Pasang iklan ?
info@nakindonesia.com
Bahasa Arab

AWH 3 : ISIM – Suara Akhiran (Harakat Akhir atau Kombinasi Huruf) dan Status

AWH 3 : ISIM – Suara Akhiran (Harakat Akhir atau Kombinasi Huruf) dan Status

Arabic with Husna (AwH) – NAK Indonesia

Pekan #3 – Rifqi Ikhwanuddin

Tujuan: Peserta mampu mengenali status pelaku dan detail dalam sebuah kalimat.

Menyambung materi pada Pekan #2 dalam pengenalan untuk mengenali STATUS sebuah isim. Mari review kembali bahwa status isim ada 3:

  1. pelaku (raf’a)
  2. detail (nasb)
  3. kepemilikan (jarr)

Sebaiknya nasb tidak dipahami sebagai objek saja. Definisi nasb adalah semua informasi tambahan tentang fi’il, selanjutnya disebut detail bukan objek. Perhatikan contoh berikut.

Ayah makan roti di luar kemarin dengan cepat. [8 kata]

  • ayah : raf’a (pelaku)
  • makan : fi’il (aksi di suatu waktu)
  • roti : nasb (detail)
  • di : harf (kata hubung)
  • luar : nasb (detail)
  • kemarin : nasb (detail)
  • dengan : harf (kata hubung)
  • cepat : nasb (detail)

Struktur S + P + O + K dari kalimat di atas:

  • S : ayah
  • P : makan
  • O : roti
  • K : di luar, kemarin, dengan cepat

Nasb (detail) ialah gabungan objek dan keterangan.

Dalam Bahasa (Indonesia), untuk mengenali status pelaku dan detail umumnya berdasar letak urutannya dalam sebuah kalimat. Status pelaku terletak sebelum kata aksi. Status detail terletak setelah kata aksi.

  1. Guru-guru membantu murid-murid.
  2. Murid-murid membantu guru-guru.

Pada contoh nomor 1, guru-guru adalah pelaku dan murid-murid adalah detail. Pada contoh nomor 2, murid-murid adalah pelaku dan guru-guru adalah detail. Pada kedua contoh tersebut, makna menjadi berubah seluruhnya karena kita mengubah urutan ‘guru-guru’ dan ‘murid-murid’. Namun dalam sebuah kalimat Arabiyah, urutan formasi kata pelaku dan detail tidak jadi perhatian penting. Yang penting adalah SUARA AKHIRAN (harakat akhir atau kombinasi huruf) tiap-tiap kata. Catat suara akhiran berbeda berikut (lihat tabel materi Pekan #2):

  • Jika kata akhir bersuara ‘u’ atau ‘uuna’ maka dia adalah raf’a (pelaku).
  • Jika kata akhir bersuara ‘i’ atau ‘iina’ maka dia adalah nasb (detail).

Mula-mula ini terdengar memusingkan, mari simak dulu 8 contoh jumlah (kalimat) dalam Arabiyah berikut.

Ragam formasi kata dalam sebuah kalimat di Arabiyah

1

سَاعَدَ المُدَرِّسُوْنَ الطُلاَّبَ

Guru-guru membantu murid-murid.

Saa’ada (membantu) = aksi (fi’il) terjadi di masa lalu.

Al-Mudarrisuuna (guru-guru) = pelaku berstatus raf’a ‘uuna’.

Al-Thullaaba (murid-murid) = detail berstatus nasb ‘a’.

2

سَاعَدَ الطُلاَّبَ المُدَرِّسُوْنَ

Guru-guru membantu murid-murid.

Saa’ada (membantu) = aksi (fi’il) terjadi di masa lalu.

Al-Mudarrisuuna (guru-guru) = pelaku berstatus raf’a ‘uuna’.

Al-Thullaaba (murid-murid) = detail berstatus nasb ‘a’.

3

سَاعَدَ المُدَرِّسِيْنَ الطُلاَّبُ

Murid-murid membantu guru-guru.

Saa’ada (membantu) = aksi (fi’il) terjadi di masa lalu.

Al-Mudarrisiina (guru-guru) = detail berstatus nasb ‘iina’.

Al-Thullaabu (murid-murid) = pelaku berstatus raf’a ‘u’.

4

سَاعَدَ الطُلاَّبُ المُدَرِّسِيْنَ

Murid-murid membantu guru-guru.

Saa’ada (membantu) = aksi (fi’il) terjadi di masa lalu.

Al-Mudarrisiina (guru-guru) = detail berstatus nasb ‘iina’.

Al-Thullaabu (murid-murid) = pelaku berstatus raf’a ‘u’.

5

المُدَرِّسِيْنَ سَاعَدَ الطُلاَّبُ

Murid-murid membantu guru-guru.

Saa’ada (membantu) = aksi (fi’il) terjadi di masa lalu.

Al-Mudarrisiina (guru-guru) = detail berstatus nasb ‘iina’.

Al-Thullaabu (murid-murid) = pelaku berstatus raf’a ‘u’.

6

الطُلاَّبُ سَاعَدَ المُدَرِّسِيْنَ

Murid-murid membantu guru-guru.

Saa’ada (membantu) = aksi (fi’il) terjadi di masa lalu.

Al-Mudarrisiina (guru-guru) = detail berstatus nasb ‘iina’.

Al-Thullaabu (murid-murid) = pelaku berstatus raf’a ‘u’.

7

الطُلاَّبَ سَاعَدَ المُدَرِّسُوْنَ

Guru-guru membantu murid-murid.

Saa’ada (membantu) = aksi (fi’il) terjadi di masa lalu.

Al-Mudarrisuuna (guru-guru) = pelaku berstatus raf’a ‘uuna’.

Al-Thullaaba (murid-murid) = detail berstatus nasb ‘a’.

8

المُدَرِّسُوْنَ سَاعَدَ الطُلاَّبَ

Guru-guru membantu murid-murid.

Saa’ada (membantu) = aksi (fi’il) terjadi di masa lalu.

Al-Mudarrisuuna (guru-guru) = pelaku berstatus raf’a ‘uuna’.

Al-Thullaaba (murid-murid) = detail berstatus nasb ‘a’.

Yang harus kita lakukan hanyalah memperhatikan suara atau bentuk akhiran dari isim. Bila isim berakhiran ‘u’ atau ‘uuna’ maka dia berstatus pelaku atau raf’a. Bila isim berakhiran ‘i’ atau ‘iina’ maka dia berstatus detail atau nasb.

Pola formasi kata tidak menjadi soal dalam Arabiyah, termasuk peletakan fi’il yang bisa ada di mana saja. Sekali lagi, yang penting adalah suara akhiran (harakat akhir atau kombinasi huruf) di tiap kata.

Menguasai materi ini amat fundamental bagi Anda agar bisa melanjutkan memahami tata bahasa al Quran yang unik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>