[MFA2019] Allah Tidak Ingin Menghukummu – Isabella Kirei


Ada masa-masa dimana harapan rasanya begitu tipis. Mudah saja untuk terputus. Rapuh. Saat itu mungkin saat kita terjatuh lagi dan lagi ke kubangan dosa. Hampir-hampir tenggelam, bersusah payah agar bisa berenang dan keluar darinya. Masa lalu seolah jadi momok yang semakin mengiris-iris harapan. Seolah ingin menyerah, barangkali, aku memang tidak pantas untuk diampuni.

Aku pernah berada di masa-masa itu, beberapa kali mengalaminya. Saat diri merasa begitu hina lantaran dosa yang menggunung. Makin miris saat tahu bahwa citra diri dibalut begitu indah dengan tabir rahmat-Nya. Rasanya seperti seorang munafik, yang Allah gambarkan kelak akan berada di kerak-kerak neraka.

Namun, sebuah ayat ini selalu bisa membumbungkan lagi asa, untuk mencicipi manis surga-Nya. Aku mendengarkan penjelasan ayat ini di sebuah video animasi Islam berjudul “Will Allah Forgive Me?” Penjelasan di dalamnya membuatku tersadar kembali, setelah sebelumnya terjerat overthinking dan was-was dari setan. Sebuah video, yang mengenalkanku makna ayat 147 Surat An Nisa.

(مَّا يَفْعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَءَامَنتُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًۭا)

Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. [Surat An-Nisa (4) ayat 147]

***

Ustadz Nouman Ali Khan menjelaskan, di surat An Nisa ada sekitar kurang lebih 60 ayat tentang munafik, jadi ini merupakan subjek yang penting. Dan hal ini terkadang membuat kita bertanya-tanya apakah kita termasuk orang yang munafik?

Ayat ini ditujukan untuk orang-orang yang tenggelam dalam dosanya, yang terikat dosa. Orang-orang itu berpikir, “Tidak mungkin Allah mengampuniku.” Kemudian setan datang kepada orang-orang tersebut mengkompori, “Ya, Allah akan menghukummu, dan kamu akan masuk neraka”. Belum lagi jika kita mendengarkan ceramah yang meyakinkan kita bahwa semua orang akan masuk neraka.

Lalu pada akhirnya, kita mulai bertanya-tanya, “Mengapa Allah membuat neraka? Apa yang Allah dapatkan dari menghukumku? Mengapa Allah ingin melemparkanku ke dalam neraka? Kenapa ada hukuman yang benar-benar mengerikan?”

Dan di ayat 147, Allah berfirman, “Maa yaf’alullahu bi ‘adzaabikum.” Jika di terjemahan mushaf kita, “Allah tidak akan menghukummu.” Namun maknanya lebih dari itu.

“Maa yaf’alullahu bi ’adzabikum” merupakan kalimat yang bertanya, dan membuat kita berpikir.

Apa yang Allah dapatkan dari menghukummu? Mengapa kamu mengira Allah ingin menghukummu? Apa Allah akan menghukummu? Apa kamu pikir itu yang Allah inginkan?

“…in syakartum wa amantum..” Jika kamu bisa sedikit saja bersyukur, jika kamu bisa punya sedikit saja iman..

“…wa kanallahu syakiran ‘alima..” Dan Allah adalah zat Yang Maha Menghargai (appreciative). Kata “syakir” biasanya digunakan untuk hamba-Nya, namun Allah juga menggunakan untuk mensifati diri-Nya. Allah akan menghargai/membalasnya (appreciative).

Ustadz Nouman juga menjelaskan, bahkan di ayat lain dalam Al Quran Allah berfirman, “Illa man rrahima rabbuk walidzaalika kholaqohum..” (Surat Hud [11] ayat 119). Yang artinya,  “Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.”

Allah bahkan menciptakan manusia supaya Allah dapat menunjukkan kepada mereka cinta dan ampunan-Nya.

***

(مَّا يَفْعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَءَامَنتُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًۭا)

Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. [Surat An-Nisa (4) ayat 147]

Allah tidak ingin mengadzabku, atau mengadzabmu. Jika kita mau memiliki minimal sedikit syukur, sedikit iman, sesungguhnya Allah “Syakiran ‘Aliman.” Kata syukur seharusnya digunakan hamba kepada Rabbnya. Tapi ayat ini memberitahu kita bahwa Allah menghargai syukur dan iman kita sekecil apapun. “Wakanallahu syakiran ‘aliman.” Allah juga Maha Mengetahui. Allah tahu perjuangan kita, jatuh bangun kita, serta perasaan kita yang terkadang diambang putus asa.

Ayat ini mengajarkanku bahwa manusia yang sudah begitu jauh dari Allah, yang masa lalunya begitu kelam, bahkan yang hatinya pernah sekarat karena terjangkit penyakit nifaq. Selama ia masih hidup, dan matahari belum terbit dari barat. Selama itu pula ia masih bisa bertaubat. Belajar sedikit demi sedikit untuk bersyukur dan beriman.

Dua ayat sebelumnya (QS An Nisa ayat 145 dan 146) adalah bukti bahwa Allah selalu seimbang menyajikan kuasa dan rahmat-Nya. Allah ingin pembaca kalam-Nya berada di antara harap (raja’) dan takut (khauf). Harapan yang terlalu tinggi akan membuat kita mengakal-akali rahmat-Nya. Sedangkan rasa takut yang terlampau besar akan membuat kita berputus asa.

Ayat ini juga mengajarkanku caranya untuk bangkit lagi, setiap kali pikiran buruk dan rasa putus asa mengepung. Lewat syukur dan iman. Dengan belajar bersyukur setiap hari, bahkan jika perlu mencatat hal yang kita syukuri setiap harinya. Rasa syukur akan mengundang nikmat lain dari-Nya. Rasa syukur juga akan melatih otak kita untuk berbaik sangka pada rencana-Nya.

Sedangkan iman akan menjaga kita dari kemunafikan. Beriman pada Allah artinya beriman pada sifat dan asma-Nya. Kita mengeja kembali bahwa Allah itu ilah, rabb, dan malik. Kita terbata kembali memahami bahwa Allah Ar Rahman, Ar Rahim, Al Aziz, Al ‘Alim, Al Ghofur. Dengan iman hati kita kembali bercahaya. Dengan iman, hati kita menjadi tenang saat mendengarkan ayat-ayat-Nya.

Terakhir, pengingat untukku dan untuk siapapun. Maka sejauh apapun dirimu dengan-Nya, seberapa pun remuk dan hina diri karena berkali-kali jauh, jangan menyerah. Jangan berputus asa dari rahmat-Nya. “Maa yaf’alullahu bi ’adzabikum.” Bangkitlah dan kembali bertaubat. Jika rasanya kau tak tahu kemana harus melangkah, jangan ragu untuk meminta petunjuk-Nya.

Allahua’lam.

***

Video “Will Allah Forgive Me?”: https://youtu.be/Rl4VwnaGYbc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s