[MFA2019] Demi Masa – Hanif Acep Nur Adhi


IMG-20190529-WA0002

Wal Ashri (QS Al-Ashr : 1)

“Demi Masa”

Sebelum kita bahas satu ayat yang sangat menarik dalam Al Qur’an, saya ingin mendiskusikan satu hal yang jadi momok, khususnya bagi saya, dalam aktivitas sehari-hari. Istilah itu adalah procrastination. Kebiasaan menunda pekerjaan. Saat deadline datang kita justru memilih aktivitas lain yang kita sukai. Contohnya sekarang ini jadwalnya menulis artikel. Kita memilih main HP. Atau ngobrol dengan tetangga atau justru jalan-jalan ke mall. Kita cenderung terlalaikan dari jadwal yang seharusnya kita penuhi sesuai deadline. Bukan mengerjakan yang terpenting dan mendesak, justru memilih yang mudah atau kita sukai. Procrastination is the action of delaying or postponing something.

Efeknya tentu saat tiba waktunya, Pekerjaan belum selesai. Kita sibuk dengan yang tidak penting. Meski kelihatannya sepele, tetapi procrastination ini sangat mengganggu. Terlambat berangkat kerja. Terlambat mengerjakan skripsi. Terlambat mengerjakan tugas kantor. Terlambat mengerjakan tanggung jawab yang sudah seharusnya kita selesaikan pada waktunya. Efeknya kredibilitas kita turun. Bisnis kita turun omzetnya. Kinerja kita turun di mata atasan dan kolega kantor. Jika jadi mahasiswa akan dapat nilai pas-pasan, karena sering terlambat mengerjakan tugas. Sederhananya kita akan rugi sendiri karena gagal mengelola waktu.

Ust. Nouman Ali Khan saat menjelaskan surat Al-Ashr ayat 1 juga memberi ilustrasi soal sumpah yang disebut dalam ayat ini. Wal ‘Ashri adalah sumpah terakhir yang disebut di dalam Al Qur’an. Setelah surat Al-Ashr tidak ada sumpah lagi hingga surat An-Nas. Di Al Qur’an banyak sumpah yang disebutkan soal waktu : Wal Fajri, Wadh Dhuha, Wallaili, Wan Nahari dan yang terakhir Wal ‘Ashri.

Posisi surat Al-Ashr adalah terletak di antara surat At-Takatsur dan Al-Humazah. Ini penting untuk kita ketahui, karena dalam surat At-Takatsur di ayat pertama bicara tentang Alhaakumut takaatsur. Alha-yulhi adalah kata kerja yang berarti lalai. Bermegah-megahan (kalau secara literal berbanyak-banyakan) membuat kalian lalai. Itu pesan penting di awal surat At-Takatsur. Di akhir ayat At Takatsur ada ayat yang berbunyi Tsumma latus’alunna yaumaidzin ‘anin na’iim (Kemudian, mereka sungguh akan ditanya tentang kenikmatan). Sedang di surat Al Humazah ada ayat yang berbunyi kalla layunbadzanna fil huthomah (sekali-kali tidak, sungguh mereka akan dimasukkan neraka huthomah).Tepat di antara surat At-Takatsur dan Al Humazah itulah surat Al-Ashr

Dalam gramatikal bahasa Arab, setiap huruf qasam akan ada muqsam bihi (sumpah dengannya) dan muqsam ‘alaihi( jawabul qosam). Jawabul Qosam adalah pesan yang ingin ditegaskan dengan sumpah. Wa sebagai huruf qosam, Al-Ashr sebagai muqsam bihi, dan Innal insana lafii khusrin adalah jawabul qosam. Sesungguhnya manusia (setiap dan seluruhnya) dalam kerugian. Siapa yang tidak rugi? Illaladzina amanu wa ‘amilush sholihati wa tawashou bil haqqi wa tawashou bish shobri, kecuali yang beriman, beramal shalih, saling berwasiat pada kebenaran dan saling berwasiat kepada kesabaran.

Kembali ke masalah procrastination saya baca beberapa artikel tips untuk menghilangkan penyakit procrastination. Jika kita jadi procrastinator kelas berat : Buatlah prioritas pekerjaan. Hilangkan distraksi (gangguan) dalam melakukan prioritas tersebut. Jangan menunda deadline yang sudah dibuat. Miliki partner yang bisa mengingatkan agenda kita. Dan yang unik, buatlah “kepanikan” versi kita sendiri.

Di sinilah saya hubungkan dengan makna terkuat dari sumpah yang Allah pilih di surat Al-Ashr. Ashr makna lainnya adalah waktu ashar. Dalam tradisi bangsa Arab kuno, waktu Ashar adalah waktu genting. Saat orang sibuk mengemasi dagangannya. Karena jika malam datang, ada bahaya perampok di malam hari. Tetapi ada kebiasaan unik mereka, suka menggunakan waktu ashar untuk mengobrol, bercanda hingga berujung pertengkaran dan bisa saling membunuh. Akhirnya ada yang membuat kesimpulan waktu ashar adalah waktu sial. Mereka harus waspada dari situasi ashar.

Ashr berasal dari kata kerja ‘Ashoro – Ya’shiru yang bermakna memeras. Buah yang diperas namanya ‘ashir (juice). Awan yang “diperas” hingga turun hujan deras namanya mu’shirat. Ini menandakan sesuatu yang akan segera habis. Manusia tenggelam dalam kelalaiannya, ia tidak sadar padahal waktu akan segera habis.

Ilustrasi surat Al-Ashr adalah seperti orang tenggelam, tidak sadar dan waktu akan segera habis. Cara untuk selamat adalah kita harus bangun, lalu bergerak dan berenang. Tetapi kaki kita terhubung dengan orang-orang terdekat kita. Maka kita juga membangunkan mereka dan saat ada yang tidak sabar, kita juga saling menasehati untuk bersabar.

Dan yang menakjubkan solusi procrastination ada dalam satu ayat dalam Al Qur’an : Wal Ashr. Ayat ini berisi sumpah ini tentang sense of urgency. Tahu mana yang jadi prioritas dalam hidup kita. Ayat yang merekonstruksi konsep kesuksesan dan kegagalan. Dan menyentak kesadaran: bahwa waktu kita sangat terbatas.

Alhamdulillah tulisan ini juga bisa selesai saya kerjakan, meski harus di waktu deadline yang saya tetapkan jauh-jauh hari. Mohon doa dari pembaca semua, agar penulis bisa mengamalkan surat Al-Ashr ini dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahu a’lamu bish shawwab.

 

*) Penulis tinggal di Purwokerto

 

Sumber kajian Ustadz Nouman Ali Khan:

https://youtu.be/izuQLatPqt8

https://youtu.be/35uXZFgX2oY

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s