Pasang iklan ?
info@nakindonesia.com
Bahasan Tematik / Main Slider

Bismillah Aku Hijrah

Bismillah Aku Hijrah

Apa perbedaan Taubat dan Hijrah?

Sahabat fillah
Taubat dan Hijrah sebenarnya sama dalam istilah. Dulu sebelum mengenal kata Hijrah, sebagian orang Indonesia menyebutnya dengan Taubat. Dan seiring berkembangnya zaman maka istilah Taubat lebih dikenal dengan Hijrah.

Hijrah diambil dari bahasa arab yang artinya Pindah Tempat.  Seperti telah yang tertulis dalam Hadits Arba’in yang pertama.

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.

Artinya : Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab radhiallahuanhu, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan ) tergantung niatnya ). Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya ) karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. 

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaaburi di dalam dua kitab Shahih, yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang)

  • Dibalik hadits ini ada sepenggal kisah tentang seseorang yang ikut Rasul hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan agar lamarannya diterima dan dapat menikahi seorang wanita yang bernama: “Ummu Qais” dan bukan untuk meraih pahala berhijrah dan akhirnya lahir hadits ini .

Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).

Jadi inti dari bait ini untuk Hijrah adalah Niat ikhlas Lillahi Ta’ala, bukan karena makhluk ciptaannya .

Sedangkan Hijrah secara istilah adalah :
– Seseorang yang kembali ke Agama Islam.
– Mempelajari serta mengamalkan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.
– Memahami Alqur’an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat Rasulullah.

Dan ketahuilah :
“Hijrah bukan di dominasi oleh orang-orang yang mengenal agama saja, tetapi kita semua Ummat Rasulullah membutuhkan Hijrah.”

“Orang yang hebat adalah yang tidak melakukan maksiat ketika ia sendirian”

“Nanti ajalah Hijrahnya nunggu hidayah dateng”

Perkataan itu sering sekali terucap oleh manusia dan biasanya hanya sebagai Hujjah atau Alasan untuk menolak ajakan hijrah . Padahal Allah telah memberikan kenikmatan dan keadilan yang luar biasa terhadap seluruh manusia dimuka bumi ini. Dan hidayahlah salah satu bentuk keadialanNya.

Hidayah itu selalu datang menyapa lembut setiap hati manusia.

Yang menjadi pertanyaan adalah “Apakah kita menyambut dan mengikuti sapaan Hidayah itu atau tidak?”

Maka nurani pun ikut bertanya pada diri kita sendiri . Wanita yang belum berjilbab pasti Hidayah Allah pernah menyapa Hatinya.

“Sampai kapan aku seperti ini? Kapan aku akan menutup aurat ku? Kapan aku akan kembali kejalan Allah? Kapan ? kapan dan kapan…. Apa kamu menunggu terjilbab oleh Kain Kafan?”

Dan akhirnya Allah mengambil nyawa kita lantas tidak sempat bertaubat kepadaNya. Na’udzubillahmindzaalik! Maka bersegeralah kita penuhi sapaan hidayah tersebut.

Jangan sampai kita mengalami penyelasaan seperti Kisah Fir’aun seorang Raja yang kejam dan bengis. Ketika Fir’aun ditenggelamkan oleh Allah dan akan dicabut nyawanya oleh malaikat , dia sempat berlafadz dengan keras namun lirih

آمَنۡتُ بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَی

Aku beriman pada Tuhan Harun dan Musa (Allah).

Namun taubatnya dan pengakuannya tidak diterima Oleh Allah.

Sesungguhnya Allah memberikan kita hati yang Hanif. Yaitu hati yang luluh dengan kebaikan dan tunduk kepada kebenaranNya.

Bismillah Aku Hijrah !

Mulailah dengan Hijrah Penampilan!

Tetapi jangan hanya berhenti hanya berhijrah penampilan saja . Penampilan hijrah ini Alhamdulillah sangat bagus sekali .

Contoh :
– Memelihara janggut , bercelana diatas kaki untuk para ikhwan.
– Berjilbab dan berpakaian Syar’i menutup aurat bahkan menggunakan Niqab/Cadar untuk para Akhwat.

Salah satu bagusnya hati adalah bagusnya lahiriyah/penampilan”

Akan tetapi jangan berhenti berhijrah karena merasa puas dengan Hijrahnya Penampilan !

Kita terus butuh Hijrah! Hijrah penampilan harus dibarengi dengan Hijrah lainnya : Hijrah Iman , Hijrah Akhlak dan Hijrah Ilmu. 

Perbaiki terus dan jangan merasa puas !

 

Bersambung….. klik disini untuk melanjutkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>