.
Ayat ke-21-nya kemana?
Resume Oleh Heru Wibowo

7 thoughts on “Resume Story Night Whisper Jakarta 3A

  1. Assalamuallaikum, saya suka sekali resume ini, tapi ada beberapa pertanyaan yang ingin saya diskusikan? Apakah boleh bertanya di platform ini? Mungkin ada yg bisa bantu jawab ehehe terima kasih

    Like

      1. Ehehe terima kasih sblmnya, sebnernya bukan nanya yg essential sih, jadi saat nabi Adam as dibujuk rayuan iblis itu, nabi Adam as bisa liat iblisnya atau bisikan kayak kita? Soalnya kan iblis udh diturunkan terlebih dahulu, lalu apakah ada surah atau hadist yg menjelaskan kenapa Allah melarang selain yg dijelaskan di resume itu? Terima kasih hehe maaf jika pertanyaannya gajelas

        Like

  2. Coba buka surat Taha:120.
    Allah SWT berfirman:

    فَوَسْوَسَ اِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَا لَ يٰۤاٰدَمُ هَلْ اَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى
    fa waswasa ilaihisy-syaithoonu qoola yaaa aadamu hal adulluka ‘alaa syajarotil-khuldi wa mulkil laa yablaa

    “Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
    (QS. Ta-Ha 20: Ayat 120)

    Like

Leave a Reply to Nur'azizah Inayati Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s