Tetap Bersama Mayoritas Umat Islam – Yasir Qadhi


Tetaplah bersama mayoritas umat Islam. Mayoritas umat adalah mereka yang berada di atas hidayah dan kebaikan. Jangan ikuti aliran-aliran sesat. Jangan ikuti gerakan-gerakan radikal. Jangan ikuti apa yang bertentangan dengan mayoritas umat.

Mengapa? Karena Nabi kita (ﷺ) bersabda,

(HR. Sunan An-Nasa’i) – (…يَدَ اللَّهِ عَلَى الْجَمَاعَةِ…)

“Tangan Allah (artinya rahmat dan berkah Allah) bersama jemaah (seluruh umat Muslim).”

Dan Nabi (ﷺ) bersabda, hadis riwayat Ibnu Majah, “Sesungguhnya umatku tidak akan bersatu dalam kesesatan. Karena itu, jika terjadi perselisihan, maka ikutilah (السَّوَادِ الأَعْظَمِ).”

(السَّوَادِ الأَعْظَمِ) berarti mayoritas umat. Tetaplah bersama mayoritas umat dan ikuti mereka. Yang berarti apa? Mayoritas umat akan selalu dibimbing ke jalan yang benar. Dan apa keyakinan mayoritas umat?

Mereka percaya pada Alquran; Mereka percaya pada As-Sunnah; Mereka percaya akan memuliakan para sahabat. Ini adalah keyakinan mayoritas umat.

Siapapun yang memunculkan ajaran baru, pemahaman baru, secara radikal menafsirkan kembali keimanan, siapa dia, yang tiba-tiba dan secara radikal mengubah Islam setelah 14 abad ini? Siapa Anda sebenarnya? Di mana pemahaman ini selama 1400 tahun?

Siapapun yang mengajarkan pemahaman baru yang radikal yang tidak ditemukan dalam sumber-sumber klasik, yang bukan penafsiran dari mayoritas umat, maka ada yang salah.

Saudara-saudari sekalian, inilah pembuktian yang logis dari keyakinan bahwa Nabi Muhammad (ﷺ) adalah nabi terakhir. Bagaimana?

Jika Nabi (ﷺ) adalah nabi terakhir, yang kita semua yakini, dan alasan mengapa Allah mengutus nabi-nabi sebelumnya adalah untuk meluruskan akidah orang-orang yang tersesat dari kaum-kaum itu, sekarang tidak akan ada lagi nabi, ini berarti umat Nabi Muhammad (ﷺ) tidak bisa tersesat atau salah arah, karena tidak ada seorang nabi yang akan memperbaikinya setelah itu.

Ini berarti umat Nabi Muhammad (ﷺ) pada umumnya haruslah dalam bimbingan yang benar. Jika tidak, siapa yang akan meluruskan semuanya? Tidak akan ada nabi lain. Dan inilah apa yang secara historis kita lihat, mayoritas umat selalu berada dalam bimbingan Alquran dan As-Sunnah dan memuliakan mayoritas Islam.

Inilah yang kita yakini, Alhamdulillah. Jadi, intinya adalah kapan saja Anda menemukan orang baru yang radikal, abaikan sensasinya, abaikan kata-katanya yang memesona, lihatlah kontennya.

Apakah orang ini menegaskan isi Alquran secara utuh, meyakini sunnah secara keseluruhan? Apakah paham tersebut muncul dari pemahaman tradisional tentang Islam?

Ya, Anda selalu bisa menyempurnakan. Ya, aspek-aspek hukum bisa diperbaiki. Tetapi teologi tidak akan berubah, keyakinan tidak berubah dari waktu ke waktu dan dari satu tempat ke tempat lain. Fondasi utama Islam tidak akan berubah.

Jadi, siapapun yang muncul dan mencoba melakukan sesuatu yang seperti ini, maka orang ini sebenarnya berkata, “Semua orang tersesat, semua orang salah arah sampai saya datang, dan saya yang telah menemukan kebenaran ini,” yang artinya menjadikannya seorang nabi, dan tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad (ﷺ).

Alquran adalah kitab yang jelas yang Allah turunkan. Percaya padanya, dari awal hingga akhir. Sunnah Nabi Muhammad (ﷺ) adalah bagian penting dari tradisi kita. Dan pada umumnya sunnah telah dilestarikan sebagai syariat.

Dan ikutilah mayoritas umat Islam, ikuti mayoritas orang-orang Muslim. Jangan mengikuti gerakan aliran sesat yang aneh-aneh. Mereka akan selalu salah.

Sumber hadis:

https://sunnah.com/nasai/37/55
https://sunnah.com/ibnmajah/36/25

Subtitle Transkrip oleh Darul Arqam Studio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s