Mencari Ilmu (Perjalanan Ibnu Abbas Mencari Ilmu) – Omar Suleiman


Hari ketika Nabi (ﷺ) wafat, Ibnu Abbas (رضي الله تعالى عنه) berkata, “Aku punya teman dari kaum Anshar.”

Dia berkata, “Aku pergi menemuinya dan aku berkata kepadanya.”

“Ayo kita pergi sekarang kita tanyai semua sahabat Nabi (ﷺ).”

Karena mereka semua ada di sini sekarang, semua sahabat kembali (ke Madinah). Karena beberapa dari sahabat banyak dari mereka yang pergi keluar dalam futuhat. Mereka keluar untuk penaklukan wilayah dan hal-hal semacam itu. Mereka tersebar. Tetapi ketika Nabi (ﷺ) wafat, mereka semua kembali.

Ibnu Abbas (رضي الله عنه) berkata, “Sekarang kita bisa menanyakan semua pertanyaan kita. Sekarang kita bisa mendapatkan segalanya.”

Teman Ibnu Abbas yang juga berusia 13 tahun, dia bilang, “Dengar, mereka tidak punya waktu untukmu.”

Dan dia berkata, “Mengapa kita tidak bermain dengan merpati saja?”

Karena dulu mereka biasa bermain dengan merpati. Sebelum ada xBox dan PS3, apa pun itu. Ya kan? Mereka dulu biasa bermain dengan merpati. Subhanallah… itulah yang biasa dilakukan anak-anak terdahulu.

Imam Malik (رحمه الله) mendapat masalah ketika dia masih kecil. Ayahnya marah padanya karena dia sering bermain dengan merpati.

Jadi dia berkata, “Mengapa kita tidak bermain dengan merpati saja?”

“Mengapa kita membuang-buang waktu pergi dan bertanya kepada para sahabat?” dan seterusnya.

Ibnu Abbas (رضي الله عنه) mengatakan, (تركته) “Aku meninggalkannya, ‘Aku tidak membutuhkanmu lagi.'”

Ibnu Abbas (رضي الله تعالى عنه), dia berkata, “Aku akan pergi ke pintu rumah para sahabat.”

(فأضع الرداء وأنام على باب)

“Dan aku akan menempatkan jubahku, aku menanggalkan pakaian atasku, Aku membentangkannya di depan pintu dan aku akan tidur di depan pintu rumah mereka.”

Dia berkata, (فتصريه تراب عليّ)

Dan dia berkata, “Angin akan meniupkan debu ke sekujur tubuhku. Anda tahu, aku tidur di depan pintu dan debu berterbangan ke sekujur tubuhku.”

Dan dia berkata, “Para sahabat, mereka akan membukakan pintu,” dan mereka akan menemukan Ibnu Abbas (رضي الله عنه) tidur di depan pintu. Lalu mereka akan mulai membersihkannya, dan mereka akan mengatakan, (نحن نعطيك يا ابن العم رسول الله)

“Kami akan datang kepadamu, wahai sepupu Nabi (ﷺ), katakan saja pada kami, kami akan datang.”

“Kau tidak harus seperti itu, kau tidak perlu menghinakan diri atau tidur di depan pintu.”

Dan kemudian Ibnu Abbas (رضي الله تعالى عنه), dia mengatakan sesuatu yang menjadi model bagi para pencari ilmu.

Dia merespon dan dia berkata,

(العلم هو الّذي يؤتى)

(العلم هو الّذي يؤتى اليه)

“Ilmu itu dicari.”

“Ilmu itu, (لا يأتي), tidak datang kepadamu, kamu yang harus datang kepadanya.”

Subhanallah… Pernyataan itu ada di setiap buku yang ditulis dalam sejarah Islam di dalam (فضل العلم والعلماء) di dalam “Keutamaan IImu dan Orang-orang Berilmu”, Anda selalu menemukan pernyataan itu, dan itu menjadi model bagi para pencari ilmu.

