Pasang iklan ?
info@nakindonesia.com
Bahasan Tematik / Featured Slider

Mengenal Saudara Setan

Mengenal Saudara Setan

Siapakah Saudara Setan itu ?

Dalam Quran Allah membahas: orang yang suka menghambur-hamburkan uang. Ada dua kata yang digunakan, isrof  dan tabdzir.

Pertama Isrof, artinya mengeluarkan uang melebihi batas dari apa yang dibutuhkan. Misal Anda pergi berbelanja dan membeli kemeja, alih-alih beli satu, malah membeli 20 kemeja, hanya karena Anda mampu.

Jelas kemeja adalah hal yang bermanfaat, bisa digunakan dan dipakai. Tapi jika melebihi dari kebutuhan maka, itu disebut isrof. Dan isrof dipandang rendah dalam Quran.

Ternyata ada jenis pengeluaran lain yang jauh lebih buruk. Allah menyebutnya TabdzirKetika kamu mengeluarkan uang untuk sesuatu yang kamu sebenarnya tidak butuh, bahkan hal tersebut bukanlah kebutuhan pokok. Jadi kamu membelinya hanya untuk kesombongan semata. Benar-benar tidak ada kebutuhan signifikan yang dipenuhi darinya. itu disebut tabdzir.

Kita menyebutnya menghamburkan uang pada hal yang berlebihan atau pemborosan, kata yang Allah gunakan untuk itu adalah Tabdzir. Allah menjelaskannya dalam QS Al-Isra 27 :

Sesungguhnya orang-orang pemboros itu adalah saudara-saudara setan

Sebutan yang sangat keras dari Allah.

Kenapa sih hanya karena:

Saya belanja misalkan video game atau menghabiskan banyak uang untuk liburan ke Eropa atau hal lainnya… Kenapa hanya karena perkara itu lalu Allah menganggap Saya saudaranya setan??? Tidak cukup hanya haram, terlarang, atau jauhi  itu!  Tapi Saya malah disebut Saudara Setia setan hanya karena boros!

Kenapa Allah sebut demikian? Ada banyak alasan untuk itu, mari kita jelajahi oleh kita ayat ini, sedikit demi sedikit dan mencoba untuk memahaminya.

Kenapa Saya disebut Saudara Setan ?

Pertama-tama QS Al-Isra 25 :

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu;
Jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.

Allah tahu kita tidak sempurna. Kadang kita kalah oleh nafsu kemudian kita akan kembali pada Allah, kalah lagi lalu kembali lagi. Itu adalah hal yang sudah Allah duga. Allah tidak berharap Anda untuk sempurna, dan Dia tahu apa yang ada di hatimu. Itu yang pertama.

Hal kedua yang Allah firmankan tepat setelah itu ialah QS Al-Isra 26 :

Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan;
dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.  

Yang Allah gunakan ialah singular :  ءاتذالقربى حقّهُ

bukan jamak :  ذوىالقربى حقو قهم 

Berarti Anda harus memikirkan setiap saudara dekat dan apa yang layak mereka dapatkan, Anda harus perhatikan semua kerabatmu benar-benar secara personal karena adanya ayat ini. 

Dan pikirkan juga orang yang sedang dalam kesulitan (orang miskin). Secara ekonomi mereka terpuruk karena keadaan tertentu, mungkin sakit hingga tidak bisa bekerja atau karena hal lainnya. Dan Ibnu Sabil, orang yang sedang dalam perjalanan. Termasuk didalamnya orang yang gak punya tempat bernaung, atau mereka yang ada di tengah perjalanan atau dalam transisi kehidupan.

Maka berikanlah orang-orang ini apa yang layak mereka dapatkan. Dengan kata lain, ketika Anda menolong mereka, Anda bukan memberikan sedekah kepada mereka.

Pemberian Anda bukanlah hadiah, sedekah ataupun bantuan. Tapi itu adalah hak merekaAnda sebenarnya memberikan apa yang telah menjadi hak mereka.

Dan di ayat yang sama Dia berfirman:

…. dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros . Apa maksudnya ?

Dengan menjadikan kedua hal tadi dalam satu ayat yang sama (ayat 26), Allah mengatakan: uang yang kamu keluarkan secara boros, sebenarnya ada orang-orang yang berhak untuk menerimanya. Hingga kejahatan pertama yang Anda lakukan ialah, merampas kebutuhan orang-orang  tersebut. Lalu, membelanjakannya untuk hal lain. Sekarang saat orang butuh uang dan mereka putus asa, Anda seharusnya bisa menolong tapi, Anda tidak melakukannya.

Ada jutaan orang dari kita yang seharusnya bisa membantu. Yang terjadi malah, kita mulai mengeluarkan uang untuk hal yang tidak penting, boros, dan sembrono daripada menolong orang lain. Pelan tapi pasti, budaya seperti ini mulai terbentuk.

Apa yang terjadi pada sisi lainnya? Orang yang kekurangan? sangat mungkin mereka mengambil jalan pintas demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Jadi Anda telah ikut serta membuat kejahatan dalam masyarakat. Hampir di semua wilayah miskin di belahan bumi manapun pasti ditemukan banyak kejahatan di situ, benar kan? Jadi ketika kebutuhan mereka tidak tercukupi semakin banyak orang jadi penjahat, semakin banyak anak muda yang putus asa dan melakukannya, hal-hal yang akan mereka sesali nanti dalam hidupnya. Dan sekarang Anda jadi biang kejahatan sosial.

Inilah yang setan inginkan. Di satu pihak, Anda membantu setan bahkan tanpa Anda sadari, di sisi lainnya Anda membuat sejenis kekejian dalam masyarakat dengan tidak peduli pada orang-orang lemah.

Tapi hal lainnya sebelum Saya lanjutkan ialah soal keseimbangan.  

Keseimbangan

Allah berfirman: wala tubadzir tabdziron. Janganlah kamu menghambur-hamburkan secara boros.

Allah tidak menyuruh kita menjadi ekstrim banget. dengan kata lain Allah tidak mengatakan, Hei Dengar kamu selamanya gak boleh beli hal diluar kebutuhan dasar kamu. Misalnya kamu pergi ke pasar trus lihat bunga lalu membelinya. Well, Kamu tidak butuh bunga sebenarnya (Kamu tetap bisa hidup tanpa bunga kan). Tapi hal ini dalam batas wajar itu diperbolehkan.

Allah katakan La tubadzir tabdziron, dengan mengatakan hal itu, Dia katakan, kamu boleh: Belanja hal yang bukan kebutuhan primer, itu ok, tapi jangan jadikan hal itu kebiasaan, dan jangan melampaui batas dalam hal itu, bahkan sampai ektrim banget sampai harus keluarin uang jutaan sampai ratusan juta rupiah. Contoh kasus ada orang mengeluarkan milyaran rupiah untuk hal bodoh. Jangan menjadi seperti itu, karena itu adalah kejahatan.

Lanjut membaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>