[MFA2019] Ada Harapan – Khalidah Nurul Azmi


Saat itu bisa dibilang saya sedang berada pada titik terendah, terberat. Entah begitu banyak hal yang saya pertanyakan akan hidup ini. Saat itu sebenarnya saya juga merasa putus asa. Segala rentetan kejadian yang lalu membuat saya merasa hampa. Saya menyadari bahwa dosa saya begitu banyak! Dosa-dosa kecil yang saya ga tau sudah bertumpuk seberapa banyak.

Di sisi lain, Allah berikan banyak kenikmatan. Doa-doa saya Allah selalu kabulkan, terutama terkait hal-hal duniawi. Namun, kenikmatan itu tidak begitu saya rasakan seutuhnya. Sehingga saya merasa hampa.

Tidak tahu apakah amalan-amalan saya selama ini diterima. Tidak tahu apakah saya muslim sesungguhnya, karena iman dan islam belum sepenuhnya hadir dalam sanubari. Tidak tahu apakah saya dirindukan Allah. Lebih tepatnya: apakah saya dimaafkan Allah? Karena saya merasa begitu banyak dosa-dosa kecil sehingga pikiran dan hati sulit disinkronkan untuk menjalani hidup yang kata orang-orang hidup adalah karunia Tuhan. Maka kekalutan dan kegelisahan batin menuntun saya untuk menemukan jawaban atas segala pertanyaan.

Dan benarlah, cahaya (jawaban) itu hanya datang dari-Mu Ya Allah.

Dalam masa pencarian itu, saya tidak tahu akan bagaimana bisa mendapatkan jawaban-jawabannya. Sampai suatu ketika, ayat itu datang dan membuat saya ingin meringkuk, menangis. Padahal saya membaca Al-Qur’an setiap hari. Tapi mengapa baru kali itu hati saya berasa payah membaca ayat itu dan artinya?

Ayat 53 dari surat Az-Zumar. Hingga saat ini ayat itu menjadi ayat yang saya kenang, karena ayat itu membuat saya merasa disayang Allah, sebagai hamba-Nya.

Allah SWT berfirman:

قُلۡ یَـٰعِبَادِیَ ٱلَّذِینَ أَسۡرَفُوا۟ عَلَىٰۤ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوا۟ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ یَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِیعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِیمُ

“Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)

Ustadz Nouman Ali Khan pernah membahas ayat ini.

Ya, ada harapan. Mau berapapun dan sebanyak apapun dosa seseorang, Allah akan ampuni, bahkan semuanya! Bahwa Allah melihat kita sebagai seorang hamba-Nya, tak peduli berapapun dosanya, yang terpenting adalah jangan berputus asa dari rahmat-Nya. Intinya adalah bertaubat. Dan kita bisa memulai lembaran hidup yang baru, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

Maka setelah disuguhi ayat tersebut di depan mata, dengan kekalutan hati dan pikiran saat itu, saya merasa mendapatkan secercah titik terang. Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Titik berat yang dilalui terhapuskan sudah, diganti oleh-Nya dengan kebahagiaan dalam nikmat iman dan islam. Memahami bahwa sekalipun merasa ingin putus asa karena banyaknya dosa-dosa kita, ingatlah Allah masih membuka pintu-Nya untuk bertaubat atas dosa sekecil dan sebesar apapun. Bahwa harapan dari-Nya akan selalu ada selama kita masih hidup. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s