Pasang iklan ?
info@nakindonesia.com
Berita / Featured News

Sebuah Permohonan Doa #Rohingya

Sebuah Permohonan Doa #Rohingya

Ini adalah pengingat bagi kita semua tentang hal serius yang sedang terjadi. Tentang tragedi yang sedang dihadapi oleh ummat di Gaza, Rohingya, Afrika, dst. Semua penindasan ini membuat kita frustasi dan kewalahan. Lalu…

Apa yang bisa kita lakukan?

Penindasan yang terjadi jelas menyatukan hati semua muslim di dunia. Maka pertama-tama, tempatkanlah dirimu pada konflik yang tidak ada hubungan denganmu. Palestina harus berdoa untuk Rohingya, Rohingya harus berdoa untuk Afrika tengah. Afrika harus berdoa untuk Syiria, dst. Demi menyalakan kembali rasa kesatuan ummah (to reignite a sense of ummah).

Berdoalah dalam qunutmu, doa yang terbaik itu datang dari hatimu. Buatlah doa yang tulus, cobalah untuk menangis, dan milikilah keyakinan pada Allah SWT.

The real spirit of doa is actually very personal.

Kita harus saling mengingatkan untuk berdoa dengan tulus. bukan hanya sekedar menulis amin di sosial media atau menyebarkannya. Doa yang sebenarnya ialah ketika kita dalam keadaan tersembunyi, tertutup dan hanya antara Anda dan Allah Azza Wa Jalla. Bukan untuk menunjukan pada orang lain, “Aku mendoakan ini dan itu…”  tapi lebih ke antara kita dan Allah SWT, setiap dari kita harus memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT.

Jika kamu menghabiskan lebih banyak waktu untuk online tentang konflik daripada mengadu kepada Allah, itu membuktikan kurangnya prioritas di sana. Dan kurangnya pemahaman dalam apa yang sebenarnya punya andil dalam kenyataan. Yup… pembahasan tentang konflik tidak boleh mati, kita harus mengungkap dan menyebarkannya. Ketika orang tidak bersalah menjadi korban maka kita harus bersuara. Tapi kita harus benar-benar belajar untuk berdoa dengan intim dan tulus kepada Allah SWT.

Jangan Sepelekan Doamu

Kadang kita sangsi, “Oh jadi cuma doa aja?

Sering kita bercanda  dengan teman kita, “Ah gua bantu doa aja ya….

Sungguh kita terlalu menyepelekan doa!

Ini adalah kesalahpahaman fatal yang bisa jadi penyebab kenapa kemenangan tidak datang pada kita. Ada kisah di jaman Umar Bin Khatab RA.  Ketika beliau melihat orang-orang sangat mengandalkan Khalid bin Walid hingga menjadi ikon ummat. Umar melakukan hal yang sangat kontroversial. Memecat posisi Khalid sebagai panglima perang. Ada banyak narasi tentang kejadian ini tapi beliau sangat khawatir ummat akan mengira kemenangan datang dari Khalid dan bukan dari Allah SWT.

Kisah Khalid bin Walid

Kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul Mukminin, Syaidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, “Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid dipecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!

Kita tidak boleh menyepelekan doa. Kita harus menyadari kemenangan datang dari Allah SWT. Bisa jadi doa tulus & intim Andalah yang merubah situasi ummat muslim. Doa Anda tidaklah lebih lemah dibanding saya atau orang lainnya. Itu semua ada pada kehendak Allah SWT.

Ingatlah kisah budak dan hujan, ketika suatu waktu tidak ada hujan lalu setiap orang berdoa dan salat istisqa dan meminta turunnya hujan, lalu sahabat menemukan seorang budak yang sedang berdoa dengan khusyuk. Dan segera setelah dia berdoa hujan pun turun. Imam, sahaba, tabi’in berdoa dan hujan turun bukan karena doa mereka tapi karena doa intim dan tulus dari seorang budak.

Kisah Doa Seorang Budak

Diceritakan dari Abdullah Bin Mubarok, dia berkata, “Suatu hari ketika aku berada di Mekkah terjadinya musim kemarau panjang, sedangkan orang-orang saat itu berkumpul di Arafah untuk meminta hujan, akan tetapi bukan hujannya turun malahan cuaca semakin panas.

Mereka menempati di Mekkah dan merakan hal itu di hari Jum’at, dan hari Jum’at kemudian, mereka semua keluar menuju Arafah kembali, dan ketika itu aku melihat ada seorang budak hitam yang berbadan kurus, dia melakukan salat dua raka’at, kemudian sujud serta berdo’a, ‘Yaa Allah, demi kemuliaan-Mu , aku tidak akan mengangkat kepalaku dari sujud ini sehingga Engkau berkenan memberikan siraman hujan pada hamba-hamba-Mu yang telah menimpa kemarau yang panjang.’

Begitu sesudah ia berdo’a, kemudian aku melihat segumpal awan hitam datang, maka berkumpullah menjadi gumpalan-gumpalan mendung sehingga langit menjadi gelap dan turunlah hujan dengan derasnya. Maka laki-laki itu berucap, ‘Alhamdulillaah, kemudian ia pergi .’

Lakukan Bagianmu Untuk Saudara Kita yang Tertindas

Semoga Allah menguatkan mereka  dan menolong mereka melalui semua ini dan membalas mereka dengan pahala yang berlipat ganda karena cobaan yang mereka hadapi. Saya berdoa semoga kita semua melakukan doa yang tulus untuk muslim yang tertindas dan melakukan apapun yang kita bisa untuk menolong melalui yayasan dan sebagainya sehingga dapat membantu apapun kondisi yang dihadapi.

Sumber: Ust Nouman Ali Khan dan Omar Suleiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>