[Transkrip Indonesia] Terikat oleh Doa – Amazed by the Quran – Nouman Ali Khan


0:00:11.02 – 0:00:29.00: Mukadimah

بِسْمِ ٱللهِ وَالصَّلاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُـوْلِ الله
وَعَلٰى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ

Selamat datang di “Amazed by the Quran“, serial saya berbagi dengan Anda hal-hal tentang Qur’an yang menurut saya menakjubkan. Hari ini saya ingin berbagi sesuatu yang… sekali lagi, sangat sentimental sebenarnya. Frasa kecil dalam Qur’an yang memberitahu kita sesuatu yang sangat luar biasa.

Terikat Oleh Doa

0:00:29.00 – 0:01:14.72: Amarah Musa (عليه السلام)

Musa (عليه السلام)… dia kembali setelah bertemu dengan Allah. Saat kembali, dia melihat kaumnya menyembah patung anak sapi dari emas.

Dan Musa menjadi marah kepada saudaranya, “Saya memberimu tanggung jawab, apa yang kamu lakukan?”

Kaumnya telah menguasai saudaranya. Saudaranya tidak memiliki kepribadian kuat seperti yang dimiliki Musa (عليه السلام). Kemudian Musa (عليه السلام) menarik janggut dan kepalanya, lalu menyeretnya, Musa menjadi sangat-sangat kesal.

Saudaranya sampai harus berteriak, saat sedang ditarik dan diseret.

يَا ابْنَ أُمَّ (QS Taha: 94)

“Anak ibuku, ayolah!” Seperti memanggil ibu, karena ibu adalah sisi lembut.

Panggilan itu membuat amarah Musa mereda, menenangkannya. Namun tentu saja, saudaranya tahu, Harun (عليه السلام) tahu, bahwa Musa benar-benar sangat kesal.

0:01:14.72 – 0:02:03.54: Doa Permohonan Ampun

Dan tepat pada saat Musa sangat marah padanya, inilah ayat selanjutnya.

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي (QS Al-A’raf: 151)

“Tuhanku… Ya Tuhanku…”

“Ampunilah aku dan saudaraku.”

Saat Musa mengucapkan kalimat itu, ampunilah aku dan saudaraku, siapa yang dapat mendengarnya? Harun dapat mendengarnya. Harun baru saja ditarik, dibentak, mendapat banyak masalah.

“Saudaraku membenciku saat ini, ia bahkan tidak mau melihat wajahku.”

Perasaan itulah yang akan Anda rasakan, namun Musa segera membuat Harun lega dengan menyiratkan saat berdoa kepada Allah untuk memohon ampunan, dia menyertakan saudaranya.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي (QS Al-A’raf: 151)

Namun tetap saja, ada cara lain mengatakannya. Anda bisa saja mengatakan, “Ampunilah kami.”

Namun, Musa memisahkannya, “Aku dan saudaraku.”

0:02:03.54 – 0:02:34.68: Masih ada Jarak dari Segi Bahasa

Sehingga dari segi bahasa masih terdapat jarak. Anda masih tidak menempatkannya dalam satu kata karena jika Musa menempatkannya dalam satu kata, hal itu seperti bentuk kesatuan.

Sedangkan jika Anda menempatkannya dalam dua kata, seolah-olah masih ada bentuk pemisahan di sana.

Seperti, “Ampunilah aku, dan juga ampuni saudaraku, dia sangat kacau.”

Seperti memisahkan; “Saya butuh ampunan, namun dia sangat butuh ampunan.”

Itu seperti dua tingkatan ampunan yang berbeda karena mereka dipisahkan. Kemudian apakah yang Musa di kalimat setelahnya? Dia masih marah, sehingga Anda bisa mengatakan dia memisahkannya, meskipun ada sedikit kelegaan dalam kalimat ini.

0:02:34.68 – 0:03:13.14: Amarah Musa (عليه السلام) Mereda

Kalimat selanjutnya,

وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ (QS Al-A’raf: 151)

“Masukkanlah kami ke dalam Rahmat dan Kasih Sayang-Mu.”

Saat Musa berkata, “Masukkanlah kami.”

Dia tidak mengatakan, “Masukkanlah aku dan saudaraku.”

Dia hanya berkata, “Masukkanlah kami.”

Jadi Anda dapat melihat kemarahan Musa (عليه السلام) mereda, kasih sayang kepada saudaranya kembali, dan saudaranya bisa mendengar itu dalam doanya. Harun dapat mendengar Musa saat ini telah memaafkannya karena dia telah siap untuk meminta kepada Allah seperti dia meminta untuk dirinya sendiri.

Dia akan menggabungkan dirinya dengan Harun (-ed) bahkan dalam kata ganti. Kenyataan bahwa dia berdoa untuknya, sejak awal, sudah merupakan awal dari rasa kasih dan sayang.

0:03:13.14 – 0:04:09.60: Mengapa Penting Disebutkan?

Mengapa ini penting untuk disebutkan? Karena saat Anda berdoa untuk orang yang telah membuatmu kesal. Terkadang tidak mengapa berdoa untuk orang yang membuatmu kesal di depan mereka.

Anak-anakmu, berdoalah untuk mereka di depan mereka. Berdoalah untuk saudaramu di depannya. Berdoalah untuk saudari-saudarimu, pasanganmu, di depan mereka.

Saat mereka mendengar Anda berdoa untuk mereka, itu menghilangkan sebagian rasa sakit dari amarah yang ditunjukkan.

Iya, ada suatu hal yang pantas untuk membuat Anda kesal, memang ada. Namun Anda tidak seharusnya membuat luka permanen dalam suatu hubungan. Hal itu terlalu berharga.

Kasih sayang yang Anda miliki untuk kekasih Anda, dan kebaikan dalam suatu hubungan jauh sangat berharga dibandingkan kemarahan yang Anda bawa.

Dan apakah cara yang lebih indah untuk menghilangkan kemarahan itu, selain membiarkan mereka mendengar Anda berdoa dengan tulus kepada Allah untuk mereka, seperti Anda berdoa untuk diri Anda sendiri.

Itulah yang terjadi pada doa yang sangat-sangat luar biasa ini.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْحكِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

3 thoughts on “[Transkrip Indonesia] Terikat oleh Doa – Amazed by the Quran – Nouman Ali Khan

Leave a Reply to [Transkrip Indonesia] Terikat Oleh Doa – Amazed by the Quran – NAK | kokicat Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s