Pasang iklan ?
info@nakindonesia.com

My Favorite Ayat

Jangan Ikuti Arogansi Setan

Allah SWT tak henti-hentinya mengingatkan manusia akan tipu daya dan kejahatan syaithon. Berkaitan dengan itu, di edisi spesial hari terakhir di bulan Ramadhan 1438 H kali ini, saya ingin mencoba membahas sebuah surah di dalam Al Quran yang merupakan perintah Allah kepada manusia untuk berlindung kepada-Nya dari kejahatan syaithon. Surah yang akan saya bahas adalah Surah An-Naas. Saya akan menjabarkan beberapa hal yang disampaikan oleh Ustadz Nouman Ali Khan, berkaitan dengan surah ini. Di dalam Surah An-Naas, Allah SWT menyebut diri-Nya dalam 3 nama, yaitu Robbin Naas (Tuhannya Manusia), Malikin Naas (Penguasa Manusia), dan Ilahin Naas (Sesembahan Manusia). Tiga nama ini adalah sifat mutlak Allah SWT yang hanya Dia sendiri yang memiliki. Dialah satu-satunya Zat Yang Maha Memiliki dan Maha...

Dekatnya Allah dan Berdo’a Kepada Allah

“Dan apabila Hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (katakanlah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala Perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186) Aku itu Dekat Pada kalimat “Dan apabila Hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku…”  Allah menggunakan kata ‘annii’ atau Aku, tidak menggunakan kata Allah. Hal ini memperlihatkan bentuk kedekatan yang tidak biasa, Allah sangat senang ketika ada hamba-Nya yang bertanya tentang-Nya sehingga Allah sendiri yang mendekatkan diri kepada hamba-Nya. Allah ingin lebih dekat dengan hamba-Nya. Makna kalimat pertama ini bukan “Jika hamba-Ku bertanya kepadamu (...

Aku Ikhlas Menjadi Hamba-Mu, Ya Allah

Surat Al Fatihah adalah surat Al Qur’an yang sangat familiar bagi kaum muslimin. Mungkin surat ini adalah surat yang pertama kali diajarkan oleh para orang tua kepada anak mereka, sehingga kebanyakan anak TK pun sudah hafal di luar kepala, tentunya dengan makhroj ala anak balita, masih salah tapi membuat gemas ketika mendengarnya. Begitu juga denganku, sejak dini orang tuaku sudah membiasakanku untuk membaca surat Al Fatihah, hingga aku sudah menghafalnya sejak di bangku TK. Tapi seiring berjalan waktu, aku merasakan bahwa ketika membaca surat ini baik saat tilawah ataupun dalam sholat, aku belum bisa menghayati surat ini. Mungkin karena saking hafalnya, aku begitu saja melewatkan setiap ayat-ayatnya, membiarkannya keluar dari mulut ini tanpa ada perasaan yang masuk ke hati. Aku merasakan ...