Ujian Tidak Bisa Memiliki Anak – Mufti Menk


Ada mereka yang ujiannya adalah tidak dianugerahi anak oleh Allah. jadi Anda sudah menikah selama 1, 2, 5 tahun, bahkan 10 tahun, tapi masih belum punya anak. Allah punya alasan yang tepat, Anda harus percaya itu.

Alasan Allah jauh lebih besar dari yang bisa Anda bayangkan. Dia mencintai Anda. Bagaimana bisa? Bagaimana jika anak Anda tumbuh dewasa hanya menjadi beban Anda? Dia pemakai narkoba, suka ke kelab malam, dan dialah yang mencuri dan menjual semua gawai Anda untuk membeli narkoba. Hal semacam ini terjadi.

Suatu ketika nanti Anda akan berdoa, “Ya Allah, aku berharap tidak pernah melahirkan anak ini.”

Allah berkata, “Kami sangat mencintai kalian, Kami tidak ingin kalian mengalami sesuatu yang tidak enak.”

Bagaimana jika Anda punya anak yang ketika beranjak remaja dia tergilas truk. Semoga Allah tidak melakukan itu kepada kita. Tapi itu terjadi pada beberapa orang. Bayangkan ujian seperti apa yang mereka alami. Allah hanya akan memberi ujian sepadan kemampuan seseorang untuk menjalani ujian tersebut.

Allah berfirman, (لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ) (QS Al-Baqarah ayat 286)

Allah tidak akan menguji atau membebani seseorang dengan sesuatu yang tidak mampu ditanggungnya, atau dijalaninya. Itulah batasannya. Anda masih berada di dalam batasan.

“Kami tahu kalian akan mengalami ujian ini dan seterusnya, makanya Kami tidak memberi kalian anak.”

Bukankah ini malahan suatu berkah. Jadi sekarang Anda duduk merenung dan mulai khawatir.

“Anda tahu, umur saya sudah 48, 50 tahun, saya tidak punya anak, hanya saya berdua suami saja.”

“Bagaimana kalau dia meninggal, saya sendirian, dan tidak seorang pun akan menjaga saya, apa yang akan terjadi, saya kenal seorang tante di sana. Beliau sudah tua dan renta, tidak punya anak, lalu suaminya meninggal, lihatlah apa yang terjadi padanya…”

Semua kekhawatiran yang tidak perlu ini muncul. Allah-lah yang menciptakan Anda, Dia punya rencana untuk Anda, Dia tahu persis apa rencananya, jadi percayalah padaNya. Anda boleh mencoba apa saja sesuai kemampuan Anda.

Sementara orang mungkin berpikir, “Baiklah, saya cari saja rumah jompo yang bagus, lalu mendaftar, atau pergi ke suatu tempat untuk pensiun…”

Jika itu rencana Anda dan ingin memulainya sekarang, tidak masalah. Rencanakan saja, tapi jaga agar jangan sampai stres menjalaninya. Atau, saya akan bicara kepada saudara perempuan saya, kepadanya saya katakan, “Jika ada apa-apa dengan saya, ini rencana saya, atau saya akan mencari asisten rumah tangga untuk tinggal bersama saya jika saya sendirian.”

Saya bicara tentang ujian yang sebenarnya. Ini baru kekhawatiran, jangan jadikan sumber depresi. Jangan… Percayalah kepada Allah, agar kekhawatiran Anda tidak berubah menjadi depresi.

“Saya depresi karena hal ini.”

Allah Maha Tahu. Dia punya rencana untuk Anda, jangan khawatir. Mungkin saja ada sedikit kesulitan dan ujian di dalam rencanaNya itu, namun sadarilah bahwa Dia ingin memberi Anda surga firdaus.

Jika Anda baca Surat Al-Kahfi, dimana Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) berbicara tentang kisah Musa (عليه السلام) dan Al-Khidir, ada seorang pemuda yang mereka jumpai, Al-Khidir lalu mengeksekusinya.

Dan Musa (عليه السلام) bertanya, “Mengapa kamu mengeksekusi pemuda ini?”

Al-Khidir menjawab, (وَأَمَّا ٱلْغُلَـٰمُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَآ)

(فَخَشِينَآ أَن يُرْهِقَهُمَا طُغْيَـٰنًۭا وَكُفْرًۭا) (QS Al-Kahfi ayat 80)

(فَأَرَدْنَآ أَن يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًۭا مِّنْهُ زَكَوٰةًۭ وَأَقْرَبَ رُحْمًۭا) (QS Al-Kahfi ayat 81)

Allah berkata, “Khidir menjelaskan kepada Musa (عليه السلام), pemuda ini dia punya orang tua, saat ini dia masih muda, nanti ketika dewasa, dia akan menjadi seorang pembangkang dan kafir, banyak ujian dan kesulitan yang ditimbulkannya akan membebani orang tuanya.”

Jadi Allah ingin menggantinya dengan seseorang yang lebih baik darinya, lebih baik sikapnya, kepatuhannya, dan menyejukkan mata orang tuanya. Jadi ini adalah karena perintah Allah. Saya mungkin tidak paham mengapa kisah seperti itu ada di dalam Alquran, tapi saya berusaha mengambil sebanyak mungkin pelajaran darinya.

Salah satu pelajaran terbesar yang saya peroleh dari kisah itu adalah, jika Allah tahu bahwa sesuatu akan terjadi dengan anak ini suatu ketika kelak, sesuatu yang tidak bisa ditangani orang tuanya.

Jika Allah mengambilnya kembali, maka itu adalah berkah ketika semua kenangan masih berupa kenangan indah. Namun Anda tidak melihatnya sebagai sebuah berkah. Padahal itu sebuah berkah.

Baik, memangnya ada garansi anak itu akan menjadi orang jahat? Saya tidak punya garansi, saya hanya tahu bahwa jika Allah mengambilnya kembali, Allah akan mengambilnya pada waktu yang paling tepat. Ini juga sebagai ujian bagi Anda. Bersabarlah menjalaninya, Anda akan memperoleh firdaus.

Rawatlah keluarga Anda yang berkebutuhan khusus, dan itu akan menjadi surga Anda. Namun jika Anda ingin menghindar saat itu, maka Anda kalah. Seperti beberapa orang yang memiliki anak yang berkebutuhan khusus, mereka menyerahkan anak itu untuk diadopsi.

Begitu saja. Pergilah bersama yang mengadopsi! Maka Anda baru saja menghindar.

“Saya pergi. Saya tidak mau terlibat karena anak itu berkebutuhan khusus.”

Allah berkata, “Kami beri kalian kesempatan memperoleh surga dengan merawatnya.
Anda menolaknya dan menyerahkan kesempatan emas itu kepada orang lain.”

Anak itu pasti akan dirawat oleh orang lain. Bahkan bukan hanya di surga nanti, tapi kadang di dunia ini, ketika Allah memberkahi Anda dengan anak berkebutuhan khusus, Allah membuka pintu bagi Anda, banyak pintu.

Rezeki Anda meningkat, usaha Anda membaik. Anda mungkin bersusah payah untuk merawat anak Anda, tapi dia bisa mengeratkan hubungan antara suami isteri yang sebelumnya renggang.

Subtitle Transkrip oleh Darul Arqam Studio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s