Pasang iklan ?
info@nakindonesia.com
Bahasan Tematik / Featured Slider

Cara Dakwah Terbaik

Cara Dakwah Terbaik

Frustasi dalam dakwah? Berbagai kajian udah dikirim tapi orangnya gak tobat juga? Sebenarnya apa sih cara paling efektif dalam berdakwah. Kisah berikut ini mungkin bisa jadi jawaban bagi teman-teman semua. Sekaligus sebagai teguran bagi kita, semoga bermanfaat.

Kisah suami yang mencoba menolong istrinya

Seorang laki-laki yang baru bertobat dan kembali pada Allah mengadu kepada ulama tentang istrinya, “Istri saya seorang kristen tapi tidak terlalu religius sama seperti saya dulu, bagaimana cara saya menolongnya?”

Ulama itu menjawab,“Jangan katakan sedikitpun tentang Islam, Jadilah suami terbaik dan untuk itu kamu hanya perlu pelajari suami seperti apa Rasulullah SAW.”

Jangan khawatir tentang apa yg harus kamu bilang ke dia, khawatirlah untuk menjadi suami terbaik yang kamu bisa dan itu adalah sunah Rasulullah SAW.

Berhentilah berdebat, jadilah suami yang baik.

Bagaimana Rasullah SAW menjadi seorang suami?
Rasulullah SAW memberikan hadiah,
Rasulullah SAW bercanda dengan istrinya,
menghabiskan waktu dengan istrinya,
dan Rasulullah SAW suka memuji dan menghargai istrinya.

Awalnya si suami suka berdebat dengan istrinya, kadang tentang Islam dan mengatakan padanya kalau Kristen itu gak masuk akal, bagaimana mungkin 3 jadi 1 dan 1 jadi 3? Dan tidak ada satupun dari perdebatan itu yang berhasil untuk istrinya, tidak ada satupun.

Istrinya selalu menjawab, ” Tidak, tidak, saya Kristen titik, Yesus dalam hati saya, tinggalkan saya sendiri!”

Fokus menempa diri mengikuti sunnah Rasulullah SAW

Si suami pun menuruti saran ulama dan berhenti berdebat tentang trinitas, tentang agama Kristen itu salah dst. Ia hanya fokus untuk menjadi seorang suami seperti Rasullah SAW. Ia pun mulai membelikan hadiah, mulai memuji istrinya sebagaimana Rasulullah SAW suka memuji istri beliau.

Tiga tahun berlalu suami berhenti adu argumen soal agama, Yesus, dst. Dia berhenti berdebat dengannya dan fokus mengerahkan segala upaya untuk menjadi suami terbaik. Lalu hari itu pun tiba.

Suatu hari ia shalat Magrib dan istrinya tiba-tiba ikut shalat dibelakangnya. Si suami pun terkejut, dalam hatinya terbesit,  ‘Apa yang terjadi?’

Setelah salat dia bertanya, “Ada apa denganmu? Apa yang terjadi?”

Awalnya sang istri tidak menjelaskan, tapi akhirnya dia pun bicara, “Saya tidak pernah melihat suami sepertimu, ayah saya tidak seperti itu, saya tidak pernah melihat seorang ayah sepertimu, cara kamu menghadapi anak-anakmu, saya tidak pernah melihat seorang ayah berlaku seperti itu. Sangat indah, agama ini tidak mungkin salah, ini tidak salah.”

Pelajaran penting

Bukan berapa banyak ayat yang kamu hafal, atau berapa banyak hadis yang kamu tahu, atau berapa banyak ilmu agama yang kamu gunakan untuk menghardik orang lain, atau berapa banyak quotes ulama yang bisa kamu sampaikan… ini bukan tentang itu….

Ini tentang bagaimana kamu menjalani hidupmu, orang-orang bisa melihatnya, kamu sedang melakukan dakwah untuk takwa kepada Allah.

    – Nouman Ali Khan –

Sumber: The Sahaba (ra) Was Surprised – Mufti Menk | Nouman Ali Khan Powerful Reminder

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>