Pasang iklan ?
info@nakindonesia.com
Main Slider / Muhasabah

Bunuhlah Binatang Dalam Dirimu!

Bunuhlah Binatang Dalam Dirimu!

Bangga bisa kurban sapi atau kambing? Tunggu dulu…

Sudahkah Anda membunuh binatang yang ada di dalam diri Anda sendiri?

Dunia Bukanlah Tempat Kita

Saudaraku, kita diciptakan ke dunia ini bukan untuk mendapatkan apapun yang kita mau. Tapi, agar kita mengikuti rencana Allah SWT, sehingga saat kita tiba di surga kita bisa memperoleh apapun yang kita inginkan.

Jadi siapapun yang mengikuti nafsu dan khayalan di dunia ini sangat mungkin nantinya tidak mendapatkan hal itu di surga.

Penting bagi kita untuk menyadari bahwa: bagi siapa yang mampu menahan hawa nafsu dan keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah SWT baginya kabar baik, mereka akan diberi kebahagiaan kekal dan kebaikan karena berhasil mengontrol diri sendiri selama hidupnya di dunia.

Faktanya, itu adalah tugas dan ujian yang Allah pilih untuk kita. Dia menciptakan kita, Dia menghadirkan kita dan Dia menyatakan dengan jelas bahwa Dia akan menguji kita. Buktikan bahwa hanya Dia-lah yang patut disembah Tiada Tuhan Melainkan Allah.

Dalam hidup, Allah tunjukkan bahwa: kita tidak akan mendapatkan semua yang kita inginkan. Salah satu bagian dari iman ialah berserah diri pada ketentuan Allah, baik hal itu kita sukai atau tidak.

Contohnya, jika terjadi suatu hal yang tidak saya inginkan di sekitar saya, test-nya adalah bagaimana reaksi saya terhadap kejadian tersebut, bagaimana perasaan saya. Apakah saya memperoleh ridho-Nya, sadarkah saya bahwa itu merupakan kesempatan untuk menambah kedekatan kepada Allah SWT?

Contoh: kejadian PHK, kecelakaan, kerabat meninggal, itu semua bukan kebetulan melainkan bagian dari ketentuan Allah. Pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang mendapat pekerjaan. Seseorang yang kaya belum tentu bahagia. Ada yang punya rumah mewah tapi bisa jadi anaknya bandel. Dunia tidak ada yang sempurna. Ini semua adalah tes dari Allah SWT. Semua test ini seharusnya menjadikan kita orang yang lebih baik, dan menjadikan kita lebih dekat lagi kepada Allah.

Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له

Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”[1].

Ridhalah dengan semua ketentuan-Nya, baik itu senang maupun susah, keturunan, kekayaan, kesehatan. Jadikanlah setiap ujian yang datang sebagai kesempatan memperoleh ridha-Nya.

Apa yang Sebenarnya Kita Rayakan?

Dalam Idul Adha ini, setiap muslim perlu ikut serta dalam pengorbanan dengan cara apapun. Bukan karena ini soal festival, atau menikmati makan daging, bukan hanya itu. Perayaan ini berdasarkan pada kepatuhan kepada Allah SWT dan meletakkan pisau (memutus) antara Anda dan apa yang menghalangi Anda dengan ridho Allah SWT.

Apa gunanya jika seseorang mengurbankan kambing saat Idul Adha tapi dia belum mengayunkan pisau pada zina yang dilakukan selama 10 tahun terakhir. Apa gunanya?

Mana pengorbananmu? Hasrat Apa yang Anda putus untuk memperoleh ridho Allah SWT? Dari dosa-dosa yang Anda lakukan. Ada yang berbohong setiap hari dan tetap saja dia mau mengurbankan binatang dan dia katakan, “Selamat menikmati dagingnya.”

Kawan, pengorbananmu ialah memotong kebohongan. Sebagian orang suka berkata kasar pada keluarganya, istrinya atau suaminya atau anaknya, dengan sangat kasar yang hanya akan menyenangkan setan, dan tetap saja mereka datang saat Idul Adha, “Met idul adha… met idul adha..” Subhanallah!!!

Idul Adha bukan hanya soal menyapa! Jauh lebih besar lagi, ini adalah sarana untuk mengembangkan diri. Anda merayakannya berdasarkan fakta bahwa Anda telah mengayunkan pisau pada apa yang tidak diridhai Allah SWT. Kita kenal orang yang tidak bisa berhenti menonton pornografi tapi ketika soal kurban mereka cepat sekali mengayunkan pisaunya pada kambing lalu membanggakan diri, “Kita sudah kirim 20 kurban ke Bangladesh, dan 50 kurban ke India, dan kita kirim 500 lagi ke Afrika.” MashaAllah itu sangat bagus tapi apa yang Anda lakukan pada binatang yang ada di dalam dirimu, kamu belum mengurbankannya. Bagaimana dengan pornografi yang Anda sangat kecanduan akan itu. Kurbankan saudaraku, Putuskan hasrat itu!

Pengorbanan dalam Idul Adha ialah Anda mengurbankan sesuatu untuk memperoleh ridho Allah SWT.

Apa yang Nabi Ibrahim kurbankan sungguhlah besar, ketika Allah perintahkan maka beliau melaksanakannya, “Sami’na waato’na” kami dengar dan kami taat. Adakah yang sanggup mengorbankan anaknya?

Pengorbanan kita sangat ringan, tidak ada yang meminta kita mengorbankan anak kita, atau hal lain yang tidak masuk akal untuk memperoleh ridhoNya. Tapi hanya hal kecil dalam hidup kita yang bahkan kita belum siap untuk mengakuinya apalagi mengorbankannya.

Lihatlah ke dalam dirimu, adakah yang salah dengan caramu mencari nafkah atau bagaimana Anda menyapa rekan sejawat.

Contoh lain: Ada yang tidak mau menutup aurat. Ada pula yang punya hubungan haram dengan lawan jenis, yang kita tahu itu merusak tapi kita tidak sanggup memutusnya.

Putuskanlah hasrat itu, kurbankanlah, bunuhlah hewan di dalam dirimu!

Kesimpulan

  1. Penting bagi kita untuk menyadari adanya ujian dari Allah SWT. Kita tidak akan mendapatkan apa yang kita inginkan di dunia ini karena Allah menyimpan surga tempat kita memperoleh semua kenikmatan yang kita dambakan. Sadari ujian dan test dari Allah. Terimalah segala test itu, dan mintalah pertolongan dari Allah. Dan mintalah agar Allah tidak memberikan ujian di luar kemampuan kita.
  2. Belajarlah dari pengorbanan Nabi Ibrahim AS. Ia bisa menaruh pisau pada hal besar hanya untuk memperoleh ridho Allah SWT. Kita harus belajar bahwa apa yang diminta dari kita jauh lebih mudah dan ringan, namun tetap saja kita temukan diri kita menunda-nunda untuk mengurbankannya.

Sumber: Mufti Menk

1 Comment

  1. terima kasih banyak,
    semangat terus!! keep sharing yaaa

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>