Pasang iklan ?
info@nakindonesia.com
Bahasan Tematik / Main Slider

Selimut Kematian

Selimut Kematian

Selimut kematian yang dimaksud bukanlah kain kafan atau tanah. Melainkan ada dua selimut kematian yang diantaranya tidak boleh saling mendominasi atau saling mengalahkan.

mukadimah

Kenali Nikmat-Nya

Allah pemilik kerajaan langit dan bumi senantiasa memberikan rahmatnya kepada semesta alam untuk orang-orang mu’min ataupun kafir. Allah memberikan dua kenikmatan yang berbeda bagi makhluknya, yaitu :

  1. Kenikmatan Umum : rezeki atau materi di dunia.
  2. Kenikmatan Khusus : nikmat iman, islam, dan ihsan.

Allah hanya memberikan orang kafir kenikmatan umum di dunia berupa harta, kecukupan atau materi di dunia tanpa adanya jaminan akhirat.

Sedangkan bagi Mu’min, Allah tidak hanya memberikan kenikmatan umum tapi juga kenikmatan khusus yang tidak dimiliki oleh orang kafir, yaitu : nikmat iman, islam, dan ihsan. Semoga kita termasuk didalamnya. Amin.

Yuk kenali Kematian!

Apa itu kematian?

Tentu banyak sekali definisi kematian. Sesungguhnya kematian itu ialah pemutus amal shalih kita di dunia, artinya kita tidak dapat lagi beramal karena kematian telah mengantarkan kita menuju gerbang dimana semua amalan kita didunia akan dipertanggung jawabkan dihadapan-Nya. Amalan baik akan dibalas dengan pahala begitu pula sebaliknya, amalan yang buruk didunia akan di balas oleh Allah dengan sanksi yaitu Adzab atau Api Neraka.

Bertemu Kekasih Hati

Selain untuk mempertanggung jawabkan seluruh amalan kita di dunia , kematian juga menjadi pintu gerbang menemui kekasih hati dan pujaan hati dalam Iman, yaitu : Allah dan Rasul-Nya .

Selimutilah Kematian Dengan Dua Selimut

Selimut kematian yang dimaksud bukanlah kain kafan atau tanah. Melainkan ada dua selimut kematian yang diantaranya tidak boleh saling mendominasi atau saling mengalahkan , yaitu :

  1. Selimut Takut atau dalam bahasa arab خوف

Adalah takut akan datangnya kematian, dan ada beberapa ketakutan yang dialami manusia akan kematian diantaranya:

  • Takut saat membayangkan dosa
  • Takut saat mengingat kezaliman yang pernah dilakukan semasa didunia. Ketahuilah kezaliman itu bukan hanya mendapatkan balasan di dunia melainkan balasan di akhirat pun akan di dapatnya
  • Takut dan bertanya tanya “Apakah taubat kita nasuha atau tidak?
  • Takut karena kematianlah yang akan menghentikan kita untuk mengerjakan amalan-amalan shalih , karna setelah kematian nanti kita sudah tidak dapat beramal lagi . disana kita hanyalah akan mendapatkan balasan dari amalan yang kita kerjakan.
  1. Selimut Harapan atau dalam bahasa arab رجاء

Bukankah sebuah amalan itu ada titik akhir dan ada batasannya? Bukankan segalanya itu ada buah manisnya?
Kematianlah yang akan mengantarkan ruh kita menuju buah manis dari apa yang kita amalkan di bumi. Di situlah adanya selimut harap dengan kematian itu kita akan bertemu Allah dan RasulNya.

Nah,diantara dua selimut ini tidak boleh ada yang mendominasi, keduanya harus seimbang. Tidak boleh terlalu takut dan tidak boleh terlalu berharap. Seperti kata mutiara dibawah ini :

خَيرُ الۡاُمُوۡرِ اَوۡسَطُهَا :

Sebaik-baik perkara itu adalah petengahannya

Kematian Husnu-l-Khaatimah

berikut adalah tanda tanda kematian yang khusnu-l-khaatimah :

  1. Dahi atau pelipis berkeringat
    Mengapa berkeringat?  Karena teringat akan kesalahannya dan karena malu terhadap Allah atas tumpukan dosa yang telah diperbuat selama didunia . Rasulullah SAW wafat dalam keadaan dahi dan pelipisnya yang berkeringat
  2. Mengucapkan kalimat Laa ilaahaillallah لَا اِلَهَ اِلاَّ ﷲ

Seperti sabda Rasulullah SAW berikut ini :

مَنۡ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لاَ اِلَهَ اِلاَّ ﷲ دَخَلَ الۡجَنَّۃُ  (رواه ابو داود )

     Yang artinya :
Barang siapa yang akhir katanya Laa illahaillallah maka akan masuk surga
(H.R. Abu Daud No.3116 dikatakan    shahih oleh Syaikh Al-Albani )

  1. Orang-orang yang berjihad dijalan Allah
      – Atau orang-orang yang terkena bencana dunia seperti : Terbakar , tertimpa bangunan , melahirkan.
      – Dalam mengerjakan ibadah atau amal shalih

Mari Berhusnudzon

Karena belum tentu orang shalih di mata kita shalih juga di mata Allah. Dan juga sebaliknya ketika kita melihat orang hina di mata kita tapi bisa jadi dia mempunyai kedudukan dimata Allah. Karena yang shalih dalam kesehariannya belum tentu husnul khatimah ketika wafat. Dan juga bisa jadi orang yang terlihat selalu bermaksiat dalam kesehariannya Allah menetapkan padanya wafat dengan husnul khatimah.

Loh kok bisa?

Ya tentu bisa, karena bisa jadi dia mempunyai amalan amalan shalih yang tersembunyi selama hidupnya, yang tidak diketahui manusia. Maka lihatlah seseorang dari proses kematiannya, karena itulah dia dan imannya yang sesungguhnya.

Wallahu a’lam bishowab.

 

Sumber : Al-Ustadz Oemar Mita, Lc.
(Kajian Islamadina, Jl Sasak III Jakarta, 8 Oktober 2017)

Dirangkum oleh : Nabilah Nur Ridwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>