Pasang iklan ?
info@nakindonesia.com
Featured Slider / Muhasabah

Solusi Makan/Minum Duduk Dalam Walimah Bagi Tuan Rumah

Solusi Makan/Minum Duduk Dalam Walimah Bagi Tuan Rumah

Dalam mengadakan walimah atau perjamuan, bahasa mudahnya pesta. Ada hal yang perlu dipertimbangkan, yakni konsep pestanya. Biasanya ada dua konsep dalam menjamu tamu, standing party (pesta berdiri) atau table party (pesta duduk). Zaman sekarang marak dijumpai pesta dengan konsep standing party dimana tamu akan makan/minum sambil berdiri.

Standing party ini tidak disukai karena:

1. Sunah dalam Islam makan dan minum dengan duduk.

2. Konsep makan/minum sambil berdiri tidak disukai karena akan banyak tamu lalu-lalang untuk mengambil makanan dan minuman. Belum lagi bila tamu makan berdiri tepat di sebelah prasmanan, tentu akan menyulitkan tamu yang lain untuk mengambil makanan.

3. Makan/minum sambil berdiri sepanjang pesta tentu akan melelahkan tamu.

Solusi Makan/Minum Duduk Dalam Pesta Bagi Tuan Rumah

1. Buatlah pesta makan/minum sambil duduk. Tidak harus memakai meja sebagaimana table party. Cukup menggunakan kursi atau bahkan tikar. Bila dirasa perlu tambahkan jumlah kursi atau tikar untuk tamu agar mereka nyaman.

2. Pisahkan tamu menjadi beberapa gelombang sehingga semua tamu tidak memenuhi ruangan. Cara ini bermanfaat bila ruang pesta terbatas.

3. Perluas tempat pesta sehingga dapat menampung tamu dalam jumlah banyak. Dengan menambahkan jumlah kursi atau tikar tentunya.

Penutup

Bagi tuan rumah, membuat pesta sebaiknya memudahkan tamu untuk makan/duduk sambil duduk. Bagi tamu menghadiri undangan walimah adalah sunah, bila di tempat walimah tidak menemukan kursi untuk makan/minum sambil duduk, cobalah cari tempat untuk duduk, misalnya di tangga atau bahkan di lantai.

Semoga Allah mudahkan kita semua agar dapat istiqomah makan/minum dengan duduk. Sebagai penutup, penulis sertakan hadits berikut sebagai pengingat kita semua.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata, “Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.” Qotadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), “Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?” Anas menjawab, “Itu lebih parah dan lebih jelek.” (HR. Muslim no. 2024).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>