Pasang iklan ?
info@nakindonesia.com
Divine Speech / Muhasabah

Pekerjaan dari Allah untuk Nabi: Kesempatan Amal Jariyah

Ka'bah, berjuta kaum Muslimin seluruh dunia beribadah di sana

Ka’bah, berjuta kaum Muslimin seluruh dunia beribadah di sana

Makna Musibah

Saat ujian menimpa bertubi-tubi, belum selesai satu kemudian datanglah yang lain. Kadang hati akan bersedih, “Dosa apakah yang telah aku perbuat?”

Ingatlah ujian terberat justru menimpa para Nabi. Sedangkan mereka adalah manusia yang ma’shum (dijaga dari perbuatan dosa), mereka diampuni Allah dan dijamin masuk surga.

Maka bergembiralah, karena ujian itu mendekatkanmu kepada jalan yang ditempuh para sholihin sebelum kamu. Ketika Allah mengujimu dan engkau lulus, Allah akan memuliakanmu dengan memberimu kesempatan untuk mengabdi di jalan-Nya yang lebih luas lagi:

Allah SWT akan memberimu pekerjaan untuk membuat Muslim lain meneladanimu sehingga amal sholihmu akan dilipatgandakan sebagai amal jariyah.

Begini Contohnya

Ibrahim alayhis-salam dan putra pertamanya, Ismail alayhis-salam mendapat ujian yang belum pernah diberikan kepada siapapun sebelumnya: BERQURBAN.

Bayangkan diri berada dalam kondisinya, Nabi Ibrahim diperintahkan mengasingkan sang istri dan anak di padang pasir, tak bertuan, yang sama saja dengan meninggalkannya untuk mati. Namun Bapak para Nabi ini tidak hanya mengandalkan logika, lebih tinggi daripada itu, beliau mengandalkan Allah. Sehingga datang pertolongan Allah dalam mukjizat air zam-zam.

Ujian berikutnya adalah jarak yang jauh memisahkan ayah dan anak tersebut dalam jangka waktu yang panjang. Sedangkan puncak ujiannya ialah perintah Allah untuk menyembelih sang anak, dengan tangannya sendiri.

Tatkala sang ayah mulai mengiriskan pisau yang diasahnya sendiri ke leher putranya, dia memejamkan mata, campur aduk hatinya dipenuhi perasaan belas kasihan, cinta, sedih, namun ditundukkan dalam ketaatan, akhirnya ditunaikan pula perintah-Nya.

Dirasakan darah mengalir hangat di tangannya, yang tatkala dibuka matanya ternyata Allah gantikan dengan seekor domba! Allah menyelamatkan putranya. Ujian berhasil.

Kemudian Allah membalas kesabaran mereka dengan pekerjaan baru: membangun Ka’bah.

Pekerjaan dari Allah

Ribuan tahun telah berlalu hingga kini, bahkan hingga Hari Kiamat kelak setiap tetes air mata yang mengalir karena merindukan bangunan itu, setiap dahi yang sujud menghadap kiblat itu, setiap lisan yang mengakui “Allahu Akbar” di seluruh dunia, bahkan hingga setiap batu bata yang dibangunkan sebuah masjid, kedua nabi yang mulia itu akan mendapatkan bagian pahala yang sama dengan kaum Muslimin yang menunaikan rukun Islam terakhir.

Allah meninggikan kedudukan mereka karena mereka telah lulus berbagai ujian yang sulit. Subhanallah.

Jika saat ini ujian menghampiri hidup Anda, bergembiralah! Kesempatan yang sama telah datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>