Mengapa Anda Berharap Lahir Menjadi Sahabat Nabi (ﷺ)? – Mohammad Elshinawy


Banyak dari kita menganggap para sahabat radhiyallahu anhum, pada awal perkembangan Islam dan berkata, “Seandainya saja saya termasuk salah seorang sahabat.”

“Saya berharap saya lahir jadi sahabat.”

Anda tidak tahu apa yang telah mereka alami. Ada seorang tabi’in yang pernah menyatakan hal yang sama. Al Imam Al Bukhari rahimahullah, meriwayatkan di dalam Al-Adab Al-Mufrad, tidak di dalam Sahih Bukhari, tapi di koleksi lainnya. Dari hadis yang disampaikan oleh Jubair bin Nufair rahimahullah.

Dia berkata kami sedang duduk bersama Al Miqdad bin Aswad, yang merupakan salah seorang sahabat di dalam sebuah pertemuan. Al-Miqdad adalah salah seorang yang pertama kali memeluk Islam. Salah seorang lelaki yang ada di situ berkata kepada Al-Miqdad,

“(طوبى لهاتين العينين اللتين رأتا رسول الله (ﷺ) وشهدنا ما شهدت)”

“Anda sungguh beruntung memiliki kedua mata itu, yang telah melihat Rasul Allah (ﷺ), dan menyaksikan semua yang tidak kami saksikan.”

“Anda hadir di perang Badar, perang Uhud, perang Al-Ahzab…”

Intinya dia berkata, “Seandainya saja saya adalah Anda.”

Sang perawi, Jubair, mengatakan, “(فاستغضب المقداد)”

Al-Miqdad menjadi marah terhadap komentarnya ini.

Dia (Jubair) berkata, “Dan aku berpikir mengapa dia menjadi marah, lelaki itu tidak mengatakan sesuatu yang salah.”

Hingga Al-Miqdad menjelaskan, dia berkata, “(ما بال أقوام يطلبونا مشهدا غيبه الله عنه؟)”

Apa masalahnya dengan orang-orang yang meminta berada di suatu tempat yang telah Allah tetapkan bukan diperuntukkan baginya?

“(والله لقد رأى رسؤل الله (ﷺ) أقواما),
(أكبهم الله على مناخرهم في جهنم),
(لم يجيبه ولم يصدقوه)”

Aku bersumpah demi Allah, Rasul Allah (ﷺ) telah melihat orang-orang, yang berakhir dengan dilemparkan melalui hidungnya ke dalam neraka oleh Allah, mereka tidak beriman kepadaNya, mereka tidak menanggapiNya.

Artinya: Mengapa Anda berharap berada di posisi mereka? Bagaimana Anda tahu bahwa Anda akan bisa bertahan? Anda kira orang-orang yang ada di situ bisa membuat Anda bertahan menjadi Muslim? Tidak sesederhana itu.

Lalu dia (Al-Miqdad) melanjutkan dan berkata kepada lelaki itu.

“(اولم تحمدالله أنكم),
(ولدتم لا تعرفون عير ربكم ولا نبيكم)”

Mengapa Anda tidak bersyukur saja kepada Allah? Bersyukurlah kepada Allah bahwa Anda sudah terlahir menjadi Muslim, tanpa mengenal yang lainnya kecuali Tuhanmu dan Rasulmu. Tidak mengenal yang lain kecuali laa ilaaha illa Allah, Muhammadun rasuulullaah (ﷺ).

Sungguh, apa yang membuat kita yakin bahwa kita bisa bertahan dalam panas yang membakar itu?

Subtitle Transkrip oleh Darul Arqam Studio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s