Subhanallah… Bahkan di abad-abad awal itu menjadi pernyataan yang diingat. (العلم هو الّذي يؤتى)

“Kau harus mendatangi ilmu. Ilmu tidak akan datang kepadamu.”

Dan begitu Ibnu Abbas (رضي الله تعالى عنه) jelas saat dia pergi ke semua sahabat ini, subhanallah, dia menghormati mereka, meskipun dia adalah seseorang yang seharusnya dihormati juga. Dia seorang sahabat yang hebat. Dia berasal dari keluarga Nabi (ﷺ). Dan dia adalah seorang yang berilmu. Tapi lihat apa yang dia lakukan!

Zaid bin Tsabit (رضي الله عنه) yang tidak jauh lebih tua darinya, sekitar 8 tahun lebih tua dari Ibnu Abbas (رضي الله عنه). Dia seorang pria muda. Intinya adalah dia tidak seperti seorang syeikh. Dia tidak seperti lelaki tua.

Zaid bin Tsabit (رضي الله تعالى عنه) berusia 21 tahun, 22 tahun, tetapi Ibnu Abbas (رضي الله عنه) melihat dia datang, dan Ibnu Abbas (رضي الله تعالى عنه) dia mengambil kendali kudanya atau untanya, dan dia mulai menurunkannya, melayaninya. Iya kan?

Dan Zaid bin Tsabit berkata kepadanya, (لا تفعل)

“Jangan lakukan itu, wahai sepupu Nabi (ﷺ).”

“Kau tidak harus melakukan itu.”

Dan Ibnu Abbas (رضي الله عنه), dengarkan bagaimana dia merespon, katanya, (هَكَذَا أُمِرْنَا أَنْ نَفْعَلَ كُبَرَائِنَا وَ بِعُلَمَائِنَا)

“Ini adalah bagaimana kami diperintahkan untuk memperlakukan orang tua dan para ulama kami.”

Dia mengatakan kepada Zaid bin Tsabit, “Kau adalah ulamaku, kau adalah syeikhku, aku harus memperlakukanmu seperti ini.”

Lalu Zaid bin Tsabit (رضي الله عنه) berkata, (ارفع اليّ يدك)

“Berikan tanganmu.”

Lalu Zaid bin Tsabit mengambil tangannya dan dia mencium tangannya dan dia berkata, (هَكَذَا أُمِرْنَا أَنْ نَفْعَلَ بِأَهْلِ بَيْتِ نَبِيِّنَا)

“Ini adalah bagaimana kami diperintahkan untuk memperlakukan keluarga Nabi (ﷺ).”

Jadi Subhanallah. Ada pertukaran kerendahan hati di antara para pemuda ini. Mereka memahami nilai ilmu dan nilai kerendahan hati.

Dan Ibnu Abbas (رضي الله عنه) dia biasa merenungkan hal itu. Dia berkata, “Aku merendahkan hatiku sebagai seorang murid dan itulah mengapa aku dihormati sebagai guru.”

Dan apa yang terjadi pada temannya itu? Ibnu Abbas (رضي الله عنه) berkata, “Ketika saya menjadi terkenal, dia sering berjalan, dia biasa duduk dan melihat majelis ilmu itu.”

Seperti seseorang yang serius dengan sekolahnya dan yang lain seperti “Hah, jangan khawatir!”

Dan kemudian orang ini seperti seorang dokter yang sangat sukses sekarang dan menjadi bagian dari komunitas. Ya kan? Lalu Anda punya seorang yang lain yang bekerja di rumah sakit, tapi dia seperti hampir saja tidak dan dia melihat ke dokter dan dia seperti, “Oh, apa yang aku lakukan? Apa yang aku lakukan dengan diriku sendiri?”

Jadi Ibnu Abbas (رضي الله عنه) mengatakan, “Teman itu, dia sering datang, dia sering melihat majelis ilmu itu, dan dia sering berkata, (!هذا الفتى كان أعقل مني).”

Dia berkata, “Pemuda itu lebih tahu daripada aku.”

“Dia lebih pintar daripada aku.”

Subtitle Transkrip oleh Darul Arqam Studio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s