Berbicara Buruk Terhadap Orang Yang Melayani Agama – Mufti Menk


Kadang kita cenderung sangat kasar dengan lidah kita. Kita ucapkan perkataan yang tidak benar dan salah mengenai mereka. Saya bicara tentang mereka yang melayani Islam pada umumnya. Anda harus hati-hati berbicara mengenai mereka. Anda harus menjaga mulut Anda, karena kadang penyebab mengapa mengalami kutukan di dunia ini karena kita telah mengucapkan perkataan buruk terhadap mereka yang menjadi teman Allah dan sebagai akibatnya kita menderita.

Jadi berhati-hatilah. Jaga lidah Anda! Tidak ada perlunya untuk mengucapkan perkataan buruk bahkan di antara kita sendiri. Kita nilai hati orang lain; orang ini melakukan hal ini karena alasan itu. Bagaimana Anda bisa tahu? Anda mungkin saja menderita karena hal itu. Bukan karena mereka mengutuk Anda, namun Allah yang temanNya adalah mereka, tidak suka terhadap apa yang Anda lakukan pada temanNya.

(مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ) (Hadis)

Nabi (ﷺ) bersabda, “Sesiapa saja, yang telah menyakiti salah satu temanku, aku menyatakan perang terhadap orang itu.”

Allahu akbar. Anda menyakiti dengan kata-kata, dengan pernyataan. Dan saya telah melihat orang-orang tertentu, benar-benar terpuruk hanya dalam hitungan hari akibat perkataan atau perbuatannya. Terpuruk begitu dalam sehingga bahkan tidak tahu apa sebabnya. Kadang mereka tidak mengerti, dan mereka tidak akan mengerti apa yang menimpanya.

Mereka pikir, “Ini karena masalah ini, itu.”

Bukan itu. Seseorang datang untuk meminta nasihat saya, dan mengatakan saya punya masalah ini dan itu.

“Saudaraku, ada beberapa pertanyaan yang harus Anda tanyakan pada diri Anda.”

“Sudahkah Anda membayar zakat dengan benar?”

“Apa maksud Anda? Anda pikir saya akan memakan zakat?”

Saya berkata, “Tidak. Saya tak mau tahu jawabannya.”

“Tanya diri Anda dan jawablah pada malam hari ketika Anda sedang sendiri.”

“Periksalah bagaimana Anda menghitung zakat dan bagaimana membagikannya.”

“Apakah sudah terdistribusikan?”

Kedua: “Bagaimana hubungan Anda dengan Sang Pencipta?”

Ketiga: “Pernahkah Anda menyakiti teman Sang Pencipta (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى)?”

“Apakah Anda bicara buruk tentang orang-orang?”

“Apakah Anda berpikiran negatif setiap kali bertemu seseorang yang Anda kira buruk?”

“Jika itu benar, maka mungkin itu masalah Anda.”

“Tapi itu tidak ada hubungannya dengan masalah yang sedang saya hadapi ini.”

“Tidak. Mungkin saja itu masalahnya.”

“Mungkin Allah telah mengumumkan perang terhadap Anda. Anda tidak tahu saja.”

“Tapi Allah itu Ghafuurun rahiim, Dia Maha Pengampun.”

“Allah memang Maha Pengampun, tapi dosa Anda bukan antara Anda dengan Allah, tapi antara Anda dengan pihak ketiga, dan pihak ketiga itu tidak bersifat Ghafuurun rahiim.”

Saudaraku semua, saya mohon Anda semua untuk membersihkan hati Anda. Dan demi Allah, ini harus dibuang darinya, su’udzon. Su’udzon adalah salah satu penyakit paling berbahaya yang bisa Anda derita.

Su’udzon artinya berburuk sangka. Anda bertemu seseorang, berpikir dia berpakaian begini karena dia seperti itu. Anda bertemu seorang wanita memakai rok mini, Anda berpikir dia seperti PSK. Pikiran itu sungguh kotor! Sungguh kotor! Kalaupun demikian, lalu apa hubungannya dengan Anda? Itu kenyataannya.

Jika kita menilai orang, “Orang ini sangat buruk, karena dia berpakaian begini.”

Apa?!

Atau Anda melihat seseorang memasuki klub malam, pikiran pertama seharusnya adalah, paman ini datang ke klub malam untuk mengeluarkan seseorang dari situ. Itu adalah pikiran yang baik.

Umumnya orang berkata, “Saat ini banyak orang jahat.”

Pikiran itu sendiri sudah buruk! Anda paham maksud saya? Bahkan jika mereka pergi ke klub malam untuk melakukan apapun perbuatan dosa, lalu apa hubungannya dengan Anda? Pernyataan Anda, bisakah membuat mereka masuk surga?

Allahu akbar, Allahu akbar. Saya ingin mengingatkan Anda. Pernyataan Anda takkan menolong mereka untuk masuk surga, tapi bahkan menghilangkan kesempatan Anda untuk masuk surga. Itu masalahnya.

Jadi, jika Anda sucikan hati Anda, ini hanya akan memperbesar kesempatan Anda untuk masuk surga. Surga tidak diperuntukkan bagi mereka yang hatinya kotor, saudaraku. Cintai sesama hanya demi Allah saja, dan itulah surga Anda. Kita membutuhkan saudara-saudariku, kita semua, termasuk saya, perlu mensucikan hati kita. Tidak cukup hanya bersua dan berbalas senyum, sedangkan hati masih kotor.

“Tidak. Anda tahu orang ini, dia orang yang busuk, dia bajingan, dia begini dan begitu.”

“Apakah dia sudah mencuri uang Anda?”

“Jika tidak, maka diamlah!”

“Tidak, dia mencuri uang orang lain.”

“Uang orang? Anda menyebarkan rumor, Anda bahkan tak tahu cerita dari kedua pihak.”

Jangan membenci seseorang karena cerita orang lain. Umumnya ini tidak ada hubungannya dengan Anda. Jika Anda memang ingin berhati-hati terhadap seseorang.

Seseorang berkata, “Jika ingin berurusan dengan orang ini, Anda perlu lebih berhati-hati.”

Ini bukan pernyataan yang buruk, hanya peringatan yang mengatakan, “Hati-hati! Saat ini orang-orang pada umumnya… Anda perlu lebih hati-hati karena ada kecenderungan umum bahwa orang-orang tidak memenuhi apa yang telah mereka ucapkan.”

Jadi jika itu untuk mengingatkan seseorang maka berbeda urusannya. Namun memiliki hati yang kotor dan persepsi buruk tentang orang lain, akan menjauhkan Anda dari surga. Dan surga adalah sesuatu yang harus saya dan Anda perjuangkan. Demi Allah, jangan kehilangan fokus.

Subtitle Transkrip oleh Darul Arqam Studio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s