Adab Salat: Sapi & Gajah – Mufti Menk


Ada seorang lelaki yang menunaikan salat, dia bukan pengunjung tetap masjid, tapi dia sudah taubat dan datang ke masjid. Jadi dia tiba saat salat fajar. Lelaki ini masuk ke masjid untuk subuhan, Dia berdiri, lalu imam mulai membaca surat Al-Baqarah. Oke…

Dia membaca surat Al-Baqarah. Surat ini indah dan panjang, Anda tahu surat Al-Baqarah sangat panjang. Sementara berdiri, lelaki ini berpikir, “Imam ini membaca surat panjang sekali.” – Nah, salah satu keluhan terhadap masjid para imam yang saya cintai, yang memimpin salat, jangan terlampau panjang dalam salat Anda. Lakukan saja yang disuruh sunnah dan pahami, sadarilah bahwa memanjangkan salat Anda kadang menyurutkan keinginan makmum yang masih lemah untuk kembali datang.

Jadi jika Anda berdiri, membaca dengan indah, mikrofonnya juga bagus, dan masya Allah semua lancar, cuaca juga bagus, Anda terus memanjangkan bacaan. Ada “kelompok” surat Al-Baqarah di belakang, Anda tahu. Anda harus ingat mereka masih agak lemah.

Jadi ini satu keluhan terhadap masjid. Maka santailah, tenanglah sedikit. Lebih baik membaca surat yang lebih pendek, sehingga mereka akan datang kembali. Dan jangan membaca dengan cepat, cara semacam ini menghina Allah.

Saat tarawih di masjid, banyak di antara imam, membaca surat seperti pesawat Concorde. Makanya mereka menghentikan pesawat Concorde sekarang, Anda tahu itu? Concorde dilarang, dihentikan, tidak ada lagi. Semua Concorde masih ada, namun dimuseumkan. Karena pesawat ini terlalu kencang.

Kita memiliki salat Concorde. Alhamdulillah… nggggggggggggggggggg… dalliiin. Apa itu? Anda menghina Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى)! Sebaiknya bacalah surat yang pendek dengan jelas, daripada surat panjang tapi tak jelas. Itu hinaan terhadap Allah.

Siapa bilang Anda harus menamatkan Alquran? Menamatkan Alquran adalah sunnah Rasul, dan sangat bagus, tapi tidak dengan mengorbankan kecepatan. Jangan pernah lakukan Ingat itu.

Ini saya tujukan kepada imam yang memimpin di masjid. Mereka berkata, saya salat di masjid dan mendengarkan bacaan seluruh Alquran, imamnya biasa menyelesaikan tarawih dalam 10 menit.

Oh, lalu apa yang Anda dengar? Anda cuma mendengar dengungan lebah, itu saja. Seperti suara nyamuk ngngng… ngngng… ngngng… di telinga Anda. Itu saja yang Anda dengar. Semoga Allah melindungi kita.

Jadi lelaki ini datang salat berjamaah dan Surat Al-Baqarah dibacakan, pada akhir salat, dia berpaling kepada lelaki di sebelahnya dan menyenggolnya, katanya, “Imam membaca sangat lama?”

“Surat apa yang dibacanya?”

Jawabnya, “Ini surat Al-Baqarah, artinya sapi betina, dan ini surat terpanjang dalam Alquran.”

“Ok, jadi saya harus tanya dulu sebelum salat, surat apa yang dibaca.”

Jadi surat Al-Baqarah benar-benar panjang. Sekarang lelaki malang ini datang untuk salat maghrib. Dia mulai takbir, Allahu akbar. Selesai Fatihah dan imam mulai membaca,
(أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَـٰبِ ٱلْفِيلِ) (QS Al-Fiil: 1)

Lelaki ini menyenggol sebelahnya dan berkata, “Sebelum kamu mulai, surat apa ini?”

Katanya, “Ini surat Gajah (Al-Fiil).”

Lelaki itu berkata, “Jika Al-Baqarah begitu panjangnya, saya yakin Fiil lebih panjang lagi. Saya pergi saja!”

Saudara-saudariku ingatlah, ini perilaku dan mentalitas sebagian masyarakat, karena mereka lemah.

Katanya, “Tidak, ini salah satu surat terpendek di dalam Alquran.”

Banyak alasannya mengapa saya katakan demikian. Banyak manfaatnya bagi kita semua, salah satunya adalah kita belum berusaha untuk mengenal surat-surat Alquran beserta artinya. Itu sebabnya kita belum merasakan manisnya salat.

Suatu ketika saya sendiri pernah mengimami salat, membaca salawat yang panjang pada salat subuh, lalu sejumlah orang menemui saya dan berkata,

“Syekh, Anda seharusnya membaca lebih panjang lagi, maknanya sungguh hebat, subhanallah.”

Pernyataan seperti itulah yang kita butuhkan. Namun kita yang tidak paham artinya, mengapa tidak merasa terganggu? Seperti yang sering saya katakan, kita sudah mempelajari begitu banyak buku, untuk memperoleh semua gelar “ologi” (contoh: psikologi. red) yang kita bicarakan tadi. Namun kita belum mempelajari satu-satunya buku Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى), demikian juga sunnah Muhammad (ﷺ).

Ini butuh usaha dan dedikasi, butuh waktu dalam berusaha, butuh banyak hal. Tak ada jaminan bahwa Anda bisa hidup sampai tua, baru Anda mau melakukannya. Jadi mari kita lakukan sesegera mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